Christopher Lazar (Mirror)
Dream - Seorang pria asal Leeds, Inggris pada awalnya diberitahu hanya memiliki peluang hidup yang sangat kecil akibat terpapar virus Covid-19
Christopher Lazar, 44, dinyatakan hanya memiliki 5 persen peluang untuk hidup, karena hampir di rawat di rumah sakit selama delapan minggu akibat virus Corona.
Pihak rumah sakit kemudian memberikan kabar duka itu kepada istrinya, Sarah. Selepas itu, Sarah langsung mempersiapkan pemakaman untuk Christopher.
Pihak rumah sakit juga membertahu Sarah, selain terpapar virus Covid-19, Christopher juga mengalami kegagalan jantung, kerusakan tulang pinggang, serta radang paru-paru.
Christopher pun selama lima minggu harus berada di ICU dan hidupnya bergantung pada ventilator.

Namun secara tiba-tiba, suami Sarah diperbolehkan pulang karena dinyatakan pulih secara luar biasa oleh pihak rumah sakit.
" Saya tidak percaya keajaiban ini terjadi kepada saya, banyak yang lebih pantas dari saya," ucap Christopher, dilnasir dari Mirror, Selasa 14 Juli 2020.
" Rasanya seperti film Hollywod, tetapi saya sangat gembira dapat pulang dan berkumpul dengan keluarga saya."
Christopher diketahui telah menunjukkan gejala Covid-19 sejak 19 Mei lalu, ia menderita batuk kering dan panas tinggi.
Istrinya, Sarah bekerja sebagai perawat di Bradford Royal Hospital, langsung membawa Christopher untuk melakukan tes Covid-19. Pada 21 Mei, hasil tes keluar dan ia dinyatakan positif Covid-19.
(Sumber: Mirror.co.uk)
Dream - Seorang pria asal California, Amerika Serikat menggunggah rasa penyesalannya di media sosial karena telah ceroboh, tetap menghadiri pesta di tengah pandemi Covid-19. Dalam laman Facebook-nya, ia mengaku terinfeksi covid-19 setelah menghadiri pesta tersebut.
Hanya berselang sehari setelah unggahannya tersebut, Macias meninggal dunia akibat Covid-19.
" Saya keluar beberapa minggu lalu dan terinfeksi corona. Karena kebodohan saya, saya membahayakan kesehatan ibu dan saudara perempuan saya," kata Macias dilansir dari Daily Star, Jumat 3 Juli 2020.
Dalam statusnya itu, Macias menyebut pengalaman yang ia alami sungguh menyakitkan. Ia berharap bisa selamat dari penyakit tersebut, namun takdir berkata lain. Macias meninggal dunia sehari setelah mengunggah status tersebut.
Saudara ipar Macias, Gustavo Lopez mengatakan, Macias sudah melakukan karantina sejak Maret hingga awal Juni karena ia mengalami obesitas dan diabetes.
Macias baru memberanikan diri mendatangi pesta temannya di Danau Elsinore, sekitar 70 mil tenggara Los Angeles setelah pemerintah setempat melonggarkan lockdown.
Setelah menghadiri pesta, Macias sempat mendatangi kediaman saudara perempuannya, Veronica yang menikah dengan Lopez. Saat itu, Macias mulai menunjukkan gejala sakit.
Salah satu rekan Macias menghubunginya dan mengatakan ia dites positif Covid-19. Pada 16 Juni, Macias kemudian melakukan tes Covid-19 dan menerima hasil positif Covid-19, selang dua hari kemudian.
Macias sempat mengunggah sebuah status di akun Facebook miliknya. Ia memberikan peringatan kepada teman-temannya untuk tidak menyepelekan Covid-19.
" Ini bukan lelucon. Jika kamu harus keluar rumah maka pakailah masker dan jaga jarak," tulis Macias.
Tiga hari setelah dinyatakan positif Covid-19 tepatnya pada 21 Juni pukul 11 pagi waktu setempat, Macias dilarikan ke rumah sakit. Tujuh jam menjalani perawatan, kondisi Macias terus memburuk hingga ia harus mengenakan ventilator.
Akhirnya Macias menghembuskan napas terakhirnya dihari yang sama pada pukul 9 malam waktu setempat. Kejadian yang menimpa Macias membuat keluarga sangat terpukul.
" Saya pikir apa yang ia ingin orang lain tahu adalah bahwa ini nyata. Ini serius dan dapat membunuh orang," ungkap Lopez.
Sumber: Mirror.co.uk