Muhammadiyah Imbau Masyarakat Jalankan Sholat Idul Adha di Rumah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 25 Juni 2020 11:00
Muhammadiyah Imbau Masyarakat Jalankan Sholat Idul Adha di Rumah
Idul Adha 1441 H jatuh pada Jumat Pon, 31 Juli 2020.

Dream - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk menjalankan Sholat Idul Adha 1441 H di rumah karena masih terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia.

" Sangat dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing dengan alasan persebaran Covid-19 belum menunjukkan grafik menurun yang signifikan," ujar Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Meski banyak yang menyebut saat ini masuk masa new normal, Syamsul mengatakan istilah tersebut untuk aspek ekonomi. " Tetapi hal-hal yang dapat kita laksanakan di rumah ya dilaksanakan di rumah, seperti ibadah," ucap dia.

Untuk umat Islam yang ingin melaksanakan Sholat Idul Adha, terutama di zona hijau maupun kawasan yang ditetapkan aman oleh pemerintah, Syamsul menganjurkan agar ibadah tersebut dijalankan di lapangan kecil. Dengan jemaah merupakan warga sekitar RT atau RW masing-masing.

" Kalau dilakukan di lapangan, ya di tempat kecil, di lingkungan masing-masing sehingga mengurai kerumunan," ucap Syamsul.

Selain itu, tetap menerapkan protokol Covid-19. Di antaranya menjaga jarak, memakai masker, maupun membatasi jumlah jemaah.

" Kita tidak tahu orang yang kelihatannya sehat-sehat saja, kita tidak tahu dia dari mana, apalagi banyak orang tanpa gejala. Kita ingin secepat-cepatnya keluar dari darurat pandemi Covid-19 ini," kata dia.

1 dari 5 halaman

Panduan Ibadah Puasa Arafah, Sholat Idul Adha, dan Kurban di Tengah Pandemi

PP Muhammadiyah juga menerbitkan surat edaran mengenai panduan ibadah Sholat Idul Adha dan Kurban 1441 H/2020 M. Dalam Maklumat Nomor 01/MM/I.0/E/2020, ditetapkan Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 H jatuh pada Jumat Pon, 31 Juli 2020.

Berikut panduan ibadah Puasa Arafah, Sholat Idul Adha, Kurban, serta Protokol Ibadah Kurban di Masa Pandemi Covid-19 PP Muhammadiyah.

A. Puasa Arafah

Puasa Arafah, Wukuf di Arafah, dan tanggal 9 Zulhijah adalah satu kesatuan (terjadinya pada hari yang sama). Nabi SAW dan para sahabat sudah terbiasa berpuasa sunah Arafah tanggal 9 Zulhijah meskipun tidak ada dan belum terlaksananya Wukuf di Arafah oleh umat Islam waktu itu.

B. Sholat Iduladha

1. Sholat Idul Adha di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan.

2. Sholat Idul Adha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti Sholat Id di lapangan.

3. Bagi yang berada di daerah aman/tidak terdampak (zona hijau), Sholat Idul Adha dapat dilakukan di lapangan kecil atau tempat/ruang terbuka di sekitar tempat tinggal dengan beberapa protokol yang harus diperhatikan.

C. Ibadah Kurban (Udhiyyah)

1. Hukum ibadah kurban adalah sunah muakadah bagi muslim yang telah memiliki kemampuan untuk berkurban dengan tata cara sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

2. Pandemi Covid-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban.

3. Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak ekonomi Covid-19 sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya.

4. Membantu dhuafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, namun berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan.

5. Apabila ada yang berkurban maka dapat dilakukan alternatif berikut ini dengan urutan skala prioritas:

- Kurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng);

- Penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) agar lebih sesuai syariat dan higienis;

- Jumlah hewan yang disembelih di luar RPH hendaknya dibatasi (tidak terlalu banyak) untuk menghindari kemubaziran dan distribusi yang merata, disembelih oleh tenaga profesional, mengurangi kerumunan massa, dan pemenuhan protokol kesehatan yang ketat sehingga dapat menjamin keamanan dan keselamatan bersama;

- Hewan kurban berupa kambing atau domba sebaiknya disembelih di rumah masing-masing oleh tenaga profesional dan apabila mampu dapat disembelih sendiri oleh orang yang berkurban (??hibul-qurb?n); dan

- Pembagian daging kurban diantar oleh panitia ke rumah masing-masing penerima dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

2 dari 5 halaman

Aturan Resmi Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi Covid-19 dari Kementan

Dream - Hari Raya Idul Adha 1441 H kemungkinan akan jatuh di akhir Juli 2020 mendatang. Umat Islam yang mampu  disunahkan menyembelih hewan kurban pada hari raya yang juga disebut Idul Qurban tersebut. Berbeda dengan tahun sebelumnya, peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 H umat Islam Indonesia kemungkinan masih akan dilalui dalam kondisi pandemi Covid-19.

Masih tingginya jumlah pasien baru Covid-19 membuat pemerintah mengeluarkan ketentuan tata cara pelaksanaan pelaksanaan kurban, baik dalam hal penjualan hewan kurban maupun pemotongan hewan kurban. Pemerintah juga mengeluarkan aturan pelaksanaan pemotongan hewan dan jual beli hewan kurban untuk mencegah penularan covid-19 pada masyarakat. 

Aturan itu tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Pertanian . Aturan tersebut berisi protokol dari mulai aktivitas jual beli hewan kurban, pelaksanaan kurban, hingga penyaluran hewan kurban.

Surat edaran itu juga mengatur persyaratan khusus yang harus dipenuhi bagi penjual dan pembeli hewan kurban di masa new normal ini. Syarat-syarat yang yang harus dipenuhi sebagai berikut.

3 dari 5 halaman

Aturan Jual Beli Hewan Kurban

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan tentang mitigasi risiko saat kegiatan jual beli hewan kurban. Penjual hewan kurban harus sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah daerah yakni bupati atau walikota. Penjual dari daerah lain juga harus membawa surat sehat dari puskesmas atau rumah sakit. 

Pelaksanaan jual beli hewan kurban semasa pandemi disarankan untuk mengandalkan transaksi secara daring (online). Pilihan lainnya bisa dengan dikoordinasikan dengan dewan masjid atau badan amil zakat. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan banyaknya interaksi dan kontak langsung.

Kegiatan penjualan hewan kurban harus memenuhi syarat seperti jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal dan kebersihan tempat, serta pemeriksaan kesehatan. Berikut detailnya.

Pertama, setiap orang yang masuk ke tempat penjualan harus mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Mereka juga harus melakukan pengukuran suhu tubuh. Kedua, penjual harus menggunakan face shield, masker, apron, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang. Ketiga, setiap orang yang sakit dan menunjukkan gejala COVID-19 dilarang memasuki tempat penjualan hewan kurban. Dan terakhir, setiap tempat penjualan harus menyediakan tempat cuci tangan dan tempat pembuangan kotoran hewan yang aman.

aturan pelaksanaan kurban© Ilustrasi foto : shutterstock

4 dari 5 halaman

Aturan Pemotongan Hewan Kurban

Pada masa pandemi ini pemotongan hewan kurban dilakukan dengan protokol khusus yakni harus dilakukan oleh Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). RPH-R adalah tempat pemotongan hewan yang sudah memenuhi syarat tertentu, termasuk kesehatan.

Prosedur kesehatan yang harus ditaati oleh petugas pemotongan tidak jauh berbeda dengan protokol penjualan hewan kurban. Petugas pemotongan diminta untuk menerapkan kebersihan, jaga jarak, dan pemeriksaan suhu tubuh. Petugas pemotongan diimbau untuk tidak merokok dan mengikuti etika bersin, batuk, serta meludah. 

Beberapa protokol tempat pemotongan hewan kurban pada masa pandemi COVID-19 antara lain: Pertama, pengelompokan pekerja sesuai shift harus berisi anggota yang sama. Kedua, tempat pemotongan hewan diimbau untuk menghindari penggunaan kipas angin untuk mengurangi potensi penyebaran percikan air liur (droplet) berisi virus. Ketiga, penerapan sanitasi yang aman. Keempat, melakukan pembersihan disinfeksi terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan serta selalu memastikan area kerja bersih dan higienis. Selanjutnya, RPH-R harus melakukan pembersihan berkala 4 jam sekali.  Dan yang terakhir, selalu menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

aturan pelaksanaan kurban© Ilustrasi foto : shutterstock

5 dari 5 halaman

Aturan Pendistribusian Daging Kurban

Pendistribusian hewan kurban pada masa pandemi COVID-19 disarankan untuk dilakukan oleh panitia langsung ke penerima. Ini untuk menghindari terbentuknya kerumunan orang di tempat pembagian daging kurban seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menghindari aktivitas di luar rumah. Jadi, sebisa mungkin untuk tetap di rumah dan hindari kerumunan saat perayaan Iduladha dan pelaksanaan kurban.

Jika terpaksa untuk beraktivitas di luar rumah, jangan lupa untuk menjaga jarak, mengenakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Beri Komentar