Dream - Orangtua mana yang tidak merasa kehilangan atas meninggalnya putri kesayangannya. Darmawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin, perempuan yang tewas usai meminum kopi vietnam, Rabu 6 Januari 2016, merasakan hal itu.
Sebagai ayah, ada banyak sifat Mirna yang diketahui oleh Darmawan. Salah satunya sikap keras almarhumah.
" Dia orangnya keras, namun baik hati. Temannya banyak," kata Darmawan usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis malam 21 Januari 2016.
Darmawan sangat terpukul dan sedih atas meninggal salah satu anak kembarnya itu. Satu ingatan yang tersisa mengenai Mirna ialah, pekerjaan yang dia berikan kepada putrinya itu di kantor miliknya.
" Dia kerja setiap hari di salah satu perusahaan saya. Saya baru memberinya satu perusahaan saja. Eh, ada kejadian kayak gini," ujar dia.
Darmawan tak memiliki firasat meninggalnya Mirna. Dia pun enggan menduga-duga siapa pelaku di balik meninggalnya perempuan lulusan Billy Blue College, Sidney, Australia itu.
" Kalau feeling-feeling nanti salah lagi," kata dia. Harapan dia sekeluarga kini hanya satu, polisi menuntaskan kasus ini dengan sebaik-baiknya.
" Intinya kasus ini harus dibongkar. Karena kalau tidak dibongkar bisa dibayangkan kalau Anda semua kena sianida gimana?" ujar dia. (Ism)
© Dream
Dream - Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin mengaku tak mengenal sosok Jessica Kumala dan Hani. Dua teman yang berada di lokasi kejadian saat Mirna meregang nyawa di kafe Grand Indonesia.
" Saya memang tidak begitu bergaul dengan teman-temannya. Kan dia cewek," kata Darmawan, usai diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, Kamis, 21 Januari 2016.
Saat ditanyai mengenai Jessica dan Hani, Darmawan tidak begitu mengenal mereka. Dia hanya tahu Jessica saat berada di rumah sakit.
" Saya tahu dia (Jessica) di rumah sakit. Baru lihat di sana. Kalau dengan Hani saya tak begitu kenal," ujar dia.
Lebih lanjut, kedatangan Darmawan ke Polda Metro Jaya untuk melengkapi data kepolisian soal kasus kematian Mirna. Dia mengaku polisi bersikap netral.
" Polisi di sini sangat netral. Saya saya hadir saya karena patuh pada hukum. Apapun yang dibutuhkan polisi akan kami berikan," ucap Darmawan.
Dalam pemeriksaan hari ini, Darmawan didampingi suami Mirna, Arief Sumarko dan saudara kembar Mirna, Sendy Salihin. Mereka keluar dari ruang penyidik setelah pemeriksaan selama 5 jam pemeriksaan. (Ism)
© Dream
Dream - Jessica Kumala, saksi mata kematian Wayan Mirna Salihin usai minum es kopi di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, angkat bicara soal banyaknya kabar tak sedap yang menyudutkannya dalam kasus itu.
Kali ini, Jessica menyatakan ia tidak pernah menyebarkan informasi apapun ke media sosial Facebook terkait kematian Mirna.
Jessica membantah kabar mengenai gambar percakapan via Whatsapp dia dengan Mirna yang diunggah di Facebook yang mengatasnamakan dirinya.
Gambar itu memperlihatkan ucapan Jessica yang mencari dokter di GI kepada Mirna. " Saya tidak punya facebook dari tahun 2012," ucap Jessica.
Menurut pengacaranya, Yudi Wibowo, peran Jessica di hanya kebetulan semata.
Sebab, dia beralasan, kopi yang diminum Mirna seharusnya menyebabkan kematian pada Hani, rekan Mirna yang lain.
" Menurut saya, Jessica jangan dikambing hitamkan. Hani minum satu gelas yang sama (dengan Mirna). Satu mati yang satu enggak," kata Yudi.
© Dream
Dream - Jessica Kumala terus memberikan keterangan seputar kematian Wayan Mirna Salihin, usai menenggak kopi `maut` di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu 6 Januari lalu.
Jessica yang juga teman kampus Mirna, menegaskan ia bukanlah sosok yang bertanggung jawab atas tewasnya Mirna.
Polisi sempat mencari-cari sepotong celana yang digunakan Jessica saat peristiwa terjadi. Celana sobek yang sudah dibuang Jessica itu menjadi perhatian.
Usai memberikan keterangan di Direktorat Polda Metro Jaya, Jessica sedikit menanggapi soal celana sobek itu.
" Soal celana saya tidak bisa berkomentar. Saya tidak bisa komentar kalau polisi tidak tanya," kata Jessica, Rabu malam 20 Januari 2016. (Baca: Jessica Buang Celana Usai Kematian Mirna)
Sebelumnya, menurut pengacara Jessica, Yudi Wibowo, celana Jessica itu dibuang oleh pembantu rumah tangganya. " Kata pembantunya, 'dibuang ya non? Udah sobek nggak bisa dijahit lagi'. Jessica jawab, ya terserah," kata Yudi menjelaskan di Polda Metro Jaya, Kemarin malam.
Dijelaskan Yudi, celana Jessica sobek saat ikut membantu membawa Mirna ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, setelah kejang-kejang usai meminum es kopi di Cafe Olivier.
Celana itulah yang kemudian dicari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Saat penggeledahan di perumahan Sunter Icon, Sunter, Jakarta Utara yang dihuni Jessica, penyidik sempat membawa celana, baju yang terlihat di CCTV, beberapa obat sakit leher, obat tidur, laptop, kartu kredit dan buku tabungan.
Polisi sedang mengerahkan sejumlah tukang sampah di sekitar Sunter Icon untuk mencari celana Jessica yang diduga dibuang pembantu rumah tangganya.
© Dream
Dream - Jessica yang terus dihubung-hubungkan dengan tewasnya Mirna membuatnya sedih. Sebab, dalam pemeriksaan polisi selama ini dia kerap kooperatif.
" Saya tidak ada hubungannya dengan tewasnya teman saya. Saya sedih saja. Kami membantu polisi kok," kata dia.
" Semoga polisi dapat menetapkan siapa di balik ini semua. Saya juga ingin yg terbaik saja bagi keluarga Mirna," tutur dia berharap. (Baca: Begini Kedekatan Jessica dengan Mirna)
© Dream
Dream - Jessica Kumala, teman dekat Wayan Mirna, perempuan yang tewas usai minum kopi di Kedai Kopi Olivier, Grand Indonesia, mengungkapkan alasan ia tidak mencicipi kopi yang sama diminum korban.
" Soalnya saya sakit maag di lambung," kata Jessica usai diperiksa di Direktorat Polda Metro Jaya, Rabu malam 20 Januari 2016.
Jessica mengaku, pelayan kedai kopi itu memberikan peringatan. Peringatan bahwa kopi vietnam yang dipesannya itu memiliki efek kuat.
" Saya diperingatkan masnya (pelayan) yang sediain, kalau kopinya sangat kuat. Jadi tidak saya coba," ujar dia.
Adapun korban yang juga kawan dekatnyalah yang akhirnya meminum kopi maut berisi sianida itu.
Kenapa Mirna tetap menenggak kopi itu? Jessica beralasan, Mirna tetap meminum kopi yang memiliki efek keras itu karena kegemarannya meminum kopi.
" Iya. Kita memang doyan minum kopi," ujar dia.
Perempuan yang menggunakan jaket hitam dan berbaju merah muda itu diperiksa oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama tujuh jam. Ini kali kelima, Jessica yang menjadi saksi dalam pemeriksaan kasus ini.
Saat ditanya mengenai kesiapan ia jika ditetapkan tersangka nantinya, Jessica hanya menjawab singkat, " Waduh. Pertanyaan itu tidak fair buat saya." (Ism)