AS Ejek Usul Resolusi Indonesia Soal Mantan Milisi ISIS

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 3 September 2020 12:01
AS Ejek Usul Resolusi Indonesia Soal Mantan Milisi ISIS
AS menganggap resolusi yang ditawarkan Indonesia lebih buruk ketimbang tak ada resolusi sama sekali

Dream - Resolusi Dewan Keamanan PBB yang diusulkan Indonesia sebagai Ketua mendapatkan veto dari Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu tidak setuju dengan tawaran prosekusi, rehabilitasi, dan reintegrasi teroris di luar negeri.

Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB, Dian Triansyah Djani, menyatakan resolusi tersebut memberikan panduan jelas bagi anggota-anggota PBB untuk melawan terorisme.

" Draf resolusi ini mengajak negara-negara anggota untuk menjawab kondisi-kondisi yang memicu penyebaran terorisme, termasuk dengan mencegah radikalisme, mendorong kolaborasi erat, pembangunan kapasitas, dan berbagi pengalaman dalam prosekusi, rehabilitasi, dan reintegrasi," demikian pernyataan Djani, dikutip dari Liputan6.com.

Dia pun menyebut penolakan akan resolusi ini menjadi hal yang sulit dipahami. Selain itu, mengabaikan kearifan negara-negara lain yang setuju.

" Biarlah diketahui oleh dunia bahwa dunia mestinya bisa lebih aman dengan draf resolusi, dan meski demikian, kita kehilangan peluang berharga dengan tidak mengadopsinya hari ini," kata dia.

 

1 dari 2 halaman

Diklaim Lebih Buruk

AS sendiri mengklaim resolusi yang ditawarkan Indonesia jauh lebih buruk daripada tidak ada resolusi sama sekali. Sebabnya, tidak ada opsi untuk repatriasi milisi asing sehingga memungkinkan diadili di negara asalnya masing-masing.

" Resolusi Indonesia di hadapan kami, yang sejatinya dirancang untuk menegakkan aksi internasional pada kontra-terorisme, malah lebih buruk ketimbang tak ada resolusi sama sekali," kata Dubes AS di PBB, Kelly Craft.

Craft juga sempat mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak ada pembahasan soal repatriasi dalam draf resolusi tersebut. Dia menegaskan kegagalan pembahasan repatriasi dan mengadili militan ISIS dapat memperburuk situasi di Suriah akibat terorisme.

 

2 dari 2 halaman

Sebut Resolusi Indonesia "Sandiwara"

Bahkan dia menyebut resolusi tawaran Indonesia bersifat " sinis" dan " sandiwara" .

" Resolusi mereka bertujuan membahas prosekusi, rehabilitasi, dan reintegrasi teroris, termasuk milisi teroris asing dan anggota keluarga mereka. Dan meski demikian, gagal menaruh referensi tentang langkah awal yang krusial: repatriasi ke negara-negara asal," kata Craft.

AS lebih memilih opsi repatriasi bagi eks milisi teroris asing sehingga bisa diadili oleh pemerintah di negara-negara asalnya. AS tidak setuju eks milisi ISIS dibiarkan berkeliaran di Suriah karena dikhawatirkan menjadi cikal bakal ISIS baru.

Sementara, negara-negara Eropa menolak untuk menerima kembali eks milisi ISIS karena ada kekhawatiran mereka akan kembali melancarkan aksi terorisme. Banyak milisi ISIS asing dari Eropa dan mereka ditolak negaranya saat hendak kembali.

(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

Beri Komentar