(Foto: Instagram @TMCPoldaMetro)
Dream - Kasus Covid-19 menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan sudah mendekati kondisi seperti awal-awal pandemi.
Namun demikian, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengungkapkan penurunan ini terjadi ternyata bukan karena protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan). Faktor pembatasan mobilitas dan kegiatan masyarakat diakui telah berjalan efektif menangkal penyebara virus Covid-19.
Indikator ini terlihat setelah Pemerintah mulai melonggarkan mobilitas masyarakat. Terjadi kenaikan angka pergerakan masyarakat.
" Ini menunjukkan bahwa upaya kita untuk menjaga protokol kesehatan 3M belum maksimal dan belum menjadi faktor utama penurunan kasus Covid-19," ujar Wiku, disiarkan Sekretariat Presiden.
Padahal, Wiku menyatakan pembatasan mobilitas tidak bisa dijalankan terus menerus. Ini mengingat banyak dampak negatif yang bisa timbul. Belum lagi soal anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah dalam jumlah besar untuk melakukan program pembatasan mobilitas masyarakat.
" Pembatasan mobilitas dan aktivitas tentunya tidak dapat terus menerus kita lakukan, yang dapat terus menerus kita lakukan adalah disiplin protokol kesehatan," kata dia.
Karena itu, Wiku menekankan masyarakat untuk semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga penularan dapat dicegah tanpa perlu lagi diberlakukan pembatasan mobilitas.
" Saya tekankan bahwa apapun upaya yang akan dilakukan jika pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan tidak kuat, maka-hal-hal tersebut tidak akan berjalan efektif," terang dia.
Dream - Jumlah kasus Covid-19 harian secara nasional dilaporkan terus mengalami penurunan. Namun masyarakat diimbau tetap mematahui protokol kesehatan karena pengelola Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, melaporkan masih terdapat penambahan jumlah pasien.
Data per Jumat, 1 Oktober 2021, ada 14 pasien baru Covid-19 yang dirawat di RSD Wisma Atlet. Sehingga, saat ini total pasien di fasilitas kesehatan khusus tersebut menjadi 280 orang.
" Jumlah pasien rawat inap terdiri dari 95 pria, 185 wanita," ujar Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian.
Sejak pertama kali beroperasi pada 23 Maret 2020 hingga hari ini, sebanyak 128.139 pasien Covid-19 dirawat di RSD Wisma Atlet. Dari jumlah tersebut, 127.859 sudah keluar.
Secara rinci, sebanyak 1.039 pasien keluar RSD Wisma Atlet karena rujuk ke RS lain dan 126.227 pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan sisanya sebanyak 596 pasien meninggal.
Sementara, data Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang per Jumat pukul 08.00 WIB mendapat tambahan 10 pasien Covid-19. Sehingga total pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang menjadi 305 orang dengan rincian 180 pria dan 125 wanita.
Total pasien di RSKI Pulau Galang sejak pertama kali beroperasi pada 12 April 2020 hingga sekarang mencapai 16.687 orang. Sebanyak 16.381 orang sudah keluar.
Rinciannya, 42 pasien rujuk ke rumah sakit lain dan 9.041 sudah pulih. Sementara, 7.297 suspek dinyatakan selesai dirawat dan satu orang meninggal dunia, dikutip dari Merdeka.com.
Meski demikian, Reisa mengatakan vaksinasi terus digenjot. Ini mengingat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.
" Kita pastikan vaksinasi itu merata dan setara, untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak kita tercinta," kata dia.
Prinsip tersebut juga berlaku untuk warga negara asing. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4638/2021, selain diplomat dan pemegang izin tinggal sementara maupun tetap, WNA berstatus pengungsi berhak mendapatkan vaksinasi dengan skema Gotong Royong.
" Langkah ini menunjukkan Indonesia mendukung National Unity and Global Solidarity sebagai kunci mengatasi pandemi," ucap dia.