Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dodi alias Otong, pelaku penganiayaan terhadap Heri Trianto yang merupakan Ketua RT 03 RW 01 Kedaung, Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat ditangkap polisi.
Penangkapan terjadi saat Otong berada di rumah orangtuanya dekat SMP 132 Kedaung. Saat akan ditangkap, Dodi sempat melawan. Akibatnya, polisi menembak kaki kirinya.
" Ditembak pada bagian kaki kiri," ujar Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri, Kamis 4 Juli 2019.
Otong dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.
Kasus ini bermula ketika Otong kerap ditegur Heri lantaran sering main ke rumah Maryam, yang sudah berkeluarga. Heri mengingatkan agar tidak berselingkuh.
Jengah dengan teguran itu, Otong tidak terima dan sempat memukul Heri. Selang beberapa waktu, Otong kemudian mengambil pedang dan langsung mengayunkan ke arah lengan Heri.
Setelah melukai Heri yang juga seorang anggota TNI, Otong langsung melarikan diri.
Dream - Warga RT 01 Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat dihebohkan kasus penganiayaan yang menimpa anggota Kostrad sekaligus Ketua RT, Heri Trianto.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri mengatakan, penganiayaan dengan senjata tajam itu diduga dilakukan Dodi alias Otong pada Selasa, 2 Juli 2019.
" Telah terjadi penganiayaan terhadap anggota TNI, Kopda Heri Trianto," ujar Khoiri dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Juli 2019.
Peristiwa bermula ketika Heri menegur Otong karena diduga berselingkuh. Saat kejadian, Otong diketahui tengah membawa seorang wanita.
" Merasa tidak senang, pelaku langsung menyerang dengan sebilah badik dan pada saat itu pelaku sempat dipukul oleh warga dengan balok, sehingga mengenai kepala bagian belakang dan senjata tajam dapat diamankan," ucap dia.
Setelah itu, Heri melaporkan peristiwa itu ke Polsek Cengkareng. Tapi, saat dia hendak pulang, pelaku bersama tiga temannya telah menunggu Heri.
Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menyabetkan parang dan mengenai lengan kiri Heri. Setelah melakukan aksinya, Otong dan teman-temannya langsung melarikan diri. Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku.
Dream - Sejumlah pekerja berseragam biru terekam kamera mendapat makian dari seorang pria berbaju oranye.
Peristiwa yang diunggah akun Twitter @juntakmardaupg1 itu ramai menjadi pembicaraan karena ujaran rasis yang dilontarkan pria berbaju oranye.
" Kamu enak-enak ya cuman berak aja. Pribumi mau dilewatin. Kamu mau hadap-hadapan sama pribumi," ujar pria berbaju oranye.
Menurut si pengunggah, peristiwa itu terjadi di Cicada, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, 29 Juli 2019. Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu para karyawan itu tampak dibariskan dan mendapat intimidasi.
Kbar kmaren sob...nih lebih lengkap pic.twitter.com/OZUO5RgiLl
— @juntakmardaup# (@Juntakmardaupg1)June 30, 2019
Meski demikian, tak jelas alasan si pria berbaju oranye itu melakukan intimidasi. Si pria berbaju oranye juga menanyakan kapan para karyawan itu mulai bekerja dan siapa yang menggajinya.
" Siapa yang keluarin duit itu? Apa mau gua habisin sekarang? Ikut gua semua," ujar dia.
Para pekerja berkemeja biru itu mengatakan berasal dari sejumlah daerah di luar Kabupaten Bogor.
Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, belum mendapat laporan mengenai aksi intimidasi tersebut.
" Belum ada laporan," kata Ita, Rabu, 3 Juli 2019.
Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak menahan diri terkait kasus SM, wanita yang membawa anjing ke dalam Masjid Al-Munawaroh, Bogor. Tak ada yang boleh main hakim sendiri.
" Kita tidak boleh ambil tindakan, katakanlah, membalas di gereja atas tindakan seseorang. Itu juga tidak disetujui pimpinan agama yang bersangkutan," ucap Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Selasa 2 Juli 2019.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengimbau masyarakat mempercayakan pengusutan kasus tersebut kepada polisi. Sehingga kasus ini tidak melebar.
" Jadi supaya tidak melebar, polisi harus ambil tanggung jawab karena itu juga merupakan suatu penodaan keagamaan terhadap masjid yang tidak seharusnya memasukkan anjing ke masjid," ujar pria yang karib dengan panggilan JK itu.
Menurut JK, tindakan SM yang masuk ke masjid dengan memakaia sepatu dan membawa anjig memang melanggar. Sehingga harus diusut sesuai dengan aturan yang berlaku.
" Pelanggaran betul itu. Maka pelanggaran itu harus dilakukan secara hukum," kata JK.
SM saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bogor. Atas perbuatannya, SM dijerat pasal penodaan agama. Terkait dugaan SM mengidap gangguan jiwa, polisi nantinya menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya