'Monster di Dunia Nyata' Berwujud Ular Berkepala Dua

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 4 April 2017 09:02
'Monster di Dunia Nyata' Berwujud Ular Berkepala Dua
Tak seperti ular berkepala dunia lain yang sudah banyak ditemukan. Binatang melata ini punya perbedaan khusus.

Dream - Cerita tentang ular berkepala dua mungkin sudah banyak bermunculan di dunia maya. Namun temuan ular langka di Kansas, Amerika Serikat ini berbeda dari hewan-hewan aneh sebelumnya.

Kabar kemunculan ular berkepala dua ini muncul setelah sebua video diunggah di akun media sosial. Uniknya dua kepala ular itu memiliki sifat yang berbeda satu sama lainnya.

Menurut fotografer asal Kansas, Amerika Serikat, Jason Talbott, anak ular itu seolah monster di dunia nyata. Dia mengatakan seorang temannya menemukan anak ular itu di sebuah hutan di Kansas.

" Ular ini ditemukan oleh temanku saat berada di hutan. Ketika mendengarnya, aku tidak membuang-buang waktu untuk mendapatkan beberapa foto ular itu," kata Jason dikutip dari laman Mirror.

Dalam video terlihat anak ular itu merayap di sekitar tangan Jason. Anehnya, masing-masing kepala anak ular itu bergerak secara sendiri-sendiri.

Pria 43 tahun itu mengatakan tanpa bekerja sama, anak ular itu tidak bisa menggigit secara efektif. Sebab, kedua kepalanya dibutuhkan untuk menggerakkan tubuhnya.

Meski terlihat mengerikan, anak ular itu tidak berbahaya. Jason mengakui gigitan anak ular itu tidak cukup kuat untuk menembus kulit manusia.

" Salah satu dari kepala anak ular itu lebih agresif dari yang lainnya dan sering menggigit," kata dia.

" Kabarnya ini langka, mungkin 1 dibanding 10.000. Tapi sulit mengetahui angka perbandingan pastinya karena mereka hewan liar dan sulit dipahami. Lagi pula tingkat kelangsungan hidupnya juga rendah," ucap dia.

Jason dikenal sebagai penggemar hewan berbentuk aneh, termasuk ular. Dia telah mengabadikan ratusan ular berbentuk aneh dan sering digigit saat melakukan pemotretan.

Untungnya, sebagian besar adalah ular yang tidak berbisa.

Ular berkepala dua tidak hanya sekali ini pernah ditemukan. Pada tahun 2015 lalu, seekor ular berkepala dua menetas di sebuah peternakan ular di Yulin, China.

Tetapi, dua kepala ular itu saling menyerang satu sama lain hingga salah satunya mati. Bahkan kepala yang masih hidup memakan kepala ular yang sudah mati.

1 dari 3 halaman

Ditemukan! Hewan `Monster` 200 Tahun Bisa `Nangis` Mirip Bayi

Ditemukan! Hewan `Monster` 200 Tahun Bisa `Nangis` Mirip Bayi © Dream

Dream - Seekor salamander raksasa ditemukan oleh nelayan China di Chongqing, wilayah sebelah barat daya Negeri Tirai Bambu itu. Binatang ini diduga sebagai makhluk yang paling tua di dunia.

Binatang yang diduga berusia 200 tahun ini ditemukan oleh Wang Yong di sebuah gua terpencil. Nelayan ini kemudian memanggil peneliti binatang liar untuk menangkap hewan amfibi itu.

Para peneliti yang tiba di gua itu nyaris tak percaya dengan apa yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri itu. Mereka terkejut karena ada salamander langka dengan panjang hampir 1,4 meter itu.

Binatang ini kemudian ditangkap oleh peneliti satwa liar, kemudian dibawa ke pusat pemeliharaan setelah diketahui dalam kondisi sakit. Hewan ini bisa bertahan hingga dua abad diduga karena hidup di dalam kolam pasang surut di gua yang terisolasi.

Hewan yang disebut-sebut seperti monster ini diberi nama Wa Wa Yu, yang artinya ikan bayi. Sebab, salamander ini disebut-sebut bisa mengeluarkan suara seperti tangisan bayi.

Namun, dalam video yang beredar itu tak pernah terdengar suara binatang itu. Sebab, dalam video yang beredar di laman Youtube, binatang ini tak pernah mengeluarkan suara. Hewan ini hanya bergerak-gerak dalam air. (Ism, Sumber: Daily Star)

2 dari 3 halaman

Geger Kadal Raksasa Berkeliaran di Rumah Warga

Geger Kadal Raksasa Berkeliaran di Rumah Warga © Dream

Dream - Warga Thurgoona, New South Wales, Australia, digemparkan oleh kemunculan kadal berukuran raksasa di rumah penduduk. Kadal Australia -yang disebut goanna- dengan panjang 1,5 meter itu terlihat menempel di tembok rumah seorang pensiunan, Eric Holland.

“ Saya tentu saja sangat terkejut, saya mengira itu makhluk dari Mars yang jatuh ke rumah saya,” kata Holland, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Daily Telegraph, Jumat 4 Desember 2015.

Foto goanna itu dengan cepat menyebar ke media sosial. Holland juga membawa foto itu ke surat kabar setempat dan dimuat. Jadilah masyarakat di sana terkejut dengan kehadiran kadal raksasa ini.

Dalam foto itu, terlihat binatang melata berkaki empat dan berekor panjang sedang menempel di dinding. Banyak warga bertanya-tanya, apakah itu benar-benar goanna? Kalau benar, dari mana datangnya?

Tapi dalam wawancara dengan media, Holland mengaku melihat kadal raksasa itu saat akan keluar dari gudang. Karena kaget, dia lantas masuk kembali ke dalam gudang. Dan saat keluar lagi, dia melihat kadal itu sudah memanjat ke dinding. “ Hampir ke atap.”

Dengan hati berdebar, Holland mencoba mendekat. Namun, kadal itu hanya sedikit bergeser dari posisi semula. “ Dia hanya bergeser sedikit ke depan dan kemudian turun di depan rumah,” tambah Holland.

Foto yang beredar di media sosial memang cuma satu engel saja. Inilah yang menimbulkan kesangsian. Kalau itu benar-benar goanna, mengapa hanya ada satu foto saja? Mengapa binatang yang biasa di alam liar itu berkeliaran di perkampungan? Tapi Holland punya penjelasan atas pertanyaan ini.

“ Saya kira, jika saya cukup berani saya seharusnya memutari rumah dan mendapatkan foto lain,” ujar Holland. Selain masyarakat lokal, kadal itu juga membuat penasaran turis asing yang datang ke wilayah itu.

3 dari 3 halaman

Misteri Jutaan Ikan Mati di Laut Ancol Terkuak!

Misteri Jutaan Ikan Mati di Laut Ancol Terkuak! © Dream

Dream - Masyarakat Jakarta tengah digegerkan dengan fenomena jutaan ikan yang mati dan terdampar di tepi Pantai Ancol, Jakarta Utara sejak kemarin.

Lantas apa yang menjadi penyebabnya?

Ternyata, matinya ikan-ikan tersebut dipicu oleh pencemaran air laut oleh lumpur yang mengandung hidrogen sulfida atau H2S.

" Ada pemasukan air yang sangat besar dari sungai-sungai ke daerah muara Ancol akibat pembalikan atau pengangkatan lumpur-lumpur. Lumpur ini mengandung H2S. Racun itu," terang Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta, Lilik Litasari, saat berbincang dengan Dream, Selasa 1 Desember 2015. 

Lumpur yang mengalir dari sungai itu kemudian mengotori pesisir laut dan merusak habitat di daerah tersebut. Ikan-ikan tak mampu bernapas karena kandungan oksigennya sangat tipis. 

Fenomena itu, memang bisa terjadi di musim hujan seperti sekarang usai kemarau panjang. Peristiwa semacam ini sebenarnya sudah pernah terjadi tahun lalu di Pantai Ancol, hanya saja intensitasnya tidak sebanyak sekarang. (Ism) 

Beri Komentar