Tiga Negara Ini Sudah dari Dulu Larang Lato-Lato, Kenapa?

Reporter : Okti Nur Alifia
Minggu, 15 Januari 2023 16:01
Tiga Negara Ini Sudah dari Dulu Larang Lato-Lato, Kenapa?
Lato-lato punya banyak nama yang disematkan, seperti clackers, click-clacks, knockers, Ker-Bangers dan Clankers, menurut Groovy History.

Dream - Lato-lato kian menjamur di Indonesia. Suara tek-tek dari bola lato-lato yang dimainkan anak kecil hingga orang dewasa terdengar hampir setiap menit, di gang-gang sempit hingga perumahan.

Kepopulerannya semakin meningkat saat Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut bermain lato-lato ketika berkunjung ke Subang, beberapa waktu lalu.

Lato-lato merupakan mainan lawas yang diklaim berasal dari benua Amerika dan Eropa. Permainan ini muncul sekitar tahun 1960-an dan populer di awal tahun 1970-an.

Lato-lato awalnya dibuat dengan kaca temper, tetapi material tersebut membuat permainan ini gampang mudah pecah yang kemudian beralih ke material plastik. 

Menurut Groovy History, lato-lato punya banyak nama yang disematkan, seperti clackers, click-clacks, knockers, Ker-Bangers, dan Clankers.

Namun tahukah kamu ternyata lato-lato pernah dilarang untuk dimainkan di tiga negara ini. Dengan alasan membahayakan hingga dianggap melecehkan.

1 dari 1 halaman

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat (AS), lato-lato dilarang dimainkan karena dapat membahayakan.

Mengutip laman Quartz, pada tahun 1966 Food and Drug Administration (FDA) AS melarang peredaran permainan clackers karena bisa menimbulkan cedera. Keputusan ini juga didukung oleh berbagai komunitas dan organisasi.

Inggris

Lato-lato atau clackers juga masuk dalam daftar permainan berbahaya yang telah dilarang di Inggris. Mainan ini bahkan mematahkan pergelangan tangan anak-anak di sekolah dasar pada tahun 70an, seperti dikutip dari laman covercloud.

Mesir

Lato-lato juga dilarang di Mesir pada tahun 2017. Di Mesir lato-lato diberi nama " bola Sisi" atau " Sisi ball" . Namun sebutan bola Sisi itu dianggap melecehkan Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi kala itu yang merujuk pada alat kelamin sang presiden.

Beri Komentar