Credit: Aceh Documentary
Festival Kreatif Lokal 2020 berhasil mengenalkan banyak UMKM baru dari berbagai kategori. Menariknya, bukan hanya unik, tetapi hampir semua pesertanya sangat berbakat di bidangnya masing-masing. Dari semua peserta yang mengikuti serangkaian proses penjaringan dan penyaringan, setidaknya ada 18 finalis yang memikat hati juri.
Salah satunya adalah Aceh Documentary dari kategori vidoegrafi. UMKM yang bergerak sebagai lembaga edukasi, produksi, sekaligus apresiasi film hingga riset pengembangan film berbasis komunitas ini pun bahkan menjadi satu-satunya yang konsisten di Indonesia sejak 2013.
Lebih lanjut, berikut profil Aceh Documentary sebagai finalis Festival Kreatif Lokal 2020.
Aceh Documentary dibentuk oleh Faisal Ilyas. Mulanya usaha ini dibentuk sebagai komunitas dari komunitas 25 orang volunteer. Namun, seiring berjalannya waktu, Aceh Documentary menjadi lembaga social entrepreneur (socialpreneur) yang berpengalaman di bidang produksi media dan komunikasi. Usaha ini memproduksi video, film dan layanan produksi film layar lebar atau komersil.
Sejak 2013 silam Aceh Documentary berupaya meningkatkan keahlian kelompok masyarakat di semua aspek perfilman. Selain itu, usaha ini juga mendorong implementasi medium film dalam kampanye sosial, lingkungan, pendidikan,
budaya dan kearifan lokal.
Itulah kenapa tim Aceh Documentary terdiri dari individu yang memiliki pengalaman yang matang, mulai dari creative director, director, producer, DoP, art director. Pelayanan sepenuh hati adalah tagline kami, kami berupaya untuk menyuguhkan ide kreatif melalui perspektif yang baru.
Usaha ini tergolong socialpreuner di mana 50% porsi edukasi, apresiasi dan eksibisi, dengan target audience anak muda usia 17-37 tahun yang memiliki passion di dunia audio visual. Aceh Documentary bekerjasama dengan para pihak, seperti pemda, Kemenparekraf, Kemdikbud, dan Perusahaan yg memiliki
program sosial (CSR). Sedangkan untuk 50% lainnya sebagai rumah produksi, melayani jasa pra produksi (penulisan, manajemen produksi). Produksi (shooting, rental peralatan) dan post produksi) usaha ini menargetkan individu usia 25-50 tahun, UKM, korporat yang ingin melakukan branding, sosialisasi audio visual.
Sementara untuk pemasarannya dilakukan secara offline dan online. Secara offline, usaha ini memiliki tim marketing yang bekerja 6 hari dan memiliki target penjualan. Untuk online, usaha ini memanfaatkan media sosisal, website, dan YouTube sebagai upaya membangun positioning dan value usahanya.

Selama 7 tahun, Aceh Documentary sudah memproduseri 63 Judul film dokumenter, 125 Sutradara muda, lebih dari 300 event screening, kajian dan apresiasi film sejak 2013. Kini Aceh Documentary memiliki 10 karyawan tetap dan 15 karyawan freelance dengan sistem penggajian Rp5.000.000,- s/d Rp7.000.000,- /orang untuk karyawan tetap dan sistem borongan per proyek/event/produksi film untuk para freelancer-nya.
Bukan hanya sukses secara bisnis, Aceh Documentary juga sudah memberikan dampak lain bagi lingkungan sekitar. Mulai menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif khususnya sektor film, menambah nilai ekonomi serta mendorong ke arah industri film yang dihasilkan tenaga ahli film yang memiliki ketrampilan.
Selain itu, Aceh Documentary juga berhasil mengadakan sharing ekonomi di berbagai sector lain melalui kolaborasi saat produksi, apresiasi dan edukasi. Dampak lain yang tak kalah penting adalah menjadi rumah produksi yang tidak semata-mata dimanfaatkan oleh Aceh Documentary, melainkan untuk kepentingan berbagai pihak terutama pembuat film, serta membuka lapangan kerja bagi para pelaku industri perfilman.
Kini Aceh Documentary telah memiliki aset Rp70 juta per bulan. Kamu bisa cek langsung bentuk usahanya di www.acehdocumentary.com maupun akun instagram @acehdoc. Adapun harapan Aceh Documentary mengikuti Festival Kreatif Lokal 2020 ini agar bisa menambah networking, menambah value advantage lembaga, meningkatkan kapasitas tim, hingga mendapatkan calon potensial investor.
Festival Kreatif Lokal 2020 adalah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Adira Finance bekerjasama dengan Kemenparekraf RI bertemakan #BangkitBersamaSahabat yang diadakan mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021 mendatang. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Adira Finance terhadap program Kemenparekraf RI #BeliKreatifLokal dan Bangga Buatan Indonesia.