Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Traktiran mungkin sudah menjadi hal biasa dalam pergaulan di sekitar kita. Biasanya, seseorang mentraktir teman-temannya karena momen tertentu seperti baru saja mendapatkan rezeki melimpah.
Tetapi, ada pula sebagian dari kita yang begitu mengetahui temannya sedang mendapatkan rezeki, kemudian meminta ditraktir. Alasannya, untuk berbagi kebahagiaan.
Bagaimana Islam memandang kebiasaan meminta traktir kepada teman? Apakah kebiasaan ini sama dengan mengemis?
Dikutip dari laman rumaysho.com, mengemis merupakan perbuatan yang tercela. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya
Dalam riwayat Ahmad, dari Hubsyi bin Junadah, Rasulullah bersabda,
Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.
Terkait hal ini, Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitabnya Ihya' 'Ulumuddin berpendapat demikian.
" Meminta-minta itu haram, pada asalnya. Meminta-minta dibolehkan jika dalam keadaan darurat atau ada kebutuhan penting yang hampir darurat. Namun kalau tidak darurat atau tidak penting seperti itu, maka tetap haram."
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama