Rekor Dunia Bermain Angklung Pecah di Australia

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 14 September 2014 19:15
Rekor Dunia Bermain Angklung Pecah di Australia
Sekitar 6.100 orang memainkan angklung bersama di Royal Adelaide Show, Australia, pada Sabtu malam kemarin. Catatan rekor dunia sebelumnya menyebut paling banyak diikuti 5.158 orang.

Dream - Sekitar 6.100 orang memainkan angklung bersama di Royal Adelaide Show, Australia, pada Sabtu malam kemarin. Meski belum resmi diumumkan oleh Guiness World of Record (GWS), panitia penyelenggara yakin telah memecahkan rekor dunia bermain angklung dengan peserta terbanyak. Sebab, catatan rekor dunia sebelumnya menyebut paling banyak diikuti 5.158 orang.

" Secara tidak resmi kita sudah membuat rekor baru karena di Washington, DC rekornya adalah 5.182 orang. Namun memang masih perlu waktu untuk proses penghitungan dan pengesahan sesuatu dengan prosedur dari Guiness World of Record," kata Ferry Chandra pimpinan Adelindo Angklung dikutip Dream dari ABC Internasional, Minggu 14 September 2014 .

Adelindo Angklung adalah kelompok angklung yang dibentuk sejak tahun 2011 dan dipimpin oleh Ferry Chandra yang sangat aktif memperkenalkan seni musik bambu asal Jawa Barat tersebut ke berbagai kalangan masyarakat di Adelaide, Australia Selatan. Malam tadi, sekitar 6.100 orang tampil bersama-sama memainkan dua lagu Waltzing Mathilda dan Happy Birthday To You. Ribuan orang ini memainkan dua lagu yang disambung (medley) selama lebih dari 5 menit sesuai ketentuan GWR.

Bila disahkan, keberhasilan memecahkan rekor dunia bermain angklung bersama ini mengesankan karena dilangsungkan di dalam acara Royal Adelaide Show (RAS), lomba pameran pertanian dan hasil lainnya yang menjadi acara tahunan terbesar di Adelaide, dan tahun ini merayakan ulang tahun ke-175. Semula, Ferry mengaku khawatir rekor ini tidak akan tercapai karena mereka yang hadir harus membayar untuk masuk ke dalam RAS.

" Kekhawatiran selalu ada. Apalagi karena untuk ikut Angklung United ini peserta harus membeli karcis masuk ke Royal Adelaide Show yang cukup mahal. Tapi karena semangat dan kecintaan pada Indonesia, khususnya Angklung, mereka telah menunjukkan kerelaannya untuk hadir. Harus diacungi jempol dan kami mengucapkan banyak terima kasih. " tambah Ferry Chandra.

Selain bekerjasama dengan RAS, acara ini juga dibantu oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Australia Selatan. Pertunjukan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema. Mereka yang hadir dan ikut memainkan angklung ini tidak saja warga Indonesia yang berada di Adelaide, namun juga warga lokal dari berbagai latar belakang.

Para peserta tidak diajak latihan sebelum bermain angklung ini. " Hanya pengenalan cara bermain angklung. Jadi kita menunjukan bahwa bermain alat musik angklung itu sangat mudah. Dimainkan oleh banyak orang. Suatu team work yang sangat baik, sehingga saat dibunyikan bergantian akan mengalunkan harmoni musik lagu yang indah." kata Ferry.

Beberapa warga Indonesia yang ikut ambil bagian sudah memberikan komentar mengenai pemecahan rekor dunia ini. " Merinding.. luar biasa.. melihat dan mendengar lagu Waltzing Mathilda dimainkan dengan angklung.. Terima kasih atas semua yang hadir.. Tanpa anda, semua ini tidak akan terjadi." kata Elvia Shauki, dosen asal Indonesia yang sekarang mengajar di University of South Australia.

Beri Komentar