Super Kompak, Perjuangan 4 Bocah Lawan Kanker dengan 'Rok Tutu'

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 17 Februari 2020 15:10
Super Kompak, Perjuangan 4 Bocah Lawan Kanker dengan 'Rok Tutu'
Mereka berjuang bersama untuk menjalani pengobatan kanker.

Dream - Chloe, Lauren, McKinley, dan Ava, usia mereka tak jauh berbeda. Di umur yang masih 5 dan 6 tahun, bocah-bocah ini sudah harus berjuang mati-matian untuk bertahan hidup.

Keempat anak perempuan ini merupakan pasien kanker yang dirawat Rumah Sakit Johns Hopkins, Florida, Amerika Serikat. Mereka berjuang bersama untuk menjalani pengobatan kanker, mulai dari kemoterapi hingga operasi.

Sejak 2016, Chloe, Lauren, McKinley, dan Ava selalu menghadapi berbagai proses pengobatan bersama. Tiap tahunnya, mereka berpose bersama mengenakan pakaian tertentu. Pada akhir 2019 lalu, mereka bersama-sama mengenakan rok tutu dan mengenakan baju bertulis " Never EVER Give Up" .

" Saya mendengar semua anak mulai mengatakannya sekitar waktu tahun lalu ketika kami mengetahui Lauren kambuh," kata ibu Lauren, Shawna Glynn.

 

1 dari 4 halaman

Lauren Harus Jalani Perawatan Lebih Lama

Saat Chloe, Mckinley dan Ava sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Lauren masih harus menjalani perawatan karena kankernya kembali agresif. Demi menyemangati Lauren, mereka pun membuat reuni.

Lauren sangat girang dengan kedatangan tiga temannya. Tahun lalu mereka juga membuat kaus yang sama bertuliskan " Survivor" . Saat awal 2016, di mana mereka baru pertama kali menjalani perawatan, sebuah kaus khusus dibuat bertuliskan " Straight Outta Chemo."

“ Saya sangat beruntung telah bertemu dengan kelompok ibu yang menakjubkan ini sejak anak saya didiagnosis leukemia,” kata Glynn.

 

 

2 dari 4 halaman

Saling Mendukung

Jacquelyn, ibu dari Chloe mengungkap kalau, ibu dari Lauren, Ava dan Mckinley sudah seperti keluarga dekat. Dukungan dari mereka juga membuat Jacquelyn terus sabar mendampingi Chloe.

" Kami dengan cepat dekat saat bersama di rumah sakit dan di klinik. Kami menjadi pendukung satu sama lain. Semua kami lakukan untuk anak-anak kami tercinta, mereka juga anak-anakku," ungkapnya.

Sumber: WebMD

3 dari 4 halaman

Dokter Ungkap Cara Deteksi Dini Kanker Pada Anak

Dream - Penyakit kanker pada anak memiliki kemungkinan kesembuhan dan harapan hidup yang tinggi. Hal tersebut jika penanganannya dilakukan secara cepat serta metode pengobatan yang efektif.

Dalam mendeteksi kanker, dibutuhkan dokter yang memiliki kepekaan terhadap gejala-gejala kanker pada anak.

Berbeda dengan orang dewasa yang menggunakan metode skrining untuk mendeteksi dini kanker pada anak, deteksi kanker dilakukan menggunakan metode clinical finding.

Clinical finding adalah mendeteksi penyakit dari temuan gejala. Gejala dideteksi dan menemukan jenis kanker. Dokter spesialis anak Mururul Aisyi mengatakan, ada perbedaan antara skrining dan clinical finding.

" Skrining itu lebih tepatnya mencegah sesuatu yang belum terjadi (terkait adanya potensi kanker atau tidak). Kalau clinical finding itu menemukan sesuatu dari gejala yang sudah ada," kata Aisyi yang berpraktik di RS Dharmais saat diskusi 'Kenali Gejala Dini Kanker Anak' di Kementerian Kesehatan, Jakarta.

4 dari 4 halaman

Clinical Finding

Skrining tidak bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker pada anak. Hal ini karena skrining, seperti pap smear (untuk mendeteksi kanker leher rahim) ditujukan untuk kasus orang dewasa.

" Pada kasus anak tidak bisa dilakukan skrining. Yang bisa dilakukan pada anak adalah clinical finding. Jadi, ada gejala kanker, lalu kita temukan penyakitnya dan obati," tambah Aisyi.

Pada anak, pengobatan kanker juga harus dipertimbangkan. Tidak sembarangan untuk memberikan kemoterapi, terlebih lagi pada bayi yang menderita kanker.

" Pada bayi yang kena kanker, tergantung kasusnya ya. Apakah dia butuh kemoterapi atau tidak. Misalnya, dia alami leukemia kongenital--leukemia yang terdeteksi setelah lahir. kami akan sesuaikan kondisi pasien, perlu kemoterapi atau tidak. Kalau pada bayi sih kasusnya jarang sekali terjadi," ungkap Aisyi.

Aisyi menceritakan, pasien termuda yang ditangani berusia 8 bulan dan menderita kanker." Waktu itu, dia ditangani dengan kemoterapi dan survive (bertahan hidup) sampai sekarang. Alhamdulillah, setelah diberikan kemoterapi, kemajuannya efektif," ujarnya.

Sumber: Fitri Haryanti/ Liputan6.com

Beri Komentar