Surat Zaman Perang Dunia I Ini Terkirim Setelah 100 Tahun, Isinya Bikin Haru (New York Post)
Dream - Sebelum zaman serba digital, dahulu orang mengirim pesan menggunakan surat. Namun kini, hanya dengan memanfaatkan ponsel dan internet, pesan langsung terkirim saat itu juga.
Bicara soal surat, baru-baru sebuah surat yang dikirim pada tahun 1916 akhirnya tiba di alamat yang dituju setelah lebih dari satu abad. Alamat tersebut berada di London Selatan.
Penerima surat tersebut, Glen, mengatakan bahwa surat itu bertuliskan tahun 16. Ia sempat berpikir mungkin saja yang dimaksud penulis surat adalah tahun 2016.
Namun ia kembali menyadari bahwa perangko itu adalah raja, bukan ratu, jadi ia yakin itu bukan tahun 2016.

“ Kami memperhatikan bahwa tahun itu adalah’ 16. Jadi kami pikir itu tahun 2016. Kemudian kami menyadari bahwa prangko itu adalah raja, bukan ratu, jadi kami merasa itu bukan tahun 2016," ujarnya
Surat itu tiba beberapa tahun yang lalu, tetapi pria berusia 27 tahun tersebut baru membawanya ke tempat sejarah. Glen berkata jika surat itu ternyata memiliki ‘makna sejarah yang serius’
Ia sangat senang museum menyimpannya. Namun jika tidak, Glen dan pacarnya ingin menjaganya.

Awalnya Glen dan kekasihnya tidak ingin membuka surat itu. Namun setelah tau umur surat tersebut, ia memutuskan untuk membukanya.
Terlihat perangko di amplop menampilkan Raja George V, bernilai 1 pence, dan dikirim di tengah Perang Dunia I yang artinya sudah lebih dari satu dekade. Bahkan surat tersebut dikirim sebelum Ratu Elizabeth II lahir.
Menurut Oxaford, surat tersebut ditulis untuk “ Katie tersayang” seorang wanita yang menikah dengan Oswald Marsh, pedagang perangko yang sangat dihormati sebagai saksi ahli dalam kasus penipuan perangko.
Surat tersebut ditulis oleh teman Katie yang bernama Chistable Mennel, putri pedagang teh Henry Tuke Mannel yang saat itu sedang berlibur di Bath. Di dalam surat itu terdapat tulisan “ Saya sangat menderita di sini dengan flu yang sangat berat.”
Oxaford mengatakan surat tersebut mungkin hilang di kantor penyortiran dan baru saja ditemukan.
Sumber: New York Post