Dream - Rencana pembangunan kembali musala dan kios yang terbakar saat insiden Idul Fitri di Kaburaga, Tolikara, Papua diprediksi menelan biaya yang tidak sedikit. Salah satu penyebabnya adalah harga bahan bangunan yang jauh lebih tinggi dibandingkan di Pulau Jawa.
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Nur Efendi mengatakan, dana yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan masjid dan sejumlah kios sebesar Rp1 miliar tidaklah cukup. Pihaknya membuat estimasi besaran dana yang dibutuhkan mencapai Rp15 miliar.
" Harga material di Kaburaga, Ibukota Tolikara, sangat mahal. Untuk satu sak semen saja bisa sampai Rp800 ribu. Belum lagi untuk membeli pasir, besi, dan tenaga bangunan," ujar Nur dalam konferensi pers bersama Komite Umat untuk Tolikara (Komat) Papua di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2015.
Sebab lain, menurut Nur, biaya hidup yang tinggi juga menjadi masalah sendiri. Untuk mengatasi kendala selama proses pembangunan kembali musala dan kios tersebut dibutuhkan sinergisitas pendanaan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA).
Berdasarkan catatan FOZ, sedikitnya ada 64 kios yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal terbakar saat insiden Idul Fitri tersebut. Insiden ini membuat 243 warga sekitar terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal mereka.
" Seratus di antaranya adalah balita. Kini para pengungsi berada di tenda pengungsian yang terletak di sekitar kompleks rumah dinas Koramil Tolikara," ujar relawan FOZ, Imam Alfaruq yang sempat mendatangi lokasi pada Selasa lalu. (Ism)
Advertisement

Cabe Jawa yang Terlupakan, dan dari Mana Sebenarnya Asal Cabai yang Kita Kenal Sekarang


Sejarah Kecap Manis dan Mengapa Ia Begitu Dicintai di Indonesia

9 Pekerjaan yang Diprediksi Tetap Bertahan di Tengah Gempuran AI

Tak Pernah Rendah Diri, Sejak Lahir Bayi Jerapah Sudah Lebih Tinggi dari Kebanyakan Pria Dewasa

Menguasai Lebih dari Satu Bahasa Terbukti Bisa Membuat Otak Tetap 'Muda'

9 Pekerjaan yang Diprediksi Tetap Bertahan di Tengah Gempuran AI