Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Dream - DKI Jakarta telah memiliki nomor panggilan ambulans gawat darurat 112/119. Layanan 24 jam ini disediakan bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat kesehatan.
Gubernur Anies Baswedan pun memuji sigapnya petugas Ambulans Gawat Darurat (AGD). Dia menyaksikan sendiri bagaimana petugas medis bekerja memberikan layanan gawat darurat kepada warga.
Anies mengaku pernah menghubungi layanan 112/119. Dia menggunakan jasa layanan AGD ketika ibunya, Aliyah Rasyid, sedang mengalami masalah dengan syaraf hingga tidak bisa bergerak.
" Kondisinya memang tidak mungkin dibawa sendiri, jadi kita pesan ambulans," ujar Anies, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 7 Mei 2019.
Setelah 20 hingga 25 menit usai menelepon, ambulans datang ke rumah Anies. Petugas pun sigap memberikan layanan medis sementara kepada ibu Anies.
" (Ibu) dibawanya juga menggunakan alat seperti tandu. Jadi pasang tandu, dibawa, terus ke rumah sakit," kata Anies.
Anies memuji betapa tangkasnya petugas AGD. Dia menyatakan layanan ini bisa diakses oleh semua warga Jakarta yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakangnya.
Anies melanjutkan ketika mengontak nomor darurat, dia sama sekali tidak menyebut jabatan. Bahkan petugas ambulans sampai tidak tahu rumah yang mereka datangi adalah kediaman sang Gubernur.
" Memang ketika mereka datang, mereka tidak tahu itu di rumah saya, dan pas masuk ruangan saya lagi ganti baju. Jadi waktu saya datang, mereka kaget pas saya di situ," ucap Anies.
Selanjutnya, Anies mengatakan ibunya sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Sore ini, Anies berencana pulang cepat.
" Karena itu (sakit) tidak bisa gerak sama sekali, (ibu) dirawat tiga hari di Rumah Sakit Pondok Indah, terus dua hari lalu pulang dan sekarang di rumah, jadi saya sudah janji nanti pulang awal. Ibu bilang ingin bikin nasi tumpeng," kata Anies.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)
Dream - Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menyampaikan terima kasih atas komentar mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengenai banjir. Tidak hanya kepada Ahok, Anies juga melakukan hal yang sama untuk seluruh gubernur yang pernah memimpin Jakarta.
" Termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait dengan banjir, apalagi Pak Basuki. Karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibandingkan banjir yang pernah dialami Pak Basuki," ujar Anies, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 2 Mei 2019.
Diakui Anies banjir yang terjadi kemarin tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Indikasinya terlihat dari jumlah pengungsi yang hanya mencapai sekitar 1.600 jiwa.
" Kalau dulu, bisa sampai 200 ribu, jadi beliau memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan dengan apa yang saya alami kemarin," kata dia.
Selain itu, kata Anies, banjir hanya melanda bantaran sungai. Ini karena arus air sudah dikendalikan dari hulu.
" Memang banjirnya itu di bantaran sungai, karena ada air dari hulu. Belum sampai masuk ke wilayah saringan, belum sampai wilayah pompa," ucap Anies.
Lebih lanjut, Anies memberikan apresiasi atas saran dari Ahok. Terutama mengenai antisipasi hal teknis terkait banjir.
" Nanti kita akan cek juga, tapi poin utamanya adalah kita apresiasi semua perhatian dan Insya Allah semua yang disebut sebagai isu-isu teknis akan selalu diantisipasi dengan baik," terang Anies.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti)
Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan tanggapan terkait cuitan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang meminta warga untuk membantuk korban banjir. Ia mengaku mengapresiasi dengan apa yang dilakukan Ahok.
" Ya (apresiasi). Ya, dari dulu gitu," ujar Anies dikutip dari laman Liputan6.com, Minggu 28 April 2019.
Beberapa waktu lalu, Ahok me-retweet unggahan Twitter Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho soal banjir di Jakarta.
" Kepada warga DKI, harap waspada terhadap banjir. Mari fokus untuk membantu para korban banjir. Dan jangan membuang sampah sembarangan." cuit Ahok, Jumat 26 April 2019.
Berdasarkan data yang dikeluarkan BPBD DKI Jakarta, banjir diakibatkan dari luawapan Sungai Ciliwung. Rata-rata tinggi air dalam banjir ini mencapai 220-250 sentimeter.
Wilayah yang terdampak banjir yakni Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Cililitan, Jakarta Timur, Kampung Melayu, Jakarta Timur dan beberapa wilayah lain.
Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie)