Syachrul Anto, Pahlawan yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air Jatuh di Karawang

Reporter : Sugiono
Sabtu, 3 November 2018 14:01
Syachrul Anto, Pahlawan yang Gugur Saat Evakuasi Lion Air Jatuh di Karawang
"Baru seminggu kembali dari Palu. Dia minta dijemput di bandara dua hari yang lalu.."

Dream - Syachrul Anto, seorang penyelam yang bergabung tim Basarnas, meninggal dunia saat mencari jasad korban dan serpihan pesawat Lion Air JT610 pada 2 November kemarin.

Anggota Indonesia Diver Rescue Team itu meninggal diduga akibat mengalami dekompresi. Hal itu diungkapkan oleh Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto saat dihubungi Merdeka.com.

" Diduga dekompresi karena tekanan. Bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan). Dia mungkin langsung," kata Isswarto, Sabtu (3/11/2018).

Kepergian Syachrul cukup mengejutkan rekan-rekannya. Salah satunya adalah Yosep Safrudin yang mengakui Syachrul adalah penyelam yang sangat berpengalaman.

" Penyelam berpengalaman. Syachrul telah membantu dalam beberapa operasi evakuasi - termasuk kecelakaan AirAsia Flight QZ8501 pada tahun 2014," kata Yosep.

Yosep mengatakan Syachrul baru saja pulang ke rumahnya di Surabaya setelah dari Palu untuk membantu misi kemanusiaan di sana.

" Baru seminggu kembali dari Palu. Dia minta dijemput di bandara dua hari yang lalu, meminjam peralatan selam saya dan minta diantar ke pos evakuasi JT610 di Tanjung Priok," tulis Yosep di akun Facebooknya.

1 dari 6 halaman

Sosoknya Seperti Ini

Kata Yosep, Syachrul adalah penyelam yang tidak mengenal lelah. Syachrul rela meninggalkan perusahaan sampai bulanan untuk ikut partisipasi dalam misi kemanusiaan.

Tidak hanya Yosep yang merindukan tawa dan kebaikan Syachrul, tapi juga netizen yang telah membaca sepak terjang pria 48 tahun itu dalam misi kemanusiaan.

Hal itu terlihat dari terus mengalirnya doa di akun Facebook Syachrul. Teman-teman dan kerabat yakin Syachrul mendapat tempat paling baik di surga.

" Innalillahi wainnailaihi rodjiun.. Selamat jalan kaka kami tercinta. Allah lebih sayang sm beliau, niatnya yg selalu menolong org lain, InsyaAllah surga untukmu k Syachrul Anto, InsyaAllah husnul khotimah.. Aamiin aamiin yra.. kami adik2mu bangga akan sosok pahlawan seperti kaka.." tulis Anita Damayanti.

" Atas nama INDONESIA Diver Rescue Team kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam dalamnya .. semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan .." tulis Ebram Aja.

 

2 dari 6 halaman

Ikut Evakuasi AirAsia QZ8501

Syachrul memang dikenal sangat aktif dalam misi kemanusiaan dan lingkungan. Selain ikut operasi evakuasi korban AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata pada 2014, dia juga pernah ikut dalam misi Lion Air dan Pelni.

Syachrul juga terdaftar dalam Yayasan Terumbu Rupa yang mengkampanyekan peduli terumbu karang saat travelling.

(Sumber: Liputan6.com, Facebook Yosef Safrudin)

3 dari 6 halaman

Penyebab Meninggalnya Penyelam Basarnas Saat Mencari Korban Lion Air Jatuh

Dream - Seorang penyelam dari tim Basarnas dilaporkan meninggal saat bertugas mencari korban Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Jumat 2 November kemarin.

Dilansir Liputan6.com, korban diketahui bernama Syachrul Anto. Dia merupakan anggota dari Indonesia Diver Rescue Team.

Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto, mengatakan Syachrul meninggal diduga akibat mengalami dekompresi.

" Diduga dekompresi karena tekanan. Bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan). Dia mungkin langsung," kata Isswarto saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu 3 November 2018.

Isswarto menambahkan, aktivitas penyelaman untuk mencari korban dan serpihan pesawat Lion Air JT610 seharusnya telah berakhir pada pukul 16:00 WIB.

Hal ini dilakukan karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB.

" Korban dari sipil, penyelam Basarnas," kata Isswarto.

Saat ini jenazah Syachrul sudah berada di rumah duka di Surabaya, Jawa Timur.

" Laporan ke saya hanya terjadi dekompresi. Terus dibawa ke chamber di KN Victory. Tindakan lanjut saya tidak monitor (karena di bawah Basarnas)," ujar Isswarto.

4 dari 6 halaman

Detik-detik Penyelam Basarnas Meninggal

5 dari 6 halaman

Temuan Mengejutkan di Lokasi Black Box Lion Air JT610

Dream - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) memaparkan sejumlah temuan berdasarkan visualisasi ROV dan penyelam di lokasi ditemukannya FDR black box Lion Air JT610. Ditemukan roda pesawat, puing badan pesawat dan beberapa korban.

" Ada beberapa korban kita lihat sebarannya cukup luas. Kita melihat hal paling besar, roda pesawat, dua ban begitu, kemudian body cukup besar," kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di posko evakuasi Lion Air di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis malam.

Ia menjelaskan, temuan ini berdasarkan visualisasi alat canggih ROV yang diturunkan di lokasi penemuan FDR black box hingga pukul 16.30 WIB. Tim penyelam lalu menyisir area dasar laut hingga pukul 17.45 WIB.

" Barang-barang itu ada di bawah kapal (lokasi ditemukan black box). Kita sapu, sisir dari kapal itu ada kanan atas, kanan bawah, kiri atas, kiri bawah dan depan," ujarnya.

Jaraknya sekitar 40-50 meter. Dan ternyata di situ banyak serpihan besar sepeti yang tim Basarnas ditemukan kemarin.

Ia menambahkan, tidak semua temuan itu bisa diangkat ke kapal. Tim membutuhkan bantuan alat crane untuk mengangkat puing besar pesawat.

6 dari 6 halaman

Penyelam Banyak Temukan Korban Lion Air JT610 di Bawah Laut

Dream - Tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL) menemukan badan pesawat Lion Air JT 610 dalam bentuk serpihan-serpihan kecil. Selain itu, mereka juga banyak menemukan bagian tubuh korban di dalam air.

Penemuan puing dan bagian tubuh itu berada di kedalaman 25 hingga 35 meter di bawah laut.

" Karena posisinya puing itu memang setelah diselami ternyata pecah tidak ada yang utuh. Tapi itu berserakan. Di dalam air masih bekerja, masih di dalam air dan masih bekerja dan moga-moga bagian yang masih besar. Tapi untuk diidentifikasi itu benar adalah pesawat Lion," kata Komandan Satuan Tugas SAR Kolonel Isswarto dikutip Dream dari Merdeka.com, Kamis 1 November 2018.

Hingga saat ini tim penyelam masih terus bekerja di dalam air. " Terdiri dari Kopaska masih bekerja terus. Kita bekerja bersama agar kita bisa mengerjakan misi ini," ujarnya.

Diketahui, badan pesawat Lion Air JT610 sudah ditemukan secara tersebar. Jaraknya 100-200 m dari ditemukannya black box dengan koordinat 05 48' 46.42" S,107 07'36.88" E.

(Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar