Sihir Piala Dunia, Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Terakhir

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 19 Desember 2022 22:21
Sihir Piala Dunia, Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Terakhir
Ia nyaris tak menjadi pesebakbola dunia karena gangguan hormon pertumbuhan.

Dream - Stadion Lusail, Doha, Qatar, Rabu dini hari WIB, 14 Desember 2022.  Sudah 20 menit pertandingan semifinal yang mempertemukan Argentina dan Kroasia berjalan, namun penguasaan bola malah lebih banyak didominasi pemain Kroasia.

Argentina dipaksa menunggu dan bertahan. Dua puluh menit laga berjalan, belum ada ancaman berarti dari kedua tim. Hanya ada tandukan bek Kroasia Dejan Lovren yang melebar.

Kroasia, runner up Piala Dunia 2018, itu terlihat lebih banyak menguasai bola permainan. Statistik pertandingan menunjukkan mereka menguasai hampir 60 % bola. Argentina dipaksa untuk bertahan. Dan bersabar.

Namun, di menit ke 33, serangan Kroasia dipatahkan pemain tengah Argentina. Bola berhasil direbut pemain Argentina. Sebuah umpan jauh dikirim ke depan dan diterima penyerang Argentina, Julian Alvarez. Alvarez berhasil mengecoh bek Kroasia dalam sebuah serangan balik yang cepat.

Alvarez tinggal berhadapan dengan kiper Kroasia, Dominik Livaković. Alvarez sempat mengcongkel bola yang mengarah ke gawang yang kosong. Namun Dominik melanggar keras Alvarez. Bola itu sendiri langsung disapu bek Kroasia sehingga tidak tercipta gol.

Namun pelanggaran keras kiper Dominik pada Alvarez itu tak lewat di mata wasit Dani Orsato. Priitt… wasit langsung menunjuk titik putih. Penalti!

Saat itu Lionel Messi langsung maju ke titik putih. Ia maju sebagai eksekutor Argentina. Messi yang membiarkan kumis dan jenggotnya berkembang liar selama perhelatan Piala Dunia itu tampak tenang. Meski dia sadar kiper Dominik Livakovic tidak bisa diremehkan.

Kiper Dominik adalah pahlawan Kroasia dalam babak 16 besar dengan menyingkirkan Jepang lewat adu penalti. Dominik juga menjadi pahlawan ketika menepis tembakan penalti pemain Brazil yang membuat Kroasia unggul dalam adu penalti melawan Brasil di perdelapan final. Jelas, kiper Kroasia tidak mudah ditaklukkan dalam tembakan penalti.

Tapi Messi seperti tak terganggu dengan pencapaian kiper Dominik. Ia menatap bola sebentar. Ia tak menatap posisi Dominik. Saat wasit meniup peluit tanda tendangan penalti dimulai, dengan kaki kirinya Messi menyepak ke kiri pojok atas gawang kiper Dominik.

Sementara Dominik sudah bergerak ke arah yang tepat, namun dia menyangka Messi akan menendang rendah ke sudut kiri gawang. Tapi ternyata tembakan ke sudut kiri atas. Sehingga bola pun melesat masuk tanpa bisa dicegah. Gol! Kedudukan 1-0 bagi Argentina.

Messi saat berhasil membobol gawang Kroasia

(Messi saat berhasil membobol gawang Kroasia/Sports Ilustrated)

Dengan gol itu, Lionel Messi telah menjadi pencetak gol terbanyak Argentina sepanjang sejarah di Piala Dunia dengan raihan 11 gol. Ia sekaligus melewati pencapaian milik Gabriel Batistuta yang mencetak 10 gol.

Lionel Messi selalu mencetak gol di setiap pertandingan fase knockout (babak 16 besar, perempatfinal, semifinal) dalam satuedisi Piala Dunia. Messi menjadi pemain keenam yang melakukan ini di Piala Dunia.

Laga melawan Kroasia itu juga merupakan penampilan Lionel Messi yang ke-25 di Piala Dunia. Messi menyamai rekor Lothar Matthaus untuk penampilan terbanyak dalam sejarah kompetisi ini.

Lima menit kemudian, Argentina kembali menggandakan keunggulan atas Kroasia. Dari garis tengah, Julian Alvarez melakukan solo run seorang diri. Ia mengecoh dua bek Kroasia dan kiper. Ia mengceploskan bola putih itu ke gawang Kroasia. Gol! Kedudukan 2-0 bagi Argentina.

Namun sihir Messi juga tak berhenti di tendangan penalti. Pada menit ke-69, dari garis tengah di sayap kanan, Messi membawa bola seorang diri. Dia dibayang-bayangi dan ditempel ketat bek Kroasia Josko Gvardiol.

Namun Messi terus mengigiring bola seorang diri hingga mendekati kotak penalti di sisi kanan pertahanan Kroasia. Ia pun mengecoh Josko, sebelum menusuk dan menyisir dari sisi kanan gawang. Sadar kecolongan, Josko terus menempel ketat Messi.

Messi sebelum memberi assist ke Julian Alvarez melewati bek Kroasia

(Messi sebelum memberi assist ke Julian Alvarez melewati bek Kroasia Josko Gvardio/Twitter).

Pada saat itu Julian Alvarez sudah berada di depan gawang. Seolah ada mata di kepalanya, Messi langsung memberi bola melalui kolong kaki Josko dengan kaki kanan. Alvarez yang sudah menunggu, langsung menyambut umpan matang Messi dengan sekali sentuhan. Gol! 3-0 bagi Argentina!

Assist atau umpan matang berbuah gol Messi untuk gol kedua Julian Alvarez tak pelak jadi pembicaraan. Pemain Paris Saint-Germain pamer aksi individu lewat pergerakan dari sayap kanan meski Meski terus ditempel Josko Gvardiol, Messi mampu menembus kotak penalti Kroasia dan melepaskan umpan tarik kepada Alvarez.

Messi pun terpilih sebagai man of the match laga Argentina vs Kroasia. Untuk urusan man of the match Piala Dunia, tak ada yang lebih baik daripada Messi.

Messi jadi pemain pertama yang mengoleksi 10 gelar man of the match Piala Dunia. Selama di Qatar, pemain berusia 35 tahun empat kali terpilih sebagai man of the match. Ronaldo baru dapat 7 sementara Robben 6.

Akhirnya Messi membawa Argetina menembus partai final…

***

Usai pertandingan, Messi pun sibuk menjawab pertanyaan wartawan.

" Banyak hal dalam kepala saya saat ini. Sangat bersemangat melihat semua ini," kata Messi usai pertandingan seperti dilansir Marca.

" Kami sudah melewati sesuatu yang luar biasa selama Piala Dunia. Sekarang tinggal satu pertandingan lagi."

" Apakah ini Piala Dunia terbaik saya? Saya tidak tahu. Saya sangat menikmatinya. Sejak tiba di Qatar, kami sangat menikmatinya."

Meski terpilih sebagai man of the match Argentina vs Kroasia, Lionel Messi tetap merendah. Dia bahkan ingin memberikan trofi man of the match kepada Julian Alvarez yang mencetak dua gol.

Messi sudah mendapat empat kali man of the match di Piala Dunia 2022 Qatar

(Messi sudah mendapat empat kali man of the match di Piala Dunia 2022 Qatar/Twitter FIFA)

" Setiap pemain tampil bagus, tapi kalau saya harus memilih saya akan memberikan penghargaan ini kepada Julian. Dia tampil luar biasa," ujar Messi.

Argentina akan bertemu Prancis di final.

Messi telah memenangkan Ballon d'Or -diberikan kepada pemain terbaik dunia- rekor tujuh kali dan dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik FIFA satu kali.

Penghargaan lainnya termasuk empat Liga Champions, 11 gelar papan atas, dan kejayaan Copa America bersama Argentina pada 2021.

Piala Dunia adalah satu-satunya kekalahan Messi yang mencolok, saat Argentina kalah dari Jerman 0-1 di final Piala Dunia 2014 di Brasil.

" Kami akan melakukan yang terbaik, seperti yang telah kami lakukan sampai sekarang, sehingga kali ini benar-benar terjadi - kami benar-benar memenangkannya," kata Messi.

" Saya telah menikmatinya beberapa tahun terakhir, bersama tim nasional. Saya sangat menikmati semua yang terjadi pada kami,” katanya ke BBC.

“ Untuk mendapatkan Copa America, mencapai Piala Dunia dengan 36 pertandingan tak terkalahkan, dan menyelesaikan semua lintasan itu di final sungguh luar biasa,” ujarnya.

" Saya berharap orang-orang di Argentina menikmati diri mereka sendiri dan apa yang kami lakukan. Mereka seharusnya tidak ragu kami memberikan segalanya."

Messi saat dikepung pemain Belanda

(Messi saat dikepung pemain Belanda/Twitter)

Messi, yang kini bermain untuk raksasa Prancis Paris St-Germain, adalah satu dari hanya enam pemain yang tampil di lima Piala Dunia, bersama dengan Lothar Matthaus dari Jerman, Cristiano Ronaldo dari Portugal, dan Antonio Carbajal, Andres Guardado dan Rafael Marquez dari Meksiko.

Saat ini Messi memimpin perebutan Sepatu Emas di Qatar bersama Kylian Mbappe dari Prancis, Messi dan Mbappe sejauh ini sama-sama sudah mencetak 5 gol.

Dalam perjalanan ke final Piala Dunia 2022, awalnya Argentina sempat dikejutkan Arab Saudi di pertandingan pertama Grup C. Sempat unggul lebih dulu, Argentina akhirnya kalah 1-2 dari Arab Saudi.

Argentina langsung merespons dengan memenangi laga melawan Meksiko dan Polandia. Pasukan Lionel Scaloni itu pun lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 sebagai juara grup.

Argentina kini sudah memastikan satu tempat di babak final. Dalam perjalanannya ke laga puncak, Messi dan Argentina telah menyingkirkan Australia, Belanda, dan terakhir Kroasia.

Messi usai mencetak gol ke gawang Belanda

(Messi usai mencetak gol ke gawang Belanda/Twitter)

Lionel Messi menyebut kekalahan dari Arab Saudi membuat Argentina jadi tim yang lebih kuat. Bintang berusia 35 tahun itu juga memuji respons rekan-rekan setimnya.

" Saya akan bilang pertandingan pertama (melawan Arab Saudi) adalah pukulan telak karena kami sebelumnya tidak terkalahkan dalam enam pertandingan," ujar Messi seperti dilansir Sky Sports.

" Memulai dengan cara seperti di Piala Dunia, kami tidak berpikir kami akan kalah dari Arab Saudi."

" Itu jadi ujian yang nyata untuk seluruh skuad, tapi kami membuktikan betapa kuatnya kami. Kami menang di pertandingan lainnya dan apa yang kami lakukan itu sangat sulit."

" Setiap pertandingan adalah final dan kami sadar kalau kami tidak menang, segalanya akan jadi rumit," ujarnya.

Di linimasa Twitter, Messi juga dijuluki sebagai GOAT atau Greatest of All Time atau pemain terbaik sepanjang masa. Ada jutaan twit yang mengaitkan aksi Messi membawa Argentina lolos ke final Piala Dunia 2022 di Qatar.

***

Messi lahir pada 24 Juni 1987 di Rosario, Santa Fe, Argentina. Usianya kini 35 tahun.

Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dari Jorge Messi, seorang manajer pabrik baja, dan istrinya Celia Cuccittini, yang bekerja di bengkel pembuatan magnet.

Dari pihak ayahnya, dia adalah keturunan Italia dan Spanyol, cicit dari imigran dari wilayah Marche Adriatik tengah utara Italia dan Catalonia, Spanyol, dan dari pihak ibunya, dia terutama memiliki keturunan Italia.

Tumbuh dalam keluarga yang erat dan mencintai sepak bola, Messi mengembangkan hasrat untuk olahraga sejak usia dini, bermain terus-menerus dengan kakak laki-lakinya, Rodrigo dan Matías.

Pada usia empat tahun dia bergabung dengan klub sepakabola lokal Grandoli, di mana dia dilatih oleh ayahnya, meskipun pengaruh awalnya sebagai pemain berasal dari nenek dari pihak ibu, Celia, yang menemaninya ke pelatihan dan pertandingan.

Dia sangat terpengaruh oleh kematian neneknya, sesaat sebelum ulang tahunnya yang kesebelas. Ia sempat mogok bermain sepakbola berminggu-minggu. Sejak saat itu, sebagai seorang Katolik Roma yang taat, dia merayakan tujuannya dengan melihat ke atas dan menunjuk ke langit sebagai penghormatan kepada neneknya setelah mencetak gol.

Selebrasi Messi ditujukan ke neneknya yang sudah tiada

(Selebrasi Messi ke langit ditujukan ke neneknya yang sudah tiada/talSport)

Sebagai seorang pendukung seumur hidup dari Newell's Old Boys, klub sepakbola profesional di Rosario, Messi bergabung dengan klub Rosario ketika dia berusia enam tahun.

Selama enam tahun dia bermain untuk Newell's, dia mencetak hampir 500 gol sebagai anggota " The Machine of '87" , tim muda yang hampir tak terkalahkan dinamai sesuai tahun kelahiran mereka, dan secara teratur menghibur penonton dengan melakukan trik bola selama setengah tahun.

Messi muda

(Messi muda/Twitter WeAreLeoMessi)

" Ketika Anda melihatnya, Anda akan berpikir: anak ini tidak bisa bermain bola. Dia kerdil, dia terlalu rapuh, terlalu kecil. Tapi segera Anda akan menyadari bahwa dia dilahirkan berbeda, bahwa dia adalah fenomena," kata pelatih  Newell's Old Boys, Adrián Coria.

Namun, masa depannya sebagai pemain profesional terancam ketika, pada usia 10 tahun, Messi didiagnosis menderita defisiensi hormon pertumbuhan.

Karena asuransi kesehatan ayahnya hanya menanggung pengobatan hormon pertumbuhan selama dua tahun, yang menelan biaya setidaknya U$ 1.000 atau Rp 15,5 juta per bulan, Newell's setuju untuk berkontribusi, tetapi kemudian mengingkari janji mereka.

Messi kecil

(Messi kecil/Alaax)

Messi dibina oleh klub Buenos Aires, River Plate, yang playmaker-nya, Pablo Aimar, Messi idolakan, tetapi mereka menolak untuk membayar perawatannya.

Karena keluarga Messi memiliki kerabat di Catalonia, mereka berusaha mengatur uji coba dengan Barcelona pada bulan September 2000.

Direktur tim utama Barcelona Charly Rexach segera ingin mengontraknya, tetapi dewan direksi ragu; pada saat itu sangat tidak biasa bagi klub-klub Eropa untuk merekrut pemain asing dengan usia yang begitu muda. Pada tanggal 14 Desember, sebuah ultimatum dikeluarkan untuk Barcelona untuk membuktikan komitmen mereka, dan Rexach, tanpa kertas lain, menawarkan kontrak untuk Messi di atas serbet kertas.

Pada Februari 2001, keluarga Messi pindah ke Barcelona. Mereka pindah ke sebuah apartemen di dekat stadion klub, Camp Nou.

Selama tahun pertamanya di Spanyol, Messi jarang bermain karena konflik transfer dengan Newell's. Sebagai orang asing, dia hanya bisa diturunkan dalam pertandingan persahabatan dan liga Catalan.

Messi sangat pendiam sehingga rekan satu timnya awalnya percaya dia bisu. Di rumah, dia menderita kerinduan setelah ibunya pindah kembali ke Rosario bersama saudara laki-laki dan perempuannya, María Sol, sementara dia tinggal di Barcelona bersama ayahnya.

Setelah setahun di akademi muda Barcelona, La Masia, Messi akhirnya terdaftar di Royal Spanish Football Federation (RFEF) pada Februari 2002.

Sekarang dia bisa bermain di semua kompetisi, dia berteman dengan rekan setimnya, di antaranya adalah Cesc Fàbregas dan Gerard Piqué

Messi di Barca Academy

.(Messi di Barca Academy/Egipt Today)

Setelah menyelesaikan perawatan hormon pertumbuhannya pada usia 14, Messi tetap bertanding dan menyuntikkan suntikan hormone ke kakinya setiap hari, Messi menjadi bagian integral dari " Baby Dream Team" , tim muda terbaik Barcelona. Selama musim penuh pertamanya (2002–03), dia adalah pencetak gol terbanyak dengan 36 gol dalam 30 pertandingan untuk Kadet A, yang memenangkan treble liga yang belum pernah terjadi sebelumnya dan piala Spanyol dan Catalan.

Pada usia 16 tahun, empat bulan, dan 23 hari, Messi melakukan debutnya di tim utama ketika ia masuk pada menit ke-75 dalam pertandingan persahabatan melawan Porto asuhan José Mourinho pada 16 November 2003.

Penampilannya, menciptakan dua peluang dan satu tembakan ke gawang, mengesankan staf teknis, dan dia kemudian mulai berlatih setiap hari dengan tim cadangan klub, Barcelona B, serta setiap minggu dengan tim utama.

Setelah sesi latihan pertamanya dengan tim senior, pemain bintang baru Barça, Ronaldinho, mengatakan kepada rekan setimnya bahwa dia yakin pemain berusia 16 tahun itu akan menjadi pemain yang lebih baik dari dirinya sendiri.

Messi dan Ronaldinho

(Messi dan Ronaldinho/Planet Football)

Ronaldinho segera berteman dengan Messi, yang disebutnya " adik laki-laki" , yang sangat memudahkan peralihannya ke tim utama Barcelona.

Messi segera menemukan dirinya saat memulai untuk tim Barcelona B. Ia rata-rata mencetak lebih dari satu gol per pertandingan, dengan mencetak 35 gol dalam 30 pertandingan.

Pada Oktober 2004, Messi membuat debut resminya untuk tim utama melawan RCD Espanyol, menjadi pemain termuda ketiga yang pernah bermain untuk FC Barcelona.

Ketika dia mencetak gol senior pertamanya untuk klub melawan Albacete Balompié pada 1 Mei 2005, Messi berusia 17 tahun, 10 bulan dan 7 hari, menjadi pemain termuda yang pernah mencetak gol dalam pertandingan La Liga untuk FC Barcelona.

Messi pencatak gol termuda Barcelona

(Messi pencatak gol termuda Barcelona/Guardian)

Meskipun tingginya hanya 1,7 meter dan 67 kg, Messi kuat, seimbang, dan serbaguna di lapangan. Dengan kaki kiri alami, cepat, dan tepat dalam mengontrol bola, Messi adalah penyalur umpan yang tajam dan dapat dengan mudah menembus pertahanan yang padat.

Pada tahun 2005 ia diberikan kewarganegaraan Spanyol, suatu kehormatan yang disambut dengan perasaan campur aduk oleh para pendukung Catalan dari Barcelona. Tahun berikutnya Messi dan Barcelona memenangkan gelar Liga Champions (kejuaraan klub Eropa).

Permainan Messi terus meningkat pesat selama bertahun-tahun, dan pada tahun 2008 dia adalah salah satu pemain paling dominan di dunia, menempati posisi kedua setelah Cristiano Ronaldo dari Manchester United dalam pemungutan suara untuk Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008.

Pada awal 2009 Messi mengakhiri musim 2008-09 yang spektakuler dengan membantu FC Barcelona meraih " treble" pertama klub (memenangkan tiga gelar klub besar Eropa dalam satu musim): tim memenangkan kejuaraan La Liga, Copa del Rey (piala domestik utama Spanyol), dan gelar Liga Champions. Dia mencetak 38 gol dalam 51 pertandingan selama musim itu, dan dia mengungguli Ronaldo dalam pemungutan suara untuk penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA dengan selisih rekor jauh.

Selama musim 2009-10 Messi mencetak 34 gol dalam pertandingan domestik saat Barcelona mengulang sebagai juara La Liga. Dia mendapatkan penghargaan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak Eropa, dan dia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia 2010 (penghargaan tersebut berganti nama menjadi FIFA Ballon d'Or tahun itu).

Messi memimpin Barcelona meraih gelar La Liga dan Liga Champions pada musim berikutnya, yang membantunya meraih penghargaan pemain terbaik dunia ketiga berturut-turut yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Messi meraih Liga Champion bersama Barcelona tahun 2008/2009

(rsama Barcelona tahun 2008/2009/UEFA.com)

Pada Maret 2012 ia mencetak gol ke-233 untuk Barcelona, menjadi pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa dalam permainan La Liga ketika baru berusia 24 tahun. Dia menyelesaikan musim 2011-12 Barcelona (termasuk kemenangan Copa del Rey lainnya) dengan 73 gol di semua kompetisi, memecahkan rekor Gerd Müller selama 39 tahun untuk gol satu musim di liga sepak bola utama Eropa.

Musim pentingnya itu membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia 2012, yang menjadikan Messi pemain pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak empat kali. Lewat 46 gol La Liga pada 2012-13 memimpin liga, dan Barcelona merebut kejuaraan divisi teratas domestik lainnya musim itu.

Pada tahun 2014 ia mencetak rekor gol Barcelona secara keseluruhan ketika ia mencetak gol ke-370 sebagai anggota tim. Pada tahun yang sama ia juga memecahkan rekor pencetak gol karir untuk bermain di Liga Champions (dengan 72 gol) dan La Liga (dengan 253 gol).

Messi membantu Barcelona meraih treble lainnya selama musim 2014-15, memimpin tim dengan 43 gol yang dicetak, yang menghasilkan penghargaan pemain terbaik dunia kelimanya tahun ini. Dia mencetak 41 gol di semua kompetisi untuk Barcelona pada 2015-16, dan klub memenangkan gelar La Liga dan Copa del Rey selama musim itu. Messi mengungguli itu dengan 53 gol untuk Barcelona pada 2016-17, memimpin tim meraih gelar Copa del Rey lainnya.

Pada 2017–18 dia mencetak 45 gol, dan Barcelona sekali lagi memenangkan gelar ganda La Liga–Copa del Rey. Messi mencetak 51 gol di semua kompetisi domestik pada 2018-19 saat Barcelona memenangkan kejuaraan La Liga lainnya.

Pada Desember 2019, ia memenangkan Ballon d'Or keenam dalam kariernya. Pada musim 2020-21, Barcelona merebut gelar Copa del Rey, yang ketujuh dalam karir Messi.

Namun Messi menjadi agen bebas pada tahun 2021, dan masalah keuangan — beberapa di antaranya merupakan akibat dari aturan La Liga — sebagian besar mencegahnya untuk menandatangani kontrak kembali dengan Barcelona.

Dia meninggalkan klub setelah membuat sejumlah rekor; terutama, dia adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah liga (474). Kemudian pada tahun 2021 dia menandatangani kontrak dengan Paris St.-Germain.

Dalam film dokumenter baru di BBC berjudul 'Messi', film dokumenter dimulai dengan Messi menangis, saat akan meninggalkan Barcelona pada musim panas 2021 ketika klub Spanyol itu tidak dapat memperbarui kontraknya karena masalah keuangan yang dipublikasikan dengan baik.

Messi menangis saat mengucapkan selamat berpisah pada fans Barcelona

(Messi menangis saat mengucapkan selamat berpisah pada fans Barcelona/Republic World)

" Hari ini saya telah mengucapkan selamat tinggal setelah bertahun-tahun dalam hidup saya," kata Messi dalam konferensi pers dengan rekan satu timnya dan keluarga yang hadir.

“ Saya memberikan segalanya untuk klub ini dan jersey ini. Cukup, terima kasih semuanya!.' ujarnya berderai air mata saat mengucapkan perpisahan ke Barcelona yang dia cintai.

****

Sebagai warga kebangsaan ganda Argentina-Spanyol, Messi berhak bermain untuk tim nasional kedua negara.

Penyeleksi untuk skuad U-17 Spanyol mulai mengejarnya pada tahun 2003 setelah direktur sepak bola Barcelona, Carles Rexach, memberi tahu Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol tentang pemain muda mereka. Messi menolak tawaran tersebut, karena bercita-cita mewakili La Albiceleste sejak kecil.

Untuk lebih mencegah Spanyol mengambilnya, Asosiasi Sepak Bola Argentina menyelenggarakan dua pertandingan persahabatan U-20 pada Juni 2004, melawan Paraguay dan Uruguay, dengan tujuan untuk menyelesaikan statusnya sebagai pemain Argentina di FIFA.

Lima hari setelah ulang tahunnya yang ke-17, pada tanggal 29 Juni, dia melakukan debutnya untuk negaranya melawan Paraguay, mencetak satu gol dan memberikan dua assist dalam kemenangan 8-0 mereka.

Sebagai pengakuan atas pencapaiannya bersama tim U-20, manajer senior Agentina, José Pékerman memberi Messi panggilan pertamanya untuk pertandingan tim nasional Argentina dalam pertandingan persahabatan melawan Hungaria pada 17 Agustus 2005.

Pada usia 18 tahun, Messi melakukan debut seniornya untuk Argentina di Stadion Ferenc Puskás ketika dia masuk pada menit ke-63, hanya untuk dikeluarkan setelah dua menit karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Vilmos Vanczák, yang telah merenggut bajunya; Messi telah memukul bek dengan lengannya ketika mencoba melepaskannya, yang ditafsirkan wasit sebagai disengaja menyikut, sebuah keputusan kontroversial.  Messi dilaporkan ditemukan menangis di ruang ganti setelah pengusiran.

Di pertandingan berikutnya, melawan Serbia dan Montenegro, dia menjadi pemain termuda yang mewakili Argentina di Piala Dunia FIFA saat dia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-74. Dia membantu serangan keempat mereka dalam beberapa menit dan mencetak gol terakhir dalam kemenangan 6-0 mereka, menjadikannya pencetak gol termuda di turnamen dan pencetak gol termuda keenam dalam sejarah Piala Dunia.

Messi di Piala Dunia 2011

(Messi di Piala Dunia 2011/Wikipedia)

Dia tidak bermain di perempat final melawan Jerman, di mana Argentina tersingkir 4-2 dalam adu penalti. Kembali ke Argentina, keputusan Pékerman menaruh Messi di bangku cadangan melawan Jerman menyebabkan kritik luas dari orang-orang yang percaya Messi bisa mengubah hasil pertandingan menguntungkan Argentina.

Pada Piala Dunia 2014, Messi kembali disorot. Pertandingan final yang mempertemukan Argetina dengan Jerman disebut sebagai Messi versus Jerman, pemain terbaik dunia melawan tim terbaik, final tersebut merupakan ulangan final tahun 1990 yang menampilkan Diego Maradona.

Dalam setengah jam pertama, Messi memulai permainan yang menghasilkan gol, tetapi dinyatakan offside. Dia melewatkan beberapa peluang untuk membuka skor sepanjang pertandingan, khususnya di awal babak kedua ketika usahanya melepaskan diri melebar dari tiang jauh. Pemain pengganti Jerman Mario Götze akhirnya mencetak gol di menit ke-113. Jerman memenangkan pertandingan 1-0 untuk merebut Piala Dunia.

Di akhir final, Messi dianugerahi Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen. Selain menjadi pencetak gol terbanyak ketiga bersama, dengan empat gol dan satu assist, ia menciptakan peluang terbanyak, menyelesaikan dribbling terbanyak, melakukan umpan terbanyak ke area penalti dan menghasilkan bola terobosan terbanyak dalam kompetisi.

Messi saat jadi pemain terbaik Piala Dunia 2014

(Messi saat jadi pemain terbaik Piala Dunia 2014/Guardian)

Usai Piala Dunia, Argentina masuk final Copa America.  Selama pengulangan final tahun sebelumnya pada 26 Juni 2016, Argentina sekali lagi kalah dari Chili melalui adu penalti setelah kebuntuan 0-0, menghasilkan kekalahan ketiga berturut-turut Messi di final turnamen besar dengan Argentina, dan keempat secara keseluruhan.

Setelah pertandingan, Messi, yang gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti, mengumumkan pengunduran dirinya dari rim nasional Argentina. Dia menyatakan, " Saya berusaha sekuat tenaga. Tim telah berakhir untuk saya, keputusan telah dibuat."

Messi saat mengumumkan pengduran diri dari timnas Argentina

(Messi saat mengumumkan pengduran diri dari timnas Argentina/MLS)

Setelah pengumumannya, sebuah kampanye dimulai di Argentina agar Messi berubah pikiran tentang pensiun.Dia disambut oleh fans dengan tanda seperti " Jangan pergi, Leo" saat tim mendarat di Buenos Aires.

Presiden Argentina Mauricio Macri mendesak Messi untuk tidak berhenti, dengan menyatakan, " Kami beruntung, ini adalah salah satu kesenangan hidup, merupakan anugerah dari Tuhan untuk memiliki pemain terbaik di dunia di negara sepakbola seperti kami... Lionel Messi adalah hal terhebat yang kami miliki di Argentina dan kami harus merawatnya."

Walikota Buenos Aires Horacio Rodríguez Larreta meluncurkan patung Messi di ibu kota untuk meyakinkannya agar mempertimbangkan kembali pensiun.Kampanye juga berlanjut di jalan-jalan ibukota Argentina, dengan sekitar 50.000 pendukung pergi ke Obelisco de Buenos Aires pada tanggal 2 Juli, menggunakan slogan yang sama.

Monumen Messi di Buineos Aries

(Monumen Messi di Buineos Aires/BBC)

Dukungan yang kuat itu membuat Messi membatalkan penunduran dirinya dari rimnas Argentina. " Banyak hal terlintas dalam pikiran saya pada malam final dan saya berpikir serius untuk berhenti, tapi cinta saya untuk negara saya dan baju ini terlalu besar," kata Mesi 12 Agustus 2016.

Agaknya mirip dengan akhir film documenter BBC berjudul “ Messi.” Kisah kejayaan di tingkat internasional untuk Messi adalah tema utama dari film dokumenter itu dan bahwa, setelah memenangkan semua yang dia bisa di tingkat klub, mencetak hampir 800 gol dalam karirnya, dia akhirnya mendapatkan akhir yang bahagia setelah begitu banyak sakit hati.

Bagian terakhir film dokumenter itu diakhiri dengan wawancara dengan Messi yang berusia 13 tahun.

'Apa mimpimu?', tanya pewawancara.

“ Mimpi saya adalah bermain untuk Argentina,' jawab Messi muda.

Mimpinya itu kini telah terwujud. Dan kini hasilnya sudah terang benderang. Messi membawa Argentina ke final kedua yang dia pernah ikuti. Sebuah pencapaian yang tak mudah bagi pemain terbaik sekalipun.

Dan dalam partai final kemarin, dia mencetak dua gol. Dia berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya setelah 1978 (era Mario Kempes), 1986 (era Diego Maradona) dan 2022 (era Messi). Kini lengkap sudah seluruh gelarnya. Dia memang GOAT, Greatest of All Time, pemain sepakbola terbaik di dunia sepanjang masa. Tak ada yang bisa membantahnya!

Messi dan Argentina  Juara Dunia 2022

(Messi dan Argentina juara dunia 2022 di Qatar/Twitter)

" Tentu saja saya ingin menutup karier dengan cara seperti ini. Saya tidak bisa meminta apa-apa lagi. Terima kasih Tuhan karena sudah memberi saya segalaya," kata Messi seperti dikutip dari TyC Sports.

Lionel Messi telah mecetak rekor sebagai orang pertama dalam sejarah yang memenangkan dua kali Golden Ball, penghargaan untuk pemain terbaik Piala Dunia, di Piala Dunia 2014 dan Piala Dunia 2022. Messi berhasil mencatatkan tujuh gol dan tiga assist selama turnamen dan membantu Argentina memenangkan juara dunia di Qatar.

Lionel Messi juga menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol di babak penyisihan grup, babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final dalam satu edisi turnamen.

Messi pun telah terlibat langsung dalam 21 gol di Piala Dunia untuk Argentina (13 gol, 8 assist), rekor terbanyak dari pemain mana pun di putaran final sejak 1966.

Messi sang Greatest of All Time alias GOAT

(Messi sang Greatest of All Time alias GOAT/Twitter)

Dengan tampil di final, Messi juga telah tampil ke-26 kali dalam pertandingan Piala Dunia. Ia menjadi pemegang rekor sepanjang masa, menyalip Lothar Matthaus dengan 25 pertandingan.

Karenanya tak bisa dipungkiri Messi adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepakbola. Dengan gelar juara Piala Dunia, dia semakin mengokohkan diri sebagai pemain terbaik sepakbola sepanjang masa. Sejajar dengan Pele dan Maradona. Sungguh sebuah keajaiban bagi anak yang mulanya divonis tak bisa menjadi pemain sepakbola top karena gangguan hormon pertumbuhan! (eha)

Sumber: Marca, BBC, Sky Sports, FC Barcelona, Britannica, New York Times, Washington Post, Goal, Sport360, Daily Mail, TyC Sports, FIFA

Beri Komentar