Proses Ijab Kabul Di Samping Korban Bus Sriwijaya (Foto: Instagram @palembangwikwik)
Dream - Keluarga korban Bus Sriwijaya yang masuk jurang di Sungai Lematang, Pagar Alam, Sumatera Selatan masih diliputi haru. Di tengah tangis kesedihan, keluarga Warsono, salah satu korban bus Sriwijaya yang meninggal melangsungkan pernikahan.
Putri Warsono, Dwi Fitri Rahmani, dinikahi kekasihnya Rahmat Kasmantri. Pasangan itu menikah di samping jenazah Warsono.
Akad nikah berjalan khidmat dan haru. Tangis harus mewarnai gelaran proses pernikahan ini.
Wakil Bupati Banyuasin, Slamet menjadi saksi pernikahan Dwi dan Rahmat. Dia mengaku bersyukur karena prosesi akad berjalan lancar.
" Alhamdulillah akad nikah ini berjalan lancar. Pernikahan akan digelar pada hari Minggu (29 Desember 2019)" kata dia.
Acara akad nikah terpaksa dipercepat karena permintaan dari keluarga korban.
Prosesi akad nikah yang diposting di akun Instagram @palembangwikwikwik, turut mengundang haru para warganet. Ternyata banyak warganet yang menuliskan komentar, kenal dengan sosok puteri korban maupun korban sendiri.
Seorang warganet mengucapkan selamat dan bela sungkawa. Dia mengaku mengenal Dwi Fitri Rahmani dan terkejut dengan kabar itu.
" Pengantin perempuan itu teman kerjaku di pabrik. Sedih nian rasanya," tulis warganet tersebut
" Yang meninggal itu mas Warsono Abdullah, kawan kerja aku. Memang Pipit itu anaknya nikah tanggal 29 Desember ini. Tapi Allah berkehendak lain," ujar warganet lain.
Sumber: Liputan6.com/Nefri Inge
Dream - Di zaman serba digital, semua transaksi menjadi lebih mudah dan cepat dengan adanya pembayaran non tunai. Meski bagi sebagian orang sistem non-tunai masih dianggap asing.
Sistem pembayaran non-tunai terus disosialisasikan oleh sejumlah pihak. Mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pelaku industri keuangan hingga masyarakat.
Demikian halnya dengan pasangan pengantin baru asal Makassar, Sulawesi Selatan. Resepsi pernikahan mereka viral di media sosial.
Sebabnya, pasangan ini menerapkan cara unik dalam menerima sumbangan. Bukan dalam bentuk angpao tunai melainkan sumbangan non-tunai melalui kode QR.
Adalah Rahmayani Rahim dan Rahmat Abdullah yang merayakan pesta pernikahannya dengan gaya lebih modern.
Ratusan tamu terlihat datang di Gedung Serba Guna Aisyiyah di Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar.
Namun sebelum para tamu memberikan ucapan selamat, ada hal unik yang harus dilakukan.
Tidak seperti biasanya, para tamu tidak menaruh amplop berisi uang di dalam kotak yang disediakan.
Uang kondangan yang biasa disebut Passolo dalam budaya Bugis Makassar diminta menggunakan aplikasi pembayaran non-tunai.
Setiap tamu yang akan memberikan Passolo hanya perlu memindai barcode yang sudah disediakan.
Setelah itu, aplikasi akan menampilkan nominal uang yang akan ditransfer ke mempelai. Uang kondangan kemudian akan langsung masuk ke rekening pengantin.
Menurut Rahmayani, ide awal memanfaatkan pembayaran non-tunai untuk Passolo ini datang dari salah satu temannya yang bekerja di bank.
Sumber: Instagram Makassar_iinfo
Sekarang tak perlu amplop untuk kasih uang kondangan. Cukup dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai dan barcode.
View this post on Instagram