Jaksa Tak Siap, Tuntutan Ahok Dibacakan Setelah Pilkada DKI

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 11 April 2017 10:50
Jaksa Tak Siap, Tuntutan Ahok Dibacakan Setelah Pilkada DKI
Humas PN Jakarta Utara mengatakan sidang tetap digelar sesuai putusan hakim pada persidangan sebelumnya.

Dream - Sidang pembacaan tuntutan untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara ditunda. Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menyelesaikan berkas tuntutan untuk terdakwa kasus penistaan agama itu, yang seharusnya dibacakan pada persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa 11 April 2017.

" Ternyata waktu satu minggu tak cukup menyusun surat tuntutan. Kami memohon waktu untuk pembacaan surat tuntutan tak bisa dibacakan hari ini," kata Ketua JPU, Ali Mukartono, di ruang sidang Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta.

Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto, menanyakan alasan jaksa belum menyelesaikan kewajibannya untuk membuat tuntutan sesuai dengan jadwal persidangan. Padahal, jumlah jaksa yang menangani perkara ini cukup banyak.

" Saudara penuntut umum ini belum selesai ngetiknya? Orang segini banyak, masak tak bisa dibagi-bagi?" tanya Dwiarso.

Ali menampik tudingan yang menduga adanya intervensi berkaitan dengan surat Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan, yang meminta penundaan persidangan hingga proses Pilkada DKI putaran ke dua selesai.

Tapi, Ali memohon kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan surat dari Iriawan terkait penjadwalan ulang pembacaan tuntutan. " Untuk menentukan hari penuntutan, sekiranya bisa dipertimbangkan surat Kapolda ini untuk memberikan kapan pembacaan tuntutan," ucap Ali.

Dwiarso kemudian kembali mempertanyakan kesiapan jaksa mengenai tuntutan ini. " Saya nanya siap enggak Saudara? Karena ini jadwalnya (tuntutan). Karena tuntutan itu suatu kewajiban," tegas Dwiarso.

Ali kemudian meminta kepada majelis hakim untuk menunda persidangan selama dua minggu. " ‎Kami belum bisa memastikan sekarang majelis. Karena untuk kepastiannya, sekiranya maka dua minggu untuk kami itu dari sekarang. Kalau hari ini Selasa, Selasa kemudian, Selasa kemudian. Kalau diperkenankan," pinta Ali.

Awalnya Dwiarso sempat ragu untuk menunda sidang selama dua minggu. Tapi, akhirnya ia menyetujui untuk menunda sidang hingga pada tanggal 20 April 2017.

" Selama saya jadi hakim tidak pernah saya nunda dua minggu ‎untuk tuntutan. Seminggu dulu dicoba. Kalau saudara belum cukup juga nanti ditunda gitu. Sidang ini ditunda pada tanggal 200April 2017," kata Dwiarso.

1 dari 1 halaman

Surat Kapolda

Sebelumnya, ada permintaan dari Polda Metro Jaya untuk menunda persidangan hingga Pilkada DKI Jakarta putaran ke dua selesai. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, polisi ingin berkonsentrasi pada persiapan pengamanan Pilkada.

" Supaya polisi konsentrasi ke pengamanan Pilkada," kata Argo.

Namun, Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, mengatakan, sidang tetap digelar sesuai keputusan majelis hakim pada sidang Selasa 4 April 2017. Pengadilan tetap mengagendakan pembacaan tuntutan itu. " Sidang tanggal 11 ini adalah agenda sidang untuk pembacaan tuntutan," ucap Hasoloan.

Tim penasihat hukum Ahok pun mengaku siap mendengarkan tuntutan yang akan dibacakan jaksa. " Kami siap, tergantung JPU siap atau tidak, kalau kami hanya mendengarkan saja," ujar salah satu penasehat hukum Ahok, Humphrey Djemat.

Tapi akhirnya, di persidangan diputuskan pembacaan tuntutan untuk Ahok ditunda dua minggu.

Beri Komentar