Penjaga Sekolah
Dream - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kerajaan Arab Saudi menolak permintaan Departemen Pendidikan untuk menyewa ribuan penjaga sekolah negeri dan swasta. Alasannya, budget yang mereka ajukan terlalu mahal. Disebutkan angkanya mencapai 4 miliar riyal atau sekitar Rp 12,17 triliun. Wow !
Kementrian Keuangan beralasan tidak ada dana tersebut dalam anggaran pendidikan dan Kementerian Layanan Sipil. Arab Saudi diperkirkan membutuhkan sekitar 60 ribu penjaga sekolah, baik laki-laki dan wanita, untuk 33 ribu sekolah.
Namun usaha-usaha untuk meyakinkan Kemenkeu terus diupayakan. Departemen Pendidikan di bawah Pangeran Faisal bin Abdullah telah mengajukan proposal yang komprehensif terkait usulan menyewa penjaga sekolah.
Disebutkan sekolah perlu penjaga untuk melatih kedisiplinan para siswa, terutama di awal dan akhir kelas setiap harinya. Para penjaga sekolah itu juga akan mengawasi siswa di kafetaria.
Selain itu, penjaga sekolah juga berguna untuk memantau siswa agar tidak melakukan hal-hal buruk. Diantaranya pelecehan seksual, pertukaran video yang tidak pantas, atau transaksi obat-obat terlarang.
Pangeran Khaled bin Abdullah bin Saud, ketua komite pendidikan tinggi mengatakan Departemen Pendidikan sangat membutuhkan penjaga keamanan yang berkualitas untuk menjaga kenyamanan dan keamanan siswa dan staf sekolah. Hal itu juga dibutuhkan di universitas di negara ini.
" Memang tidak diragukan lagi program ini membutuhkan anggaran besar mulai dari pelatihan, pengawasan, tindak lanjut dan kontrol," katanya seperti dikutip Zawya, Sabtu, 17 Mei 2014.
Di sisi lain, Departemen Pendidikan harus bisa memberikan angka pasti dari kebutuhan penjaga sekolah ini. Tidak hanya itu, institusi pendidikan ini juga harus mampu menjelaskan kualifikasi yang dibutuhkan dan detail biayanya.
Khaled mengatakan program ini merupakan bagian dari pengembangan sekolah-sekolah di Arab Saudi. Meliputi perbaikan kurikulum, pengembangan gedung sekolah, dan pemeliharaan peralatan sekolah.