Perjalanan `Si Ratu Pesta`, Jadi Mualaf Lalu Berhijab

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 5 Juli 2014 16:03
Perjalanan `Si Ratu Pesta`, Jadi Mualaf Lalu Berhijab
Heather mengakui Islam telah mengajarkan tentang cinta sejati, bukan kepalsuan dan nafsu. Heather kini membaca Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris setiap harinya dan berpuasa di bulan Ramadan.

Dream - Perjalanan Heather Matthews, 27 tahun, dari seorang gadis yang suka pesta menjadi wanita Muslim berhijab dalam waktu hanya tiga bulan, cukup menakjubkan.

Heather menyadari perubahan drastisnya itu akan mengejutkan teman-temannya. Namun wanita berprofesi guru honor ini mengatakan, Islam membawakan kasih sayang dan kebahagiaan ke dalam hidupnya. Sesuatu yang tidak pernah didapatkannya saat sebelum memeluk Islam.

Ibu dari dua putri ini memeluk Islam dua bulan setelah kembali dari liburan di Ibiza.

" Saya pikir saya perlu untuk bertindak dan berpakaian dengan cara tertentu agar merasa baik tentang diri saya. Saya melihat gadis-gadis sekarang dan berpikir tentang bagaimana mereka menggambarkan dirinya kepada orang lain, terutama laki-laki," katanya.

Menurutnya, penampilan adalah tentang harga diri. Jika seorang wanita berpakaian dan bertindak dengan cara tertentu, benar atau salah, mereka juga akan diperlakukan dengan cara tertentu pula.

Heather mengakui, Islam telah mengajarkan tentang cinta sejati, bukan kepalsuan dan nafsu. " Saya bahkan bisa melihat logika dalam pernikahan berdasarkan hukum Islam," tambahnya.

Menurut sebuah studi oleh kelompok multi-agama Faith Matters bahwa jumlah mualaf di Inggris sekarang telah melampaui 100.000 orang. Dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Disebutkan juga, kebanyakan dari mereka adalah wanita di usia rata-rata 27 tahun.

Perjalanan Heather ke Islam dimulai ketika ia berusaha meyakinkan mantan suaminya Jerrome, seorang mualaf, bahwa agama Islam itu salah. Heather merasa " curiga" dengan agama tersebut. Dia pun kemudian mulai mempelajari tentang Islam untuk mencari-cari kesalahannya.

Meski pun mereka berpisah tahun lalu, Heather terus belajar tentang Islam. Semakin dalam dia mempelajarinya, semakin dalam dia memahami Islam secara benar. Sehingga sekitar empat minggu lalu, dia mengakhiri pencariannya dan memutuskan kembali ke Islam.

" Saya mengucapkan dua kalimat syahadat dengan mengulangi kalimatnya di depan Imam di pusat multi-agama Preston," kenang Heather.

" Saya kemudian dibantu beberapa saudara muslimah. Mereka memberi saya hijab dan buku-buku Islam untuk merayakan kembalinya saya ke Islam. Itu benar-benar indah," katanya.

Namun " mantan" teman-teman pesta Heather terkejut dengan keputusannya memeluk agama yang mereka anggap sebagai penindas kaum perempuan dan berhijab.

" Mereka mungkin berpikir " Oh, itu hanyalah salah satu dari mode Heather. Tapi bukan begitu. Ini adalah apa yang saya cari selama hidup saya yang diisi dengan kepuasan semu," ujar ibu dari Ellah, 5 tahun dan Halle, 2 tahun.

Heather awalnya sangat hati-hati terhadap respon keluarganya. Tapi yang paling mengejutkan justru respon dari orang-orang yang ditemuinya di jalan, terutama efek hijab yang dikenakannya.

" Tidak ada laki-laki mencoba untuk ngobrol dengan saya. Ketika saya mengenakan hijab saya bisa tersenyum pada semua orang tanpa mereka berpikir yang tidak-tidak," kata Heather bangga.

" Saya sangat setuju dengan prinsip-prinsip Islam tentang tidak berhubungan seks dengan seseorang sebelum menikah. Jadi saya pikir pasangan saya berikutnya haruslah seorang Muslim yang terlatih," katanya.

Sejak memutuskan menjadi Muslim, Heather sudah tidak minum-minuman beralkohol dan hanya makan-makanan yang halal. Dia juga mencoba untuk berpuasa di bulan Ramadan.

Heather kini membaca Alquran dengan terjemahan bahasa Inggris setiap harinya. Dia juga ingin belajar bahasa Arab sehingga ia bisa membaca doa lima kali sehari. Tapi dia tidak akan memaksa kedua putrinya dari pernikahannya dengan Jerrome untuk memeluk Islam.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar