Stiker Tanda Jaga Jarak Kembali Dipasang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 31 Desember 2021 11:01
Stiker Tanda Jaga Jarak Kembali Dipasang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci kembali memberlakukan jaga jarak bagi jemaah sholat dan umroh.

Dream - Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci menginstruksikan pemasangan kembali stiker tanda jaga jarak di lantai Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Petugas melakukan pemasangan stiker tersebut pada Kamis siang, 30 Desember 2021 waktu setempat.

Instruksi ini dikeluarkan menyusul keputusan Pemerintah Kerajaan Saudi yang memberlakukan kembali penggunaan masker di tempat umum. Juga diberlakukan kembali kebijakan jaga jarak.

Presiden Umum Dua Masjid Suci, Syeikh Abdurrahmad As Sudais dalam wawancara dengan Al-Ekhbariya menyatakan seluruh pekerjanya sedang melaksanakan rencana organisasi untuk mengatur penerapan jaga jarak di antara para jemaah hingga beberapa hari ke depan.

Pihaknya juga akan memperketat ketentuan agar para jemaah patuh pada setiap tindakan pencegahan Covid-19 dan disiplin memakai masker. Langkah-langkah ketat ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung Dua Masjid Suci.

 

1 dari 4 halaman

Cegah Varian Omicron

Sebelumnya, Kepresidenan mengumumkan menerapkan kembali langkah-langkah jarak fisik di antara jemaah sholat dan jemaah umroh. Juga akan diatur ketentuan mengenai penggunaan sajadah serta pelaksanaan tawaf untuk menjamin kesehatan dan keselamatan jemaah haji.

Selain itu, Kepresidenan meminta semua orang untuk mematuhi waktu masuk berdasarkan jadwal tertera pada izin yang diterbitkan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna. Juga mematuhi instruksi otoritas Dua Masjid Suci.

Kementerian Dalam Negeri Saudi pada Rabu mengumumkan pemberlakuan kembali pemakaian masker dan menjaga jarak fisik di dalam maupun luar ruangan efektif mulai 30 Desember. Keputusan ini ditempuh untuk membendung penyebaran virus corona varian Omicron yang sudah masuk ke Saudi, dikutip dari Saudi Gazette.

2 dari 4 halaman

Saudi Bolehkan Jemaah Usia 12 Tahun ke Atas Laksanakan Umroh

Dream - Kementerian Urusan Haji dan Umroh Arab Saudi, membuat keputusan baru seputar penyelenggaraan umroh. Kini, jemaah usia 12 tahun ke atas dari dalam dan luar negeri dibolehkan masuk wilayah Saudi dan melaksanakan umroh.

Keputusan ini menghapus ketentuan yang sudah diberlakukan lebih dulu. Sebelumnya, izin umroh hanya diberikan kepada jemaah usia 18 tahun ke atas.

Berdasarkan ketentuan baru ini semua warga dan penduduk di Kerajaan serta warga negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan peziarah asing mulai usia 12 tahun ke atas akan mendapatkan izin untuk melakukan umroh, shalat di Masjidil Haram di Mekah dan di Ar Rawdah Ash Sharif di Masjid Nabawi Madinah. Juga berziarah ke makam Rasulullah Muhammad SAW.

Orang asing berusia 12 tahun ke atas yang menggunakan berbagai jenis visa dapat mengajukan izin dengan syarat sudah divaksinasi dan dinyatakan sehat melalui aplikasi Tawakkalna.

 

3 dari 4 halaman

Prosedur Pengajuan Izin Umroh Bagi Jemaah Asing

Kementerian juga menjelaskan prosedur bagi para peziarah yang datang dari negara-negara anggota GCC dan negara-negara lain di seluruh dunia. Untuk warga GCC diharuskan mendaftarkan bukti status vaksinasi mereka di platform Muqeem sebelum masuk ke Kerajaan.

Kemudian, mereka harus mendaftar di aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna setelah tiba di wilayah Saudi. Kemudian setelah memperbarui status kesehatan di aplikasi Tawakkalna, mereka bisa mengajukan izin umroh dan sholat di Masjidil Haram, serta untuk sholat di Ar Rawdah Ash Sharif dan mengunjungi makam Nabi.

Sedangkan bagi jemaah yang datang dari luar negeri dengan memanfaatkan berbagai jenis visa, wajib mendaftarkan bukti status vaksin di platform Qudoom sebelum masuk Saudi. Kemudian mendaftar di aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna setelah tiba.

Setelah update status kesehatan pada aplikasi Tawakkalna, mereka dapat memesan izin umroh, sholat dan berkunjung melalui aplikasi Tawakkalna atau Eatmarna. Biro perjalanan umroh akan mengeluarkan izin yang diperlukan bagi jemaah haji yang datang dengan visa umroh dari luar Arab Saudi.

 

4 dari 4 halaman

Ketentuan Sebelumnya

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah telah menetapkan batasan usia minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun bagi jemaah asing untuk membuat janji dan mengeluarkan izin untuk melakukan umroh, serta shalat di Masjidil Haram dan Ar Rawdah Syarif dan ziarah makam Nabi menyusul pelonggaran pembatasan yang diberlakukan sejak merebaknya virus corona.

Dua pekan lalu, kementerian telah membatalkan batas usia maksimal 50 tahun sebagai prasyarat bagi jemaah yang datang untuk melakukan umroh dari luar Saudi. Ini menandakan jemaah asing di bawah usia 18 tahun tidak akan diizinkan untuk melakukan umrah.

Adapun jemaah haji domestik, semua yang berusia 12 tahun ke atas diberikan izin umroh dan sholat di Dua Masjid Suci dengan syarat menerima dua dosis vaksin virus corona. Meskipun langkah-langkah jaga jarak dicabut, jemaah masih diharuskan memakai masker wajah dan membuat reservasi untuk melakukan umrah dan sholat di Masjidil Haram, dikutip dari Saudi Gazette.

Beri Komentar