Ilustrasi (Deseret News)
Dream – Wanita berhijab yang tewas setelah dianiaya di dalam mobil, SW, memiliki hubungan asmara dengan tersangka IW. Sebelum kekerasan yang berujung kematian itu, keduanya sempat berjalan-jalan.
“ Begini ceritanya, bahwasanya si tersangka, si IW ini ada hubungan asmara dengan korban, almarhum SW,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Awi Setiyono, di Jakarta, Jumat 25 November 2016.
Sebelum peristiwa itu, SW dan IW membuat janji untuk bertemu. Pada pukul 19.00 WIB mereka bertemu di Carrefour Kebayoran Lama.
“ Motornya ditaruh di situ, akhirnya jalan-jalan,” kata Awi.
© Dream
Saat perjalanan, kata Awi, IW meminta SW mengenalkan dia ke orangtuanya. Tetapi, permintaan itu ditolak oleh SW lantaran belum lama menjanda, setelah suaminya meninggal.
“ Si almarhum ini tidak mau. Belum waktunya lah, pada intinya begitu.”
“ Karena memang yang bersangkutan ini sebenarnya belum terlalu lama pisah dengan suami yang sebelumnya, karena meninggal,” tambah Awi.
Karena penlakan itu, IW dan SW bertengkar. Tiba-tiba, SW menodongkan pisau yang ada di mobil IW. Merasa terancam, IW berusaha mengambil pisau dari tangan SW.
Saat berebut pisau itulah tubuh SW tertusuk. Sementara, IW juga mengalami luka sayatan di tangan.
© Dream
Awi menampik informasi yang menyebut IW merupakan polisi. Meski demikian, dia mengatakan pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) pekerjaan IW tertulis sebagai anggota Polri.
“ Jadi begini, di KTP-nya tertulis anggota Polri, akhirnya kita telusuri ke Dinas Kependudukan ternyata salah ketik. Yang bersangkutan ini sehari-hari wiraswasta. Driver taksi online ya,” ujar dia.