Rusia Pamer Setan 2, Nuklir Berkekuatan 2000 Kali Bom Nagasaki

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 27 Oktober 2016 08:01
Rusia Pamer Setan 2, Nuklir Berkekuatan 2000 Kali Bom Nagasaki
Ini foto-foto mengerikan dari rudal-rudal berhulu ledak nuklir terbesar itu. Konon mampu menghancurkan wilayah seluas Perancis.

Dream - Baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan pihak Barat untuk tidak macam-macam dengan negara 'Beruang Merah'.

Peringatan itu setelah Rusia merilis foto-foto mengerikan dari rudal-rudal berhulu ledak nuklir terbesar barunya yang konon mampu menghancurkan wilayah seluas Perancis.

Rudal RS-28 Sarmat dengan julukan menyeramkan Satan 2 oleh NATO itu, memiliki kecepatan puncak 7 kilometer per detik. Satan 2 juga telah dirancang untuk mengakali sistem perisai anti-rudal pihak lawan.

Rudal Satan 2 itu bisa mendatangkan bencana berupa hulu ledak sebesar 40 megaton atau 2.000 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.

Putin dilaporkan berusaha menggantikan sistem persenjataan tua SS-18 Satan dengan rudal baru di tengah serangkaian perselisihan dengan Barat baru-baru ini.

Foto-foto Satan 2 itu diungkap secara online oleh para kepala perancang di Biro Desain Roket Makeyev.

 



 

1 dari 3 halaman

Ancaman Mengerikan

Ancaman Mengerikan © Dream

Sebuah pesan yang ditulis di samping foto-foto Satan 2 berbunyi; " Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Rusia 'Tentang Perintah Pertahanan Negara 2010 dan Periode Perencanaan 2012-2013 ', Biro Desain Roket Makeyev diperintahkan untuk memulai desain dan pengembangan Sarmat."

Rudal RS-28 Sarmat dilaporkan mengandung 16 hulu ledak nuklir dan mampu menghancurkan wilayah seluas Perancis atau Texas, menurut jaringan berita Rusia Zvezda, yang dimiliki oleh kementerian pertahanan Rusia.

2 dari 3 halaman

Serba Canggih

Serba Canggih © Dream

Senjata ini juga mampu menghindari radar.

Rudal tersebut diharapkan memiliki jangkauan kisaran 10.000 km. Sehingga memungkinkan Moskow untuk menyerang London dan kota-kota Eropa lainnya serta mencapai kota-kota di pantai barat dan timur Amerika.

Dr Igor Sutyagin, seorang ahli dalam kemampuan nuklir Rusia di Royal United Services Institute di London, mengatakan kepada MailOnline, " SS-18 usianya lebih dari 30 tahun dan itu bisa dikatakan sudah terlalu tua.

" Jadi, bahkan jika Anda memiliki hubungan paling panas dengan NATO, Anda pasti ingin memperbarui rudal Anda.

" (Presiden) Putin tentu saja senang dengan kehadiran Sarmat 2 yang digambarkan sebagai sebuah langkah agresif. Dia ingin menekankan sikap dan pendiriannya yang tidak bisa ditebak."

Dr Sutyagin mengatakan, rudal SS-18 yang dimiliki Rusia saat ini dirancang pada 1988 selama Uni Soviet. Sistem persenjataan itu dibangun di sebuah pabrik di Dnipropetrovsk, di tempat yang sekarang bernama Ukraina.

Ia mengatakan, Rusia tidak bisa benar-benar mengandalkan para insinyur Ukraina. Karena itulah Sarmat dirancang dan dibangun oleh ilmuwan Rusia di pabriknya di Khrunichev, luar Moskow.

3 dari 3 halaman

Amerika Ketakutan?

Amerika Ketakutan? © Dream

Satan 2, kata Dr Sutyagin, tidak bisa ditandingi oleh sistem pertahanan NATO seperti Aegis Ashore, rudal perisai pertahanan kontroversial yang ditebar Amerika di Rumania.

" Tidak hanya terlalu cepat, Satan 2 mampu mengecoh jalur terbang rudal perisai AS. Manuvernya begitu hebat sehingga sulit bagi sistem pertahanan rudal mana pun untuk menghentikan Satan 2," kata Dr Sutyagin.

Kementerian Pertahanan Rusia berencana untuk mengaktifkan Sarmat pada akhir 2018 dan menarik SS-18 terakhir pada tahun 2020.

Sarmat telah dikembangkan Rusia sejak 2009 dan dijadwalkan mulai menggantikan sistem persenjataan kuno Rusia pada 2018.

Saat ini rudal terbaru Rusia itu sedang diuji coba deka Miass, Rusia.

(Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar