Surat Al Humazah Ayat 1-9 Beserta Isi Kandungannya Tentang Seorang Pengumpat

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 16 Desember 2020 09:04
Surat Al Humazah Ayat 1-9 Beserta Isi Kandungannya Tentang Seorang Pengumpat
Berikut bacaan surat Al Humazah serta isi kandungan di setiap ayat

Dream - Surat Al-Humazah adalah surah ke-104 dalam al-Qur'an. Surat ini terdiri atas 9 ayat dan tergolong pada surah Makkiyah. Kata Al Humazah berarti pengumpat dan diambil dari ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah ancaman Allah Swt terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah Swt.

Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim, dari Utsman dan Ibnu Umar, keduanya berkata, ketika kami mendengar ayat 1 surat ini, ternyata surat ini turun berkaitan dengan Ubay bin Khalaf.

Diriwayatkan Ibnu Munzdir, dari Ibnu Ishak, ia berkata, Umayyah bin Khalaf jika bertemu dengan Rasulullah saw., dia mengumpat dan mengejeknya. Kemudian Allah menurunkan surat ini secara keseluruhan. (Lubabun Nuqul: 216)

Nah, untuk mempelajari lebih lanjut berikut bacaan surat Al Humazah serta isi kandungannya.

1 dari 2 halaman

Surat Al Humazah Ayat 1-9

Ilustrasi© Foto : Instagram/kajian muslim

Wailul likulli humazatil lumazah. Alladzii jama’a maalaaw wa’addadah. Yahsabu anna maalahuu akhladah. Kallaa layumbadzanna fil huthomah. Wamaa adrooka mal huthomah. Naarulloohil muuqodah. Allatii taththoli’u ‘alal af’idah. Innahaa ‘alaihim mu’shodah. Fii ‘amadim mumaddadah

Artinya: Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (QS. Al Humazah: 1-9)

2 dari 2 halaman

Isi Kandungan Surat Al Humazah

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Ancaman bagi para pengumpat yang tidak bisa menghindari sifat-sifat buruk yang terkandung dalam surat al humazah.

Sifat-sifat seperti mengumpat, mencela dan mengumpulkan harta namun tidak mau menginfakkannya di jalan Allah, itulah sifat-sifat yang mendapat ancaman dari Allah SWT. Ancaman tersebut berupa neraka hutamah (yang menyala-nyala).

Tafsir ayat 1

Menurut Ibnu Abbas humazah lumazah mempunyai arti orang yang menjatuhkan orang lain dengan mencelanya. Sedangkan menurut Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa al-humazah adalah mengejek di hadapan orang yang diejek sedangkan lumazah berarti mengejek dari belakang.

Qatadah berkata bahwasanya humazah lumazah adalah orang yang mencela orang lain dengan lisan dan dan matanya, serta suka mengumpat dan menjatuhkan orang lain.

Menurut Mujahid dan Ibnu Zaid Humazah berarti mengumpat dengan tangan dan mata, sedangkan lumazah dengan lisan.

Tafsir Ayat 2

Yaitu orang yang terus menerus mengumpulkan harta lalu menghitungnya tanpa henti.

Menurut Ibnu Jarir dan As-Sa’iddi, Muhammad ibnu Ka,ab telah berkata tentang ayat yaitu orang yang terlena dengan harta bendanya dan merasa senang dengannya ddan ketika malam hari tiba orang ini (yang mengumpulkan harta) seumpama orang tersebut tidur bagaikan bangkai yang telah membusuk.

Tafsir ayat 3 dan 4

Manusia mengira dengan harta yang telah dia kumpulkan dia akan kekal hidupnya di dunia ini bersama dengan kekekalan hartanya.

Namun, prasangka tersebut  disanggah dalam ayat setelahnya yaitu ayat 4 dengan kata Kalla yang berarti sekali-kali tidak, yaitu perbuatan yang sebenarnya tidak akan terjadi seperti yang mereka (para pencela dan pengumpul hrta) kira.

Sesungguhnya orang yang menghimpun harta lalu menghitungnya tanpa henti itu akan di masukkan ke dalam hutamah atau api yang tidak berhenti menyala-nyala.

Neraka ini akan menghancurkan dan meluluhlantahkan segala yang masuk ke dalamnya termasuk para pengumpat dan pengumpul harta.

Tafsir ayat 5-7

Dari Sabit Al-Bannani berkata bahwasanya orang-orang tadi (para pengumpat dan pengumpul harta) akan dimasukkan ke dalam neraka hutamah yang mana neraka itu akan membakar hingga ke jantung/hati mereka, sedangkan merka masih dalam keadaan hidup.

Dan ketika azabnya mencapai puncaknya,yang bisa mereka (orang yang mengumpat dan mencela) lakukan hanya menjerit dan menangis karena merasakan sakitnya yang tiada tandingannya

Muhammad Ibnu Ka’ab Al-Qurazi  mengatakan bahwa api neraka hutamah membakar semua anggota tubuh penghuninnya dan apabila api tersebut sudah membakar semua anggota tubuh penghuninnya hingga ke hati hinggga mencapai batas tenggorokkannya, maka api itu akan kembali ke tubuhnya dan membakar berulang seperti itu.

Tafsir ayat 8

“ Sungguh api (neraka hutamah) itu ditutup dengan rapat atas diri mereka”

Maksudnya bila orang-orang yang tadi telah masuk ke dalam neraka tadi maka tidak akan bisa keluar lagi karena pintunya sudah ditutup dengan rapat.

Ibnu Murdawaih berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Siraj, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Harzad, telah menceritakan kepada kami Syuja’ ibnu Asyras, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Asim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka. 

Maksud dalam surat al humazah ayat 8 ini adalah pintu neraka hutamah sudah ditutup dengan rapat sehingga para pengumpat dan pengumpul harta tadi tidak akan pernah bisa keluar.

Hadis ini telah diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Abdullah ibnu Asad, dari Ismail ibnu Khalid, dari Abu Saleh dan dianggap sebagai perkataan Abu Hurairah yang tidak sampai kepada Nabi Saw.

Tafsir Ayat 9

” (Dan mereka) diikat pada tiang-tiang yang tinggi “

Menurut Attiyah Al-Aufi tiang-tiang tersebut terbuat dari besi.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka (para pengumpat dan pengumpul harta) dipasung, dan leher mereka dibelenggu, lalu pintu neraka ditutup. Qatadah berkata bahwa kami berbincang-bincang bahwa mereka akan di adzab di dalam neraka. Dan Ibnu Jarir memilih pendapat ini.

Sedangkan menurut Abu Saleh diikat pada tiang-tiang yang panjang maksudnya adalah belenggu-belenggu yang berat.

 

(Sumber : Berbagai Sumber)

Beri Komentar