Pemakaman Umum (Foto: Pojokpitu/jpnn.com)
Dream - Sebuah peristiwa mengejutkan tiba-tiba membuat gempar masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur. Makam seorang warga Desa Mori, Bojonegoro, Siti Aminah didapati kondisinya terbongkar.
Beruntung jenazah yang baru dimakamkan itu masih utuh, hanya tali kain mori penutup jenazah atau tali pocong hilang dicuri. Pencurian nyeleneh ini diketahui warga saat melintas di sekitar kuburan desa.
Warga melihat kuburan Aminah usia 60 tahun tersebut telah acak-acakan digali orang. Padahal Aminah baru meninggal dan dimakamkan pada Kamis malam lalu karena sakit.
Menurut Yoto warga setempat, kondisi jenazah Siti Aminah tengkurap saat ditemukan. " Kain penutupnya sudah koyak, seperti dilepas secara paksa. Dari lokasi kuburan, hanya hilang tali pocong dan bantalan mayat yang terbuat dari tanah," ujar Yoto.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah TKP. Tidak lama kemudian, keluarga Aminah datang ke lokasi untuk membantu mengubur jenazah kembali secara layak.
Aksi pencurian tali pocong atau istilahnya 'maling cluring' ini, baru pertama kali terjadi di Desa Mori. Diduga pelaku hanya mengambil barang tertentu pada jenazah, untuk ritual kesaktian atau tindak kejahatan lainnya.
(Sumber: www.jpnn.com)
© Dream
Dream - Sungguh menyeramkan apabila melihat sebuah video ritual memanggil hantupocong di depan umum.
Kejadian di dalam video yang diyakini terjadi di Indonesia itu telah membuat heboh negeri jiran, Malaysia.
Dalam video tersebut terlihat seorang pria diduga sedang melakukan upacara ritual di depan satu sosok hantu pocong.
Pria tersebut tampak membaca sesuatu sebelum sosok pocong itu melompat-lompat ke kerumunan warga yang antusias menyaksikan kejadian menyeramkan.
Namun, tidak ada seorang pun warga yang terlihat lari ketakutan. Malah, kehadiran pocong tersebut dianggap sebagai satu pertunjukan 'hiburan' buat mereka.
Video tersebut berakhir ketika 'pocong' itu terbaring dan seorang pria lain mencoba untuk membuka ikatan di bagian kepalanya.
Beredarnya video tersebut tak pelak menjadi viral di media sosial. Berbagai reaksi pun bermunculan di kalangan warganet. Tak sedikit yang meragukan meragukan video tersebut.
Video tersebut diunggah di Youtube pada bulan September 2016 lalu. Banyak yang menulis di komentar bahwa pria yang membangkitkan pocong itu adalah seorang penjual obat.
Warganet menganggap video itu hanyalah satu bentuk promosi untuk berjualan obat yang banyak dilakukan saat ada keramaian.
Ada juga warganet yang berpendapat bahwa video hanya setingan semata-mata. Pria itu kemungkinan menggunakan 'jasa' jin untuk menarik perhatian warga.
Namun, tidak dapat dipastikan apakah upacara ritual memanggil pocong itu benar-benar terjadi atau sebaliknya.
(Sumber: mynewshub.cc)
© Dream
Dream - Ini adalah kisah nyata terbakarnya jenazah saat makamnya dibongkar. Cerita memilukan ini disarikan dari ceramah KH Zubairi Rahman, pengasuh Program KeluargaSakinah Suara Giri FM.
Sebut saja nama si jasad itu Karta. Ia telah menikah dengan wanita pilihannya. Wajahnya cantik. Namun sayang, hatinya tak secantik wajahnya.
Karta mulai terpengaruh dengan istrinya dan hampir selalu menurutinya. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai.
Selain Karta dan istrinya, di rumah itu juga tinggal ibunya. Sebelumnya, Karta bersikap baik pada ibunya. Tapi perlahan, sang istri 'mencuci otak' sang suami.
Suatu hari, sepulang Karta dari tempat kerja, istrinya mengadu. “ Mas, ibu itu bagaimana sih. Kerjanya cuma jalan-jalan ke rumah tetangga. Nggak mau bantuin aku.”
Karta langsung termakan kata-kata sang istri. Dicarinya ibunya.
“ Ibu, ibu sukanya ke main ke rumah tetangga ya. Nggak mau mbantu menantu ibu.”
“ Siapa yang bilang begitu. Ibu itu yang ngepel dan nyapu rumah ini, Karta. Ibu yang mencuci. Dan makanan yang kamu makan itu, itu juga ibu yang masak. Ibu memang ke rumah tetangga, tapi itu cuma sebentar. Untuk istirahat. Kalau istirahat siang-siang di rumah ini, ibu bisa dimarahi istrimu…”
Mendengar penjelasan itu, bukannya minta maaf, Karta malah tidak mempercayainya. “ Ah, ibu alasan saja.”
Hari-hari berikutnya, hubungan antara Karta dan ibunya tak kunjung membaik. Apalagi hubungan antara ibu dengan istri Karta, semakin memanas. Hingga suatu malam, setelah Karta sampai di rumah, sang istri memintanya mengambil keputusan yang sangat sulit.
“ Mas, aku sudah tidak betah lagi sama ibu. Aku dan ibu tidak bisa lagi tinggal dalam satu atap. Sekarang Mas pilih, aku yang pergi atau ibu yang keluar dari rumah ini,” kata istri Karta dengan nada tinggi.
Karta bingung. Ia tidak tega mengusir ibunya, tetapi ia juga tidak sanggup berpisah dari istrinya.
Entah setan apa yang merasukinya, ia pun melangkah ke kamar ibunya.
“ Masya Allah, benarkah kamu mau mengusir ibu ini, Karta?” tanya ibu setengah tak percaya saat mendengar Karta memintanya pergi dari rumah.
“ Iya, Bu. Ini demi kebaikan rumah tangga kami.”
“ Kamu tega, Karta,” orang yang namanya dipanggil hanya diam, “ kalaupun kamu mengusirku, tunggulah besok pagi. Tengah malam begini, ibu harus ke mana?”
Karta terdiam. Ia tak menjawab. Tapi keputusannya telah bulat.
Beberapa waktu kemudian, ibu keluar dengan tas di tangannya. Tidak semua barangnya bisa dibawa. Ia melangkah berjalan di tengah malam, sambil air mata terus menetes membasahi pipinya.
Sebagai seorang ibu, ia sungguh sangat kecewa. Sakit hatinya. Diusir oleh anak sendiri yang lebih mementingkan istri tak berakhlak daripada ibunya.
Dalam kondisi itu, sang ibu pun berdoa. “ Ya Allah, hatiku sakit atas perlakuan ini. Anakku sendiri mengusirku, padahal aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Ya Allah, aku tidak ridho padanya. Aku haramkan seluruh air susu yang diminumnya sejak bayi hingga membentuknya seperti saat ini.”
Doa seorang ibu yang didurhakai, doa di tengah malam, dalam kondisi hujan rintik-rintik, ketiga faktor mustajabnya doa itu bertemu.
Keesokan harinya, Karta merasakan seluruh tubuhnya sakit. Kulitnya mulai gatal-gatal.
Makin lama, kulitnya seperti melepuh. Hari-hari berikutnya lepuhan itu mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat. Sampai-sampai, tetangga yang menjenguknya pun tidak berani mendekat.
“ Tolong carikan ibuku, aku ingin minta maaf. Sakitku ini karenanya,” pintanya pada seseorang.
“ Tidak. Biar Karta merasakan sakit itu. Sakitnya hatiku diusir lebih sakit dari apa yang dirasakan Karta,” jawab sang ibu saat ditemui pesuruh Karta, “ aku tak mau kembali ke rumah itu.”
Beberapa hari kemudian, Karta pun meninggal. Begitu busuknya bau Karta, sampai-sampai tidak ada yang mau memandikannya.
Sang istri pun menyewa orang untuk memandikan Karta. Waktu meninggalnya Karta hampir bersamaan dengan meninggalnya orang lain di kampung yang sama.
Sehingga tersedialah dua galian untuk memakamkan mereka. Dan baru saja Karta dimakamkan, keributan terjadi.
“ Ini seharusnya makam untuk saudara saya, kenapa ditempati,” kata seseorang yang terkejut melihat galian makam untuk saudaranya telah terisi.
“ Maaf pak, kami tidak tahu. Karena sudah terlanjur, sekali lagi kami minta maaf. Mohon almarhum dimakamkan di galian satunya Pak, kan sama-sama makamnya.”
“ Tidak bisa! Ini sudah kita pesan liang lahatnya dekat dengan anggota keluarga yang meninggal sebelumnya. Kalau di sana kan jadi terpisah. Kami tidak mau. Harus dibongkar”
Karena tidak bisa diajak kompromi, akhirnya warga pun mengalah untuk membongkar kembali makam Karta. Anehnya, saat makamnya dibongkar, mereka mendapati kain kafan Karta telah berubah warna; coklat keabu-abuan.
Tubuhnya juga tampak lebih tipis. Dan begitu dibuka, mereka terkejut bukan main. Jenazah Karta berubah warna dan bentuk, seperti hangus terbakar.
Demikian dahsyatnya azab bagi anak yang durhaka kepada ibunya. Azab pedih langsung terjadi di dunia dan lebih pedih lagi saat berada di alam barzah.
(Ism, Sumber: Pelangimuslim.com)
© Dream
Dream - Makam M Alzahra alias Joya, korban yang diamuk dan dibakar oleh warga, telah dibongkar tim gabungan, Disaster Victim Indentification (DIV) Bibdokes Polda Metro Jaya dan Tim Forensik RS Polri, Rabu siang, 9 Agustus 2017.
Empat tukang gali dikerahkan petugas untuk mengangkat jenazah Joya, yang dimakamkan di TPU Kedondong, BTN Buni Asih, Kampung Kongsi, Cikarang Utara, pekan lalu.
Para tukang makam itu yakni Ahmad, selaku Ketua RT, Masum, Ma Aang, dan Pak Ecin. Kesemuanya merupakan warga di sekitar TPU.
Masum, seorang tukang gali menceritakan jika proses pembongkaran makam secara keseluruhan berlangsung tanpa ada hambatan. Mereka pun berhasil mengangkat jenazah setelah menggali 90 cm ke dalam tanah.
" Tak ada masalah, sejak semalam kami di sini, semua Alhamdulillah berjalan baik," kata Masum.
Lalu bagaimana kondisi jenazah Joya?
Menurutnya kondisi jenazah sudah bengkak dan menghitam.
" Lumayan berat, tadi yang angkat tiga di bawah. Satu di atas dan dibantu dari polisi," jelasnya.
Dia menambahkan, kondisi jenazah saat diangkat banyak mengeluarkan air. Khususnya, di bagian pinggir ke atas.
" Kami baru kali ini bongkar, biasanya hanya nguburin. Kalau kali ini rasanya lebih berat tubuh almarhum, tak seperti biasa-biasanya," ujarnya.
(Sumber: www.jpnn.com)