Saudi Tetapkan Kuota Haji Tahun Ini Hanya 60 Ribu Jemaah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 24 Mei 2021 13:00
Saudi Tetapkan Kuota Haji Tahun Ini Hanya 60 Ribu Jemaah
Kuota tersebut sudah mencakup jemaah lokal dan asing.

Dream - Arab Saudi tetap menggelar ibadah haji tahun ini. Meski masih di tengah pandemi, Saudi memberikan kesempatan bagi jemaah luar negeri untuk berhaji.

Selain itu, diberlakukan sejumlah pembatasan, baik kuota, usia, maupun kondisi kesehatan. Untuk kuota, Saudi membatasi hanya 60 ribu jemaah.

Keputusan ini diumumkan Kepresidenan Umum Dua Masjid Suci lewat akun Twitter resmi @HaramainInfo. Pengumuman tersebut juga didasarkan pada keputusan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Saudi.

" Hanya 60.000 Hujjaj (jemaah haji) dijadwalkan melaksanakan haji tahun ini mencakup jemaah lokal dan asing," demikian pengumuman tersebut.

Selain itu, usia calon jemaah haji dibatasi antara 18-60 tahun. Jemaah juga diharuskan dalam kondisi sehat dan tidak dalam perawatan medis untuk semua penyakit dalam 6 bulan terakhir sebelum keberangkatan.

 

1 dari 4 halaman

Vaksinasi Diharuskan

Kemudian, jemaah harus sudah mendapatkan dua dosis vaksin ditunjukkan melalui kartu Vaksinasi yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan/rumah sakit/kementerian masing-masing negara asal.

" Vaksin yang dipakai harus masuk daftar persetujuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi," lanjut pengumuman tersebut.

Saudi juga memberlakukan keharusan menjalankan karantina tiga hari sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.

Untuk penyuntikan vaksin, Saudi menetapkan dosis pertama harus diberikan kepada jemaah terhitung mulai 1 Syawal 1442 Hijriah. Hari tersebut bertepatan dengan Idul Fitri.

Sedangkan dosis kedua, harus diberikan 14 hari sebelum jemaah tiba di Arab Saudi.

" Kondisi menjaga jarak dan memakai masker serta upaya pencegahan lainnya tetap dilanjutkan untuk melindungi jemaah," demikian pengumuman tersebut.

2 dari 4 halaman

Saudi Akan Gelar Ibadah Haji 1442 H, Bisa Diikuti Jemaah Luar Negeri?

Dream - Kabar gembira untuk umat Islam penanti kepastian ibadah haji. Arab Saudi mengumumkan akan membuka penyelenggaraan haji 1442 H atau 2021 M.

Kementerian Haji dan Umroh Saudi menyatakan haji akan tetap dijalankan tahun ini namun dengan sejumlah ketentuan. Seperti kebijakan pengetatan kesehatan dan keamanan untuk menjamin rasa aman bagi para jemaah.

" Institusi kesehatan di Arab Saudi akan terus menilai situasi dan mengambil semua langkah untuk menjaga kesehatan seluruh umat," demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umroh Saudi, dikutip dari Arab News.

Kementerian menyatakan langkah-langkah secara spesifik akan diumumkan lebih lanjut. Demikian pula dengan rencana lembaga.

Kementerian juga mengumumkan akan terbuka kemungkinan haji tahun ini bisa diikuti oleh jemaah dari luar negeri. Tetapi, jumlah jemaah akan dibatasi lebih sedikit dari kuota normal.

" Keputusan ini didasarkan pada keinginan Kerajaan yang terus-menerus untuk memungkinkan para tamu dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melakukan ritual haji dan umroh. Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan manusia," demikian bunyi pengumuman tersebut.

 

3 dari 4 halaman

Kondisi Terus Dipantau

Otoritas kesehatan Saudi terus menilai kondisi, dan rincian lebih lanjut akan ditentukan oleh kontrol dan standar kesehatan Covid-19. Haji tahun ini diharapkan akan mulai digelar pada 17 Juli.

Untuk lebih memastikan kesehatan dan keselamatan penduduk, hampir setengah juta pemeriksaan telah dilakukan untuk memastikan tindakan pencegahan diterapkan oleh toko dan tempat kerja. Kementerian Haji juga mengatakan semua karyawan yang bekerja secara langsung atau tidak langsung di musim haji ini harus diinokulasi atau sudah mendapatkan vaksinasi.

Tahun lalu, sekitar 1.000 jemaah dari seluruh Kerajaan dapat melakukan haji bawah tindakan pencegahan kesehatan. Para jemaah diharuskan menjaga jarak sosial yang ketat dan didampingi tim medis lengkap.

 

4 dari 4 halaman

Langkah Pengetatan oleh Saudi

Meskipun jumlahnya terbatas, pelajaran yang dipetik dari pengalaman itu memberi jalan bagi para peziarah di Kerajaan untuk kembali ke Masjidil Haram dan melanjutkan umroh mengikuti langkah-langkah ketat yang sama.

Orang-orang di Arab Saudi telah diberitahu untuk mematuhi langkah-langkah keamanan Covid-19 selama liburan Idul Fitri minggu depan untuk menghindari lonjakan kasus.

" Kami tidak ingin Idul Fitri tahun lalu terulang," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly.

Arab Saudi melakukan penguncian 24 jam penuh selama lima hari selama liburan Idul Fitri pada 2020 untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Beri Komentar