Peti Jenazah Dibuka, Satu RT di Cilacap Kena Lockdown

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 24 September 2020 13:17
Peti Jenazah Dibuka, Satu RT di Cilacap Kena Lockdown
Istri dari jenazah sendiri juga meninggal.

Dream - Warga yang tinggal di salah satu RT di Cilacap, Jawa Tengah, terpaksa terkena karantina atau lockdown lokal. Hal ini dipicu insiden pembukaan peti jenazah yang meninggal dan dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Pramesti Griana Dewi, mengatakan warga dan keluarga jenazah sudah menjalani tes usap (swab test) pada Senin, 21 September 2020. Sembari menunggu hasil, wilayah sekitar tempat kejadian dikarantina.

" Ada 30 orang kontak yang di-swab oleh tim tracing Dinas Kesehatan, dan puskesmas," ujar Dewi, dikutip dari Liputan6.com.

Karantina diterapkan agar tidak terjadi penularan Covid-19 yang meluas. Dewi mengatakan jika hasil tes sudah diketahui, pihaknya akan mengambil tindakan selanjutnya.

" Se-RT dikarantina. Sekarang sudah mulai dikarantina untuk mengantisipasi penyebaran. Nanti kalau sudah ada hasil, kita tetapkan lagi langkah selanjutnya," ucap dia.

 

1 dari 2 halaman

Istri dari Jenazah Juga Meninggal

Sementara, istri dari jenazah Covid-19 sendiri juga meninggal pada Senin pagi di hari yang sama dengan pelaksanaan swab test. Wanita itu belum mendapat perawatan dari rumah sakit sebelum meninggal.

Tetapi, dia meninggal dengan gejala seperti Covid-19. Sehingga jenazahnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan swab test post-mortem.

" Dibawa ke rumah sakit untuk swab post-mortem, pemulasaraan jenazah sesuai prosedur Covid-19 dan sudah dimakamkan," kata Dewi.

 

2 dari 2 halaman

Kronologi Insiden

Insiden pembukaan peti ini berawal dari meninggalnya pasien pria asal Cilacap di rumah sakit di Banyumas. Pasien tersebut dimakamkan pada Kamis, 17 September 2020.

Sebelum dimakamkan, pihak rumah sakit sudah memberitahu keluarga untuk tidak membuka peti jenazah. Tetapi, pihak keluarga tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut karena hasil laboratorium belum keluar.

Akhirnya, peti dibuka dan jenazah dimakamkan seperti kondisi normal. Pada Sabtu, 19 September 2020, hasil laboratorium keluar dan menyatakan jenazah pria tersebut positif terinfeksi Covid-19.

Untuk mencegah penularan lebih meluas, Dewi mengatakan akan memasifkan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Sumber: Liputan6.com.

Beri Komentar