Struktur Teks Laporan Hasil Observasi, Lengkap dengan Ciri, Tujuan, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaannya

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Senin, 3 Oktober 2022 17:36
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi, Lengkap dengan Ciri, Tujuan, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaannya
Teks laporan hasil observasi berisi informasi tentang segala sesuatu yang diamati dan bersifat informatif serta objektif.

Dream – Sahabat Dream yang sudah berkuliah atau duduk di bangku SMA pasti pernah mendapat tugas berupa tulisan berisi teks laporan hasil observasi dari aktivitas pengamatan yang sudah dilakukan secara langsung. Laporan tersebut berisi informasi tentang segala sesuatu yang sudah kamu amati dengan detal sesuai objek pengamatan.

Isi teks laporan hasil observasi bisa bermacam-macam seperti tentang kondisi alam, lingkungan, hewan, tumbuhan, sosial, kejadian atau peristiwa, budaya, dan berbagai pengamatan yang dibutuhkan untuk menunjang penelitian.

Sifat dari teks laporan hasil observasi tersebut adalah informatif, komunikatif, dan objektif. Jadi, sahabat Dream harus benar-benar menyampaikan bagaimana keadaan realita di tempat kamu mengamati. Sehingga dalam teks itu tidak ada pendapat atau opini dari penulisnya dan bisa dibuktikan kebenarannya.

Terkadang kamu pasti kebingungan ketika harus memulai menulis tugas tersebut agar sesuai struktur teks laporan hasil observasi dan ulasan bisa menjelaskan secara lengkap hasil pengamatan. Tujuannya agar hasil pengamatan atau observasi yang kamu lakukan bisa dideskripsikan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Nah, berikut adalah penjelasan tentang struktur teks laporan hasil observasi sebagaimana dirangkum Dream melalui bola.com.

1 dari 3 halaman

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi© Unsplash.com

Sebelum membahas lebih dalam tentang struktur teks laporan hasil observasi, sahabat Dream perlu untuk mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri dari teks laporan hasil observasi. Sehingga nantinya kamu bisa membedakan antara teks laporan hasil observasi dengan jenis teks lainnya. Berikut adalah beberapa ciri teks laporan hasil observasi yang perlu sahabat Dream perhatikan:

  • Teks ditulis dengan lengkap dan sempurna.
  • Sifatnya objektif, global, dan universal.
  • Objek yang dibahas adalah objek tunggal.
  • Teks ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang sudah sahabat Dream lakukan.
  • Informasi teks adalah hasil dari penelitian terkini dan sudah terbukti kebenarannya.
  • Teks tidak mengandung prasangka yang menyimpang.
  • Teks saling berhubungan antara kelas dan subkelas yang ada di dalamnya.
  • Teks tidak memiliki penutup. Dalam hal ini penulis hanya melaporkan apa saja yang diamati dan diketahuinya berdasar dengan hasil analisis serta observasi.
  • Menitikberatkan pada pengelompokan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau kondisi secara umum.
  • Penyajiannya dilakukan secara menarik, baik itu berupa kata, bahasa, isi, serta susunannya yang logis.
  • Teks laporan observasi menunjukkan hal yang umum dan sesuai dengan realita tanpa memasukkan pendapat atau opini penulis.
2 dari 3 halaman

Tujuan, Fungsi, dan Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Bagi sahabat Dream yang hendak melakukan pengamatan atau observasi, maka sebaiknya mengetahui bagaimana struktur teks laporan hasil observasi. Jika sudah mengetahui strukturnya, maka kamu akan lebih mudah untuk menyusun laporan tersebut dan tentunya akan sesuai dengan kaidah yang sudah ditetapkan. Berikut adalah tujuan, fungsi, dan struktur tekas laporan hasil observasi yang perlu sahabat Dream ketahui:

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

Berikut adalah beberapa tujuan dari teks laporan hasil observasi yang perlu sahabat Dream ketahui:

  • Digunakan untuk penelitian.
  • Untuk memberikan informasi terbaru.
  • Untuk mengatasi suatu permasalahan.
  • Untuk menemukan teknik atau cara terbaru.
  • Untuk mengambil keputusan agar lebih efektif.
  • Untuk melakukan pengawasan atau perbaikan.
  • Untuk mengetahui perkembangan dari suatu permasalahan.

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Berikut adalah beberapa fungsi dari teks laporan hasil observasi yang perlu sahabat Dream ketahui:

  • Digunakan sebagai bahan penelitian atau riset.
  • Menjadi sumber yang bisa dipercaya.
  • Digunakan untuk laporan tugas serta kegiatan pengamatan.
  • Sebagai dokumentasi.
  • Sebagai ilmu pengetahuan.
  • Menjelaskan tentang dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan atau pemecahan suatu masalah dalam sebuah kegiatan pengamatan.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Berikut adalah struktur teks laporan hasil observasi yang perlu sahabat Dream perhatikan dengan baik:

Pernyataan umum

Pada pernyataan umum terdapat pembukaan, di mana terdiri dari pembuka atau informasi secara umum tentang suatu hal yang hendak disampaikan. Isinya adalah berupa objek yang akan dlakukan pengkajian dan menjelaskan tentang garis besar dari suatu objek.

Deskripsi bagian

Pada deskripsi bagian terdiri dari isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan yang mendetail.

Deskripsi manfaat

Pada deskripsi manfaat ini terdiri dari fungsi atau manfaat objek yang sahabat Dream amati dalam kehidupan.

3 dari 3 halaman

Kaidah Kebahasaan dalam Teks Laporan Hasil Observasi

Kaidah Kebahasaan dalam Teks Laporan Hasil Observasi© Unsplash.com

Dalam membuat teks laporan hasil observasi, maka sahabat Dream juga harus memerhatikan tentang kaidah kebahasaannya. Karena teks ini ada hubungannya dengan kegiatan penelitian, maka harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga nantinya bisa lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca. Berikut adalah kaidah kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi yang penting sahabat Dream ketahui:

  • Menggunakan frasa nomina yang diikuti dengan penjenis dan pendeskripsi.
  • Menggunakan verba relasional, seperti ialah, merupakan, yaitu, adalah, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah khusus pada bidang tertentu).
  • Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan tentang perilaku, seperti bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata penghubung untuk menyatakan tentang:

- Tambahan: dan, serta

- Perbedaan: berbeda dengan

- Persamaan: sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama

- Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik

- Pilihan: atau

  • Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks.
  • Menggunakan kalimat definisi dan kalimat deskripsi.
  • Menggunakan kalimat keilmuan atau teknis, seperti: herbivora, degenerative, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrome, phobia, dan sebagainya.
Beri Komentar