Laurent Booth, Adik Ipar Mantan PM Inggris Tony Blair Yang Menjadi Mualaf (telegraph.co.uk)
Dream - Aktivis Islam damai asal Inggris, Laurent Booth menyebut paham radikalisme tersebar dengan begitu mudah di kalangan anak muda disebabkan kurangnya edukasi mengenai Islam. Mantan wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah yang seorang mualaf ini mendapatkan fakta tersebut dari kerapnya dia berinteraksi dengan kelompok muslim muda, terutama di kawasan Timur Tengah.
" Dari berbagai edukasi yang saya jalani, mayoritas anak muda gampang sekali dipengaruhi paham-paham Islam keras. Mereka adalh generasi yang kurang terdidik," ujar Booth, dikutip Dream.co.id dari nu.or.id, Sabtu, 17 Oktober 2015.
Booth mengatakan tindak radikalisme mengarah terorisme yang kerap terjadi belakangan ini didominasi oleh kaum muda. Menurut dia, mereka kerap mendapat pengetahuan yang hanya menonjolkan kekerasan.
" Tekanan kelompok radikal kepada anak-anak muda sangat keras sehingga masa depan mereka pun menjadi sangat mengkhawatirkan,” kata dia.
Booth tengah berkunjung ke Indonesia untuk menyebarkan misi perdamaian. Dia mengaku terkesima dengan umat Islam Indonesia yang menjalankan kehidupan beragama dengan penuh damai.
" Secara umum, saya senang sekali bisa berkunjung ke Indonesia, masyarakatnya ramah meski kondisi jalanannya tidak nyaman karena macet," ungkap Booth sembari tersenyum.
Booth memeluk Islam ketika dia tengah bertugas di kawasan Timur Tengah lima tahun lalu. Dia begitu takjub dengan sahutan azan saat tengah berada di gedung tinggi dan melihat seluruh muslim serentak menutup toko mereka untuk pergi ke masjid.
Adik ipar Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ini sempat merasakan ketidaknyamanan lantaran dikucilkan setelah memutuskan untuk menjadi mualaf. Tetapi, dia teguh untuk menjadi muslim dan keteguhan itu mendapat dukungan dari keluarga Blair.
" Saya tidak pernah memanfaatkan kekuasaan kakak ipar saya sebagai Perdana Menteri Inggris, saya hanya ingin berbagi kebaikan dengan anak-anak dan masyarakat di dunia tentang Islam yang sesungguhnya. Hal ini juga terinspirasi oleh berbagai pengalaman saya ketika dulu aktif menulis liputan di negara-negara konflik,” ungkap dia.