Jas Hujan Spesial Buatan Ayah Membuat Gadis Ini Jadi Sedih Dan Menangis. (Foto: Twitter Siti Murnie)
Dream - Melalui sebuah postingan di Twitter, gadis Malaysia Siti Murnie berbagi kisah saat membantu ekonomi keluarga. Dia harus menerobos hujan untuk mengantarkan pesanan ke pelanggan ayahnya.
Dalam postingan tersebut, dia juga mengunggah dua foto dirinya mengenakan 'jas hujan spesial' buatan ayahnya yang berjualan makanan di warung.
" Abah membuatkan jas hujan dari kantong sampah plastik buat aku karena harus mengirim makanan ke pelanggan. Selama dalam perjalanan, aku merasa sedih dan meneteskan air mata.
" Semoga semua rasa sakit dan hujan panas yang aku lalui sejauh ini akan berbuah suatu hari nanti. Aku mencintai Abah di dunia dan akhirat," tulis Siti.
Postingan Siti itu mengundang sedih dan simpati dari netizen hingga menjadi viral setelah di-retweet lebih dari 5 ribu kali.
Gadis bernama lengkap Siti Murnie Mohd Fauzi itu mengatakan di hari itu dia tak menyangka hujan turun dengan lebat. Padahal dia perlu mengantarkan pesanan ke salah seorang pelanggan warung ayahnya
Waktu itu Siti tidak menemukan jas hujan tapi dia tetap nekat mau mengantarkan pesanan meski hujan turun dengan lebat.
Ayahnya merasa khawatir karena putrinya pasti akan basah kuyup karena kehujanan.
" Abah bilang 'Nanti basahlah'. Tapi aku bilang tak mengapa sebab aku memakai jaket yang tebal. Tiba-tiba Abah minta diambilkan kantong sampah plastik dan membuat jas hujan darurat.
" Selama dalam perjalanan, aku sangat sedih dan menangis sebab teringat pengorbanan Abah selama ini dalam membesarkan kami enam bersaudara," kata Siti.
Menurut gadis 20 tahun ini, dia banyak membantu ayahnya, Mohd Fauzi Kandar, 56 tahun, lantaran kondisi kesehatannya saat ini tidak begitu baik.
" Aku sudah biasa menolong Abah, bahkan sejak kelas 3 SD. Tapi sejak lulus pelatihan industri bulan lalu, aku lebih banyak luangkan waktu membantu Abah di warung kami, Warisan Aneka Sup dan Soto di Kampung Ulu Pulai, Gelang Patah, Johor.
" Lagipula Abah sekarang ada kencing manis dan perlu jalani dialisis tiga kali seminggu. Jadi sekarang Abah serahkan 100 persen urusan warung kepada aku sebab hanya aku yang ada. Kakak-kakak sudah menikah," ujar lulusan diploma Pengurusan Perniagaan ini.
Anak bungsu dari enam bersaudara ini berkata, meski sangat ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat sarjana, namun dia rela menepikan impiannya itu demi menunaikan keinginan ayahnya.
" Aku memang ingin mengejar impian untuk kuliah ke peringkat yang lebih tinggi tapi Abah bilang 'Tolonglah Abah di warung dulu'. Sudah lama sebenarnya Abah ungkapkan keinginan tersebut.
" Mula-mula aku memang sedikit keberatan dan sedih. Aku bahkan bertanya-tanya kenapa aku harus ikut kemauan orang lain dan tidak boleh mengejar impian sendiri?
" Tapi akhirnya aku ridha dan yakin bahwa rezeki dan barokah aku ikut datang dari Allah melalui orangtua," ujarnya.
Enggan menoleh ke belakang, Siti berkata dia berjanji akan mengembangkan warung warisan ayahnya dengan membuka rencana baru dalam tempoh lima tahun akan datang.
" Melihat semangat Abah, aku berjanji ingin membantunya. Mungkin jika ada peluang dan waktu, aku akan lanjutkan kuliah juga.
" Ternyata ada hikmahnya dengan apa yang aku jalani sekarang. Aku bisa luangkan lebih banyak waktu dengan orangtua, apalagi keduanya sudah tua," pungkas Siti.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya