Tahun 2021 Hampir 2000 Janda Baru Muncul di Ponorogo, Alasannya Bikin Elus Dada

Reporter : Sugiono
Kamis, 3 Februari 2022 16:59
Tahun 2021 Hampir 2000 Janda Baru Muncul di Ponorogo, Alasannya Bikin Elus Dada
Baru-baru ini sebuah laporan tentang kasus perceraian di Kabupaten Ponorogo membuat tercengang netizen.

Dream - Kasus perceraian menjadi masalah yang selalu jadi pusat perhatian Kementerian Agama. Kasusnya bukan tambah menurun, tapi malah meningkat.

Apalagi di musim pandemi Covid-19 seperti saat ini, angka kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama naik cukup signifikan.

Baru-baru ini sebuah laporan tentang kasus perceraian di seluruh Kabupaten Ponorogo membuat tercengang netizen.

1 dari 5 halaman

Wow Hampir 2000 Janda Baru Muncul di Ponorogo

Sedikitnya terdapat 1.919 janda baru di Ponorogo pada tahun 2021. Angka tersebut naik dibanding pada tahun 2020 yang mencapai 1.769 janda.

" Ya, memang ada kenaikan. Kurang lebih 200 perkara naiknya," ujar Sukahatta Wakano, Humas Pengadilan Agama (PA) Ponorogo.

Lebih rinci lagi, Sukahatta menyebutkan data dari tahun 2020 itu terdapat 498 kasus cerai talak. Sementara cerai gugat mencapai 1.412 kasus.

2 dari 5 halaman

Ada Faktor Terjadinya Perceraian

Sementara untuk laporan di tahun 2021, terdapat kenaikan yang lumayan tajam. Tahun 2021 lalu ada 540 kasus cerai talak dan 1.450 cerai gugat.

Mengenai banyaknya perceraian baik yang cerai talak maupun cerai gugat ini, Sukahatta menyebutkan ada beberapa faktor.

Salah satunya adalah faktor perselingkuhan atau yang biasa disebut dengan istilah pelakor (perebut lelaki orang).

Sedangkan di sisi lain, ada faktor nafkah atau ekonomi. Suami tak bisa memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak.

3 dari 5 halaman

Awalnya Karena Kasus Ekonomi

Menurut Sukahatta awalnya rumah tangga retak karena faktor ekonomi. Pasangan itu kemudian sepakat si istri mencari nafkah ke luar negeri.

Namun, yang di rumah atau si suami, karena kesepian akhirnya selingkuh. Kemudian ketahuan oleh istri yang di luar negeri.

Untuk faktor ekonomi juga berkaitan dengan karier istri yang bekerja jadi tenaga kerja wanita di luar negeri.

4 dari 5 halaman

Bagaimana Mau Kasih Nafkah..

Begitu ekonomi sudah mapan, pihak istri mengajukan perceraian. Alasannya karena suami tidak pernah memberi nafkah.

" Ada (suami) yang cerita bagaimana mau memberi nafkah. Jika mau mengirim nafkah di sini hanya dapat Rp1 juta dikirim ke Taiwan kan tidak ada harganya," tambah Sukahatta.

Dia mengaku penyumbang terbanyak dari kasus perceraian tersebut memang orang-orang yang sedang bekerja di luar negeri.

5 dari 5 halaman

Negara Penyumbang Perceraian Terbanyak

Untuk urutan negara penyumbang perceraian terbanyak adalah Taiwan, Hongkong dan Korea Selatan.

Sedangkan usia rata-rata yang mengajukan perkara perceraian masih di usia produktif, yakni di umur 30-50 tahun.

" Selisihnya lumayan, memang laki laki menahan diri mengajukan cerai dari pada perempuan," pungkas Sukahatta.

Sumber: JatimNow

Beri Komentar