Nabi Sulaiman As: Nabi yang Bisa Berbicara dengan Hewan hingga Memperistri Ratu Balqis dari Negeri Saba

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Selasa, 19 Juli 2022 15:00
Nabi Sulaiman As: Nabi yang Bisa Berbicara dengan Hewan hingga Memperistri Ratu Balqis dari Negeri Saba
Dari informasi yang didapat dari burung hud-hud, Nabi Sulaiman pun bertemu dengan Ratu Balqis.

Dream – Kisah tentang Nabi Sulaiman as tentunya sudah tidak asing lagi bagi umat Islam. Bahkan kisah tersebut kerap diceritakan sejak seseorang masih kecil, baik oleh guru di sekolah maupun oleh orang tua di rumah. Kisahnya tak hanya menarik, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kehidupan yang bisa menjadi teladan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Seperti diketahui bersama, bahwa setiap Nabi dianugerahi mukjizat oleh Allah SWT. Begitu juga dengan Nabi Sulaiman as yang juga dianugerahi dengan beberapa mukjizat, salah satunya adalah bisa berbicara dengan hewan. Ya, Nabi yang bisa berbicara dengan hewan adalah mukjizat yang sangat luar biasa karena hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya.

Bahkan karena Nabi Sulaiman as bisa berbicara dengan hewan, hal tersebut telah membuatnya mengetahui tentang negeri Saba yang dipimpin oleh Ratu Balqis melalui cerita dari burung hud-hud. Hingga akhirnya sang ratu pun mengikuti ajaran Nabi Sulaiman as untuk menyembah Allah SWT.

Penasarankan bagaimana kisah lengkapnya? Berikut cerita tentang Nabi Sulaiman as, yakni Nabi yang bisa berbicara dengan hewan sebagaimana dirangkum Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Masa Kecil Nabi Sulaiman as

Masa Kecil Nabi Sulaiman as© Shutterstock.com

Nabi Sulaiman as adalah salah satu Nabi yang dikenal memiliki kecerdasan istimewa. Hal itu sudah ditunjukkan sejak ia masih kecil, di mana kecerdasannya tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya. Bahkan di usianya yang masih dini, Nabi Sulaiman as sering membantu untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi di antara penduduk Bani Israil.

Misalnya saja saat Nabi Sulaiman as diajak oleh ayahnya yang adalah Nabi Daud as ke suatu tempat untuk mengatasi berbagai permasalahan. Keputusan Nabi Daud as untuk mengajak putranya tersebut tentu saja dengan alasan tertentu. Mengingat bahwa Nabi Sulaiman as sangatlah cerdas dan sudah pernah membantu mengatasi permasalahan dengan bijak.

Dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman as itulah pada akhirnya ia menggantikan sang ayah untuk memimpin Bani Israil. Di samping menjadi pemimpin, ia juga dianugerahi beberapa mukjizat lainnya yang luar biasa dari Allah SWT, salah satunya adalah bisa berbicara dengan binatang.

2 dari 3 halaman

Kisah Nabi Sulaiman, Burung Hud-hud, dan Ratu Balqis

Kisah Nabi Sulaiman, Burung Hud-hud, dan Ratu Balqis© Shutterstock.com

Nabi yang bisa berbicara dengan hewan adalah Nabi Sulaiman as. Hal tersebut sudah ditunjukkan secara jelas melalui beberapa firman Allah SWT di dalam Al-Quran. Dengan mukjizatnya itulah yang akhirnya bisa membawa Nabi Sulaiman as mengenal seorang ratu dari Negeri Saba, yakni Ratu Balqis.

Kisah ini bermula saat Nabi Sulaiman as mengalami kehabisan air di daerah Yaman. Nabi Sulaiman as pun memerintahkan burung hud-hud (sejenis burung pelatuk) untuk mencari sumber air, namun burung tersebut tidak kembali lagi. Hal ini pun membuat Nabi Sulaiman as marah dan berkata:

“ Kalau hud-hud pulang, panggang sajalah hidup-hidup.”

Tak lama kemudian burung hud-hud pun kembali menemui Nabi Sulaiman as.

“ Kemana saja engkau hai hud-hud?” tanya Nabi Sulaiman as.

“ Maafkanlah ya Sulaiman, aku telah tersesat di daerah yang sangat jauh dari tempat ini, di tempat tersebut diperintah oleh seorang ratu Balqis ia punya nama, sedang kerajaannya bernama Saba.” jawab burung hud-hud.

Karena mendengar penjelasan dari burung hud-hud, Nabi Sulaiman as pun tidak marah lagi. Justru ia tertarik dengan cerita tersebut dan mengirimkan surat kepada Ratu Balqis untuk datang menemuinya. Surat tersebut berisi himbauan dari Nabi Sulaiman as agar Ratu Balqis dan para pembesarnya tidak bersikap sombong padanya.

Kemudian, Nabi Sulaiman as pun kembali memerintahkan burung hud-hud untuk mengantarkan surat tersebut kepada Ratu Balqis. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT melalui surat An-Naml ayat 28 berikut:

Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” (QS. An-Naml: 28).

Surat itu pun sampai kepada Ratu Balqis dan kemudian dibacanya. Berikut adalah isi suratnya:

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah daripadaku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri.”

Lalu Ratu Balqis pun memberitahu kepada para pembesarnya atas surat yang diterimanya itu. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Quran surat An-Naml ayat 29:

Dia (Balqis) berkata, “ Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.” (QS. An-Naml: 29).

3 dari 3 halaman

Ratu Balqis pun meminta saran kepada para pembesarnya. Mereka pun menyarankan agar mengangkat senjata dan menemui Nabi Sulaiman as. Hal itu tercantum dalam surat An-Naml ayat 37:

Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.” (QS. An-Naml: 37).

Nabi Sulaiman as memerintahkan jin Ifrit untuk mendatangkan Ratu Balqis ke istananya dengan jarak waktu antara Nabi Sulaiman as duduk sampai berdiri di singgasananya. Hal itu pun langsung dilaksanakan oleh jin Ifrit. Hal itu dijelaskan dalam surat An-Naml ayat 39:

Ifrit dari golongan jin berkata, “ Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya.” (QS. An-Naml: 39)

Saat itulah akhirnya Ratu Balqis dan pasukannya telah sampai di tempat Nabi Sulaiman as. Ratu Balqis langsung terkejut karena istana yang ada di hadapannya sekarang sangat mirip dengan istana miliknya di negeri Saba.

Ratu Balqis pun takjub melihatnya dan sadar dengan kelemahan dirinya. Hingga ia pun meminta maaf atas kesalahannya tersebut. Ratu Balqis akhirnya bertobat dan kemudian menjadi istri dari Nabi Sulaiman as. Bahkan Ratu Balqis juga mengikuti ajaran Nabi Sulaiman as, yakni menyembah Allah SWT.

Beri Komentar