Pengedit Video Fitnah Sowan dan Minta Maaf ke Gus Mus

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 9 April 2019 13:00
Pengedit Video Fitnah Sowan dan Minta Maaf ke Gus Mus
Gus Mus berharap penyesalan pembuat video dapat menjadi pelajaran.

Dream - Tokoh senior Nahdlatul Ulama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, KH Musthofa Bisri, sempat menjadi korban video fitnah.

Video itu menggabungkan pernyataan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, dengan pernyataan ulama yang akrab disapa Gus Mus itu.

Pembuat video tersebut akhirnya sowan ke kediaman Gus Mus untuk meminta maaf. Hal itu disampaikan Gus Mus lewat akun Instagramnya, @s.kakung.

" Namanya Zainal dari Batam. Masih sangat muda. Jauh-jauh dia datang dari Batam untuk meminta maaf, karena mengedit video (menggabungkan videoku dengan video lain untuk mendiskreditkan salah seorang calon presiden). Kelihatannya dia betul-betul menyesal," tulis Gus Mus, diakses pada Selasa 9 April 2019.

Gus Mus berharap penyesalan Zainal dapat menjadi pelajaran bagi pemuda itu. Juga bagi masyarakat luas agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai sesuatu.

" Berlebih-lebihan dalam menyukai dan membenci (termasuk kaitannya dengan Pilpres ini), bisa menghilangkan akal sehat," kata Gus Mus.

 
 
 
View this post on Instagram

Namanya Zainal dari Batam. Masih sangat muda. Jauh-jauh dia datang dari Batam untuk meminta maaf, karena mengedit video (menggabungkan videoku dengan video lain untuk mendeskreditkan salah seorang calon presiden). Kelihatannya dia betul-betul menyesal. Mudah-mudahan penyesalannya ini benar-benar membuka matanya dan jadi pelajaran baginya --dan bagi lainnya yang mengalami hal yang sama-- bahwa: berlebih-lebihan dalam menyukai dan membenci (termasuk kaitannya dengan Pilpres ini), bisa menghilangkan akal sehat, minimal bisa membuat lupa bahwa: 1. Pemilu dan Pilpres ini adalah agenda rutin 5 tahunan (melihat umurnya, secara lahir, Zainal ini masih akan mengalami berkali-kali pemilu dan pilpres); 2. Kita semua saudara sebangsa Indonesia dan semua Capres-cawapres adalah tokoh-tokoh Indonesia yang menginginkan kemajuan Indonesia dan kebaikan bangsa Indonesia. 3. Bila masing-masing pendukung hanya memuji dan menonjolkan keunggulan calonnya, tanpa menjelekkan calon 'lawan', maka semua calon akan tampak baik semua. Sebaliknya bila kedua pihak saling menjelekkan 'lawan', maka yang tampak hanya kejelekan keduanya belaka. Semoga Allah merahmati Indonesia dan bangsa Indonesia. ��

A post shared by Ahmad Mustofa Bisri (@s.kakung) on

1 dari 4 halaman

Pesan Gus Mus

Gus Mus juga mengingatkan bahwa kebencian dan fitnah terkait pemilu telah membuat orang lupa akan tiga hal. Pertama, pemilu adalah ajang lima tahunan yang akan terus berlangsung di waktu-waktu mendatang.

" (Ke dua) kita semua saudara sebangsa Indonesia dan semua Capres-cawapres adalah tokoh-tokoh Indonesia yang menginginkan kemajuan Indonesia dan kebaikan bangsa Indonesia," terang Gus Mus.

Sedangkan hal ke tiga yang disinggung Gus Mus adalah kecenderungan pendukung menjelek-jelekkan pasangan lawan. Padahal, akan lebih baik jika pendukung lebih menonjolkan kelebihan pasangan yang didukungnya.

" Bila masing-masing pendukung hanya memuji dan menonjolkan keunggulan calonnya, tanpa menjelekkan calon 'lawan', maka semua calon akan tampak baik semua. Sebaliknya bila kedua pihak saling menjelekkan 'lawan', maka yang tampak hanya kejelekan keduanya belaka," kata dia.

2 dari 4 halaman

Diserang Hoax, Gus Mus: Karena Politik, Tega Buat Video Editan Seperti Ini

Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menyesalnya munculnya video fitnah yang ditujukan kepadanya. Lewat akun Instagram pribadi, @s.kakung, Gus Mus menegaskan video tersebut merupakan hasil editan.

Dalam video itu, tampak pidato Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Ma'ruf Amin, yang sedang berpidato. Ma'ruf menyampaikan penjelasan pembangunan infrastruktur di era Presiden Joko Widodo.

" Bahkan sekarang sudah bikin tol, tol darat, tol laut, tol udara, tol langit juga ada," kata Ma'ruf dalam video itu.

Adegan selanjutnya memperlihatkan wawancara Gus Mus yang menyoroti tentang kehidupan para kyia. Potongan adegan itu dipasang seolah-oleh Gus Mus mengomentari video Ma'ruf Amin.

" Itu jelas ada yang soak itu, ndak waras itu karena apa? Karena berlebih-lebihan," kata Gus Mus.

3 dari 4 halaman

Video Asli Soal Topik yang Dibahas Gus Mus

Sesungguhnya, komentar yang disampaikan Gus Mus tersebut tak berkolerasi. Di Instagram, Gus Mus menyebut video tersebut penuh rekayasa.

" Gara-gara kepentingan politik sesaat, ada manusia yang tega membuat editan seperti ini. Rekayasa keterlaluan semacam ini sama sekali tidak sebanding dengan keuntungan politis, kalau memang ada, yang akan diperoleh dan dinikmatinya," tulis Gus Mus.

Gus Mus, pun berharap si pembuat video rekayasa tersebut segera mendapat hidayah dari Allah. " Bila yang membuat rekayasa ini manusia beriman, semoga Allah memberi hidayah dan kesejahteraan hidup yang cukup," kata dia.

Video Gus Mus yang ditayangkan itu merupakan hasil wawancara sebuah media dan diunggah ke Youtube pada 9 Maret 2019 dengan judul Blak-blakan Gus Mus, Pemilu Bukan Perang Badar.

Video Gus Mus itu sebetulnya berbicara mengenai kondisi politik identitas dan Islam dalam pemilu 2019. Namun kemudian dipotong dan digabungkan seolah mengomentari pidato KH Ma'ruf Amin.

4 dari 4 halaman

Pengunggah Video Minta Maaf

Permintaan maaf pembuat video (Foto: Instagram/@shenall.ap)

Permintaan maaf pembuat video (Foto: Instagram/@shenall.ap)

Akun pengunggah video tersebut yaitu @shenall.ap. Di Instagram pribadinya, video tersebut sudah tak terlihat. Setelah video tersebut viral karena diunggah Gus Mus, pemilik akun tersebut meminta maaf.

" Buat saudara-saudaraku yang kecewa dengan postingan ana saya minta maaf. Kalau ada yang bisa saya hubungi supaya permohonan maaf saya bisa sampai ke @s.kakung," tulis dia.

Beri Komentar