Real Count KPU Pagi: Jokowi Kuat di Bali, Prabowo Salip Sumsel

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 24 April 2019 11:26
Real Count KPU Pagi: Jokowi Kuat di Bali, Prabowo Salip Sumsel
Suara yang masuk baru 27,77 persen.

Dream - Jumlah suara yang masuk data real count KPU terus meningkat. Prosentase suara yang diperoleh para peserta Pemilihan Presiden 2019 pun kian berubah.

Data real count KPU per Rabu, 24 April 2019 pukul 10.00 WIB mencatatkan data dari 225.911 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk. Jumlah itu baru sekitar 27,77 persen dari total TPS.

Dari data tersebut, Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 23.621.891 suara atau sekitar 55,57 persen.

Sedangkan Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno memperoleh 18.883.874 suara atau sekitar 44,43 persen.

Prosentase perolehan suara Jokowi-Ma'ruf bertambah sebesar 0,44 persen dibandingkan data pada Selasa malam, 23 April 2019. Hingga pukul 20.00 WIB, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 19.198.789 suara atau 55,13 persen.

Sedangkan prosentase suara Prabowo-Sandi justru menunjukkan penurunan sebesar -0,54 persen. Pada Selasa pukul 20.00 WIB, Prabowo-Sandi mendapatkan 5.623.028 suara atau 44,87 persen.

Data real count KPU ini terus mengalami perubahan. Ini karena belum semua TPS memasukkan data perolehan suara.

 

1 dari 4 halaman

Sebaran Kantong Suara

Masing-masing pasangan calon memiliki jumlah kantong suara yang terus membesar. Keduanya unggul di beberapa provinsi.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf tidak lagi hanya memiliki dua kantong suara terbesar yaitu Jawa Tengah dengan 4.768.630 suara dan Jawa Timur dengan 3.187.551.

Pasangan ini memiliki kantong suara terbanyak baru di atas 1 juta yaitu di Sumatera Utara dengan 1.426.831 suara dan Bali dengan 1.011.745 suara.

Sementara Prabowo-Sandi mengandalkan Jawa Barat dengan 1.914.201 suara dan Sumatera Barat dengan 1.425.526.

Pasangan ini juga memiliki kantong suara terbanyak di atas 1 juta yang baru, yaitu di Sumatera Selatan dengan 1.122.516 suara dan Sulawesi Selatan dengan 1.094.073 suara.

2 dari 4 halaman

Berikut Diagram Suara

Perolehan suara© KPU

Data perolehan suara Pilpres 2019 versi Real Count KPU per 24 April 2019 pukul 10.00 WIB

3 dari 4 halaman

Kantong-kantong Suara

Sebaran kantong suara© KPU

Sebaran kantong suara masing-masing pasangan peserta Pilpres 2019 versi Real Count KPU per 24 April 2019

4 dari 4 halaman

Muhammadiyah Ajak Pulihkan Suasana Usai Pemilu 2019

Dream - Perhelatan Pemilihan Umum 2019 baru saja berlangsung. Saat ini, masyarakat Indonesia tengah menunggu hasil perhitungan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Terkait hal ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak semua pihak untuk memulihkan suasana usai Pemilu. Gesekan yang terjadi saat Pemilu hendaknya dilupakan sehingga suasana bisa kembali damai.

" Muhammadiyah mendorong semua pihak menggerakan masyarakat kembali ke aktivitas rutinnya," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Selasa 23 April 2019.

Haedar mengatakan, para pihak yang tidak sepakat dengan hasil Pemilu 2019 hendaknya tidak tidak melakukan mobilisasi massa dan lebih memilih menyelesaikan lewat jalur hukum.

Selain itu, panasnya suasana akibat pemilu dapat diredam oleh semua pihak, terutama pasangan calon presiden-calon wakil presiden beserta para pendukungnya.

" Kami percaya bahwa mayoritas masyarakat dan para tokoh di negeri ini ingin pemilu berakhir dengan baik, dengan sukses dan satu-satunya jalan, saya yakin juga semua berpaham ke situ," kata Haedar.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyampaikan hal senada. Menurut dia, merupakan tanggung jawab bersama terutama para pemimpin ormas Islam untuk mendukung terciptanya suasana kondusif usai Pemilu 2019.

" Pentingnya pemimpin Ormas Islam mendukung terciptanya situasi yang kondusif pasca Pemilu, terutama dinamika politik terkait pemilihan presiden dan wakil presiden," kata Mu'ti.

Sebelumnya, Haedar dan Mu'ti bersama sejumlah pimpinan ormas dan tokoh Islam lainnya bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin malam, 22 April 2019. Silaturahmi tersebut digelar untuk bersama mendorong penyelesaian sengketa pemilu lewat Mahkamah Konstitusi (MK) serta menciptakan kembali suasana damai.

Beri Komentar