Sunah Rasul Saat Makan Garam yang Jarang Diketahui

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 Juli 2019 06:01
Sunah Rasul Saat Makan Garam yang Jarang Diketahui
Makanan tanpa garam, rasa lezatnya seperti kurang lengkap.

Dream - Garam menjadi salah satu bahan pangan yang tersedia di hampir semua dapur. Mulai dapur rumahan hingga restoran, keberadaan garam seakan menjadi wajib.

Bahan pangan kategori bumbu ini relatif mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan, garam konsumsi dijual dengan harga yang relatif murah.

Bicara garam, ada kaitannya dengan sunah Rasulullah Muhammad SAW. Sayangnya, sunah ini banyak disepelekan bahkan diabaikan.

Dikutip dari Harakatuna, bisa dibilang garam adalah bumbu inti dari semua masakan. Tanpa garam, kelezatan makanan terasa kurang.

 

1 dari 5 halaman

Adab Makan yang Terabaikan

Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan salah satu etika makan adalah mengawali dan mengakhiri dengan garam. Hal ini bisa bermakna mengonsumsi garam secukupnya.

Bisa juga dimaknai mengonsumsi makanan bersifat garam atau yang asin ketika sebelum dan sesudah makan. Makna ini tidak secara kaku memandang garam dalam bentuk aslinya yang musti dikonsumsi.

Hal ini ternyata juga merupakan kebiasaan Rasulullah. Setiap kali makan, Rasulullah selalu mengawali dan mengakhiri dengan garam

 

2 dari 5 halaman

Sunah Rasulullah SAW

Sunah ini tertuang dalam hadis Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib RA.

Rasulullah SAW bersabda, " Ya Ali, mulailah makan dengan garam dan akhirilah dengan garam pula, karena dalam garam terkandung obat dari tujuh puluh macam penyakit, di antaranya adalah gila, kusta, lepra, sakit perut (segala macam penyakit yang berkaitan dengan perut) dan sakit gigi."

Dalam hadis tersebut, garam juga bermanfaat sebagai obat selain untuk membuat masakan terasa lezat. Bahkan ada 70 penyakit yang bisa dicegah dengan garam.

Sumber: Harakatuna.com

3 dari 5 halaman

Sapi Diberi Minum Arak, Halalkah Dimakan?

Dream - Sapi merupakan salah satu hewan halal sehingga boleh dikonsumsi. Selain itu, daging sapi memiliki kandungan yang baik untuk metabolisme manusia.

Belakangan, mungkin kerap kita dengar peternak di suatu negara punya perlakuan khusus dalam memelihara sapi. Contohnya seperti kandang eksklusif, pemberian pakan pilihan, dan pemijatan otot.

Bahkan ada peternak yang memberikan minum sapi-sapinya dengan arak. Cara tersebut diyakini agar nafsu makan sapi meningkat dan dagingnya berkualitas sangat baik.

Bagaimanapun, arak adalah minuman yang mengandung khamr. Mengonsumsinya dapat membuat mabuk dan hilang kesadaran.

Lantas, apakah sapi yang diberi minum arak dagingnya boleh dimakan?

4 dari 5 halaman

Apa Hukumnya?

Dikutip dari NU Online, khamr atau biasa dikenal dengan alkohol termasuk benda kotor. Benda semacam ini diharamkan untuk dikonsumsi oleh umat Islam.

Pun demikian halnya diberikan kepada hewan halal seperti sapi. Jika khamr dipakai untuk pakan sapi bisa membuat daging sapi menjadi kotor.

Mengenai hewan halal yang mengonsumsi benda kotor atau zat yang diharamkan disinggung dalam hadis riwayat Tirmidzi. Dalam hadis itu, Rasulullah menyarankan sahabat untuk menunda menyembelih hewan yang makan benda haram selama beberapa hari untuk diberikan pakan halal lagi bersih.

Berdasarkan hadis ini, para ulama menyatakan mengonsumsi daging hewan yang sebelumnya diberikan pakan haram hukumnya adalah makruh. 

5 dari 5 halaman

Cara Membuat Halal Sepenuhnya

Hal ini seperti disinggung oleh Syeikh Abu Zakaria dalam Syarah Tahrir.

" Makruh hukumnya mengonsumsi hewan pemakan kotoran baik itu hewan ternak, ayam, atau hewan selain keduanya. Maksudnya, kemakruhan itu meliputi anggota tubuh hewan pemakan kotoran itu seperti susu, telur, daging, bulu, atau mengendarainya tanpa alas. Ungkapan saya ‘anggota tubuh’ lebih umum dibanding ungkapan ‘dagingnya.’ Makruh ini dikarenakan ada perubahan pada dagingnya yang mencakup rasa, bau, dan warnanya. Menyantap daging hewan seperti ini akan tetap makruh hingga hewan ini dibiarkan hidup beberapa waktu agar ia memakan barang-barang yang suci. Tujuannya tidak lain agar tubuhnya kembali bersih dengan sendirinya tanpa bantuan sesuatu (seperti mencucinya hingga bersih."

Dari penjelasan tersebut, mengonsumsi daging hewan yang diberi pakan arak adalah makruh. Hal ini jika ketika akan disembelih tetap diberi zat haram tersebut.

Dianjurkan untuk membiarkan sapi hidup beberapa lama sebelum disembelih lalu diberi pakan halal. Fungsinya untuk membersihkan daging sapi tersebut sehingga sepenuhnya halal dimakan.

Sumber: NU Online

Beri Komentar