(Foto: The Nation)
Dream - Seorang wanita berusia 32 tahun di Bangkok, Thailand, bernama Jariyaporn Buayai, ditangkap polisi. Dia dituduh menipu sedikitnya 13 pria yang menikah dengannya.
Wanita tersebut diduga melarikan diri dan membawa kabur mas kawin serta hadiah pernikahannya. Tetapi, dia membantah tuduhan tersebut.
Dia mengaku hanya menikahi tujuh pria, yang masing-masing berkencan untuk jangka waktu tertentu. Wanita itu mengaku hubungannya dengan tujuh pria tersebut telah putus sebelum memulai hubungan baru.
Sementara sisa korban lainnya, diakui wanita itu dalam konferensi pers di Kantor Kepolisian Bangkok kemarin, mereka hanya memberinya uang untuk bisnis penjualan buah. Dengan menangis, Jariyaporn mengatakan bahwa dia tidak berniat untuk menipu siapapun dengan modus menikahi dan orangtuanya tidak ada hubungannya dengan hal itu.
Dia juga membantah disebut mencuri truk pickup mantan suaminya, yang ditemukan polisi saat penangkapan tersebut. Jariyaporn mengatakan truk itu diberikan padanya untuk digunakan.
© Dream
Ketika ditanya apakah dia pernah mencintai salah satu dari tujuh pria itu, dia terisak dan terdiam.
Jariyaporn ditangkap pada Kamis malam di Samut Sakhon, lokasi yang menjadi tempat tinggalnya dengan suaminya, Kittisak Tantiwatul (33). Polisi kemudian menangkap Kittisak di sebuah hotel di Nakhon Pathom.
Kittisak ditangkap pula atas tuduhan berkonspirasi untuk menipu toko buah. Tetapi, dia mengaku sebagai korban Jariyaporn, yang mengaku kepadanya wanita itu mengandung anaknya.
Jariyaporn mengaku menggunakan kartu identitas Thailand dari wanita lain, Soiphetch Paleewan, untuk membuka rekening bank demi menampung uang pria tersebut. Hal ini sesuai kesaksian Soiphetch yang berusia 27 tahun kepada polisi pada hari Kamis.
Soiphetch mengaku telah meminjamkan kartu namanya ke Jariyaporn bertahun-tahun yang lalu untuk sebuah aplikasi pekerjaan di Pattaya. Tetapi, Jariyaporn tak juga mengembalikannya dan dia mendapatkan kartu baru.
© Dream
Kepala Biro Investigasi Letnan Jenderal Thitirat Nongharnpitak mengatakan meskipun polisi yakin dengan keterangan Soiphetch, mereka akan menyelidiki lebih lanjut apakah orangtua Jariyaporn berada di dalam skema kejahatan yang dilakukan anak perempuan mereka. Sebab, mereka dilaporkan muncul di semua pernikahan wanita tersebut.
Thitirat mengatakan kelicikan Jariyaporn tidak sulit diungkap. Sebab dia berulang kali menggunakan trik yang sama pada pria yang berbeda sejak 2011.
Sejauh ini, 14 korban telah mengajukan keluhan terhadap Jariyaporn, dengan kerugian yang berjumlah lebih dari 3 juta Baht, setara Rp1,2 miliar. Polisi yakin akan ada lebih banyak korban, kata Thitirat.
Polisi akan menuntut Jariyaporn dengan tuduhan penipuan. Thitirat juga menyatakan pihaknya menuntut Jariyaporn mengembalikan asetnya kepada para pemilik yang sah.
© Dream
Sekitar 13 orang telah mengajukan keluhan ke Biro Penindakan Kejahatan pada hari Selasa melawan Jariyaporn karena dia telah menipu mereka masing-maisng sebesar 100 ribu Baht hingga 500 ribu Baht, setara Rp40 juta hingga Rp200 juta. Pengacara Songkran Atchariyasap pun membawa salah satu pria ke konferensi pers.
Jariyaporn juga dituduh telah melakukan penggelapan dan penipuan di Pathum Thani, Shanthaburi, Shumphon, Rayong dan Loei. Kejahatan-kejahatan yang dituduhkan itu dilakukan sebelum dia diduga berulang kali memikat orang ke dalam hubungan romantis secara online dan kemudian melarikan diri dan membawa kabur uang mas kawin.
Pengacara Songkran mengatakan polisi dapat menyita aset Jariyaporn, walaupun hukum Thailand biasanya menganggap mas kawin sebagai aset yang diberikan karena keinginan dan secara otomatis berhak diterima pihak perempuan.
Dalam kasus ini, kata Songkran, wanita tersebut diduga memiliki maksud kriminal dan juga menyamar sebagai orang lain.
(Sumber: asiaone.com)