RSUD Biak Numfor Siap Tampung Pasien Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 9 Oktober 2020 10:00
RSUD Biak Numfor Siap Tampung Pasien Covid-19
RSUD ini dilengkapi fasilitas memadai sehingga dapat menangapi pasien Covid-19 dengan segera.

Dream - Rumah Sakit Umum Daerah Biak Numfor menjadi fasilitas untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan khusus. Rumah sakit ini akan menampung pasien Covid-19 di Pulau Biak.

RS ini diresmikan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, di Biak Numfor, Kabupaten Biak, Papua pada Kamis, 08 Oktober 2020. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 50 pasien dengan 10 tempat tidur disediakan untuk pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

Bupati Biak, Herry Ario Naap, berterima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dengan mendirikan RSUD yang perannya sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama dalam situasi sekarang dengan kasus Covid-19 meningkat sehingga dibutuhkan RS yang dapat segera menangani pasien positif.

" Saya atas nama masyarakat Biak Numfor mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang membangunkan RSUD untuk penanganan Covid-19. Selama ini warga yang terinfeksi harus dikirim ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan," kata Herry.

Ke depan, RSUD ini tidak hanya merawat pasien yang tinggal di Pulau Biak saja melainkan daerah-daerah sekitar seperti Pulau Japen. Dengan fasilitas yang memadai, pasien Covid-19 dapat segera tertangani.

1 dari 4 halaman

Pesan Ketua Satgas Covid-19: Terapkan 3M

Dalam kesempatan tersebut, Doni menjelaskan masyarakat Biak Numfor membutuhkan penanganan yang cepat untuk menekan penyebaran Covid-19. RSUD ini dibangun sebagai tindakan cepat Pemerintah.

Pembangunan RSUD Biak ini menelan anggaran mencapai Rp43 miliar yang seluruhnya berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sedangkan pelaksanaan pembangunan dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Usaha Milik Negara, PT Adhi Karya sebagai kontraktor.

" Harapan saya, RSUD ini bisa dirawat dengan baik dan bisa melayani masyarakat juga dengan baik. Khusus dalam menghadapi Covid-19, saya mengharapkan masyarakat di Biak Numfor untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, selalu memakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir," pesan Doni.

2 dari 4 halaman

Sudah Rawat 24 Pasien Saat Dibuka

Ruang isolasi Covid-19 di RSUD Biak Numfor pada Kamis merawat 24 pasien. Rinciannya 2 pasien positif, 4 pasien melakukan kontak erat, dan sisanya terkonfirmasi positif.

Masyarakat Biak Numfor menyambut Doni Monardo dengan suka cita melalui tarian selamat datang dan melepasnya dengan penuh terima kasih. Seperti kunjungan sehari sebelumnya di Gorontalo dan Sulawesi Utara, Doni melakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan pimpinan daerah Biak Numfor.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Sisca Febrianti, Tenaga Medis Pertama yang Gugur di Riau karena Covid-19

Dream - Duka kembali datang dari dunia medis. Seorang perawat, Sisca Febrianti, 31 tahun, meninggal dunia akibat Covid-19.

Sisca adalah perawat di RS Ibnu Sina Kota Pekanbaru, Riau. Dia juga tercatat sebagai tenaga medis yang turut dalam penanganan Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yovi, mengatakan Sisca sempat menjalani perawatan selama delapan hari. Sisca sempat dipindahkan ke ICU RS Ibnu Sina dan menggunakan ventilator.

Indra mengatakan, Sisca adalah sosok berdedikasi. Sisca terjun mengangani pasien Covid-19 sejak April.

" Beliau perawat berdedikasi tinggi, tidak pernah mengeluh selama enam bulan dan tidak pernah minta pindah area kerja, beliau anak yatim yang juga menafkahi dua orang adiknya," kata Yovi.

 

4 dari 4 halaman

Yovi menyatakan Sisca menjadi tenaga kesehatan pertama di Riau yang meninggal akibat Covid-19. Sisca terinfeksi Covid-19 setelah merawat para pasien tanpa lelah.

" Kami semua, tenaga kesehatan yang maju langsung menangani Covid-19 di ruangan isolasi sangat terpukul dan sedih atas musibah hari ini," kata Yovi.

Namun demikian, dia menegaskan seluruh tenaga medis tidak akan mundur. Tetap akan memberikan pelayanan terbaik bagi semua pasien Covid-19.

" Kami tidak akan mundur hanya gara-gara isu yang tidak penting, kami ikhlas dan tetap bersemangat," kata Yovi.

Yovi pun menyatakan sosok Sisca akan terus mengabadi. Perjuangannya akan menjadi kenangan, terutama di kalangan tenaga medis.

" Kami tidak akan mengecewakan beliau, kami akan terus berjuang. Terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan Siswa dan mendoakan perjuangan kami," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Abdullah Sani

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar