Tata Cara Sholat Gerhana Matahari dan Bulan, Lengkap dengan Niat Serta Bacaannya

Reporter : Reni Novita Sari
Rabu, 2 Desember 2020 08:49
Tata Cara Sholat Gerhana Matahari dan Bulan, Lengkap dengan Niat Serta Bacaannya
Berikut tata cara sholat gerhana sesuai syariat agama islam

Dream- Fenomena gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Gerhana yang pernah terjadi pada bumi adalah gerhana matahari dan gerhana bulan. 

Bagi umat Islam, ketika mereka mengetahui akan terjadi gerhana, maka dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau pun gerhana bulan. Jangan sampai menyangkut pautkan fenomena gerhana ini dengan mitos-mitos yang tidak masuk akal. Karena fenomena ini adalah murni dari kekuasaan Allah SWT.

Anjuran untuk sholat gerhana telah disampaikan dari hadist. Hadits dari Al-Muhirah dalam kitab Bulughul Maram no. 526 yang menjelaskan tentang gerhana berbunyi :

" Pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “ Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo’alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.”

Sholat sunnah kusuf ini hukumnya sunnah ma’akkad. Tata cara sholat gerhana juga tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya yang lebih lama. Bagi anda yang ingin mengamalkannya, berikut ini kami sajikan tata cara sholat gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari.

 

1 dari 2 halaman

Tata Cara Sholat Gerhana Matahari

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Buku berjudul 'Fiqih Shalat Gerhana' oleh Isnan Ansory, Lc., M.Ag menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa tidak disyariatkan adzan dan iqomah dalam rangkaian pelaksanaan sholat gerhana. Namun disunnahkan untuk menyeru jamaah untuk melakukan sholat dengan seruan " ash-shalatu jaami'ah" .

Dari 'Abdullah bin 'Amru berkata: " Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah Saw, maka panggilannya dengan seruan, " ASSHIOLATU JAAMI'AH (Marilah mendirikan sholat secara bersama-sama)'." (HR. Bukhari).

Sholat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat dengan empat kali rukuk dan sujud. Sholat gerhana juga bersifat sunnah. Dan diawali dengan niat serta diakhiri salam dan khotbah pada akhir ibadah.

Berikut tata cara sholat gerhana matahari lengkap yang dikutip dalam Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag):

Niat Sholat Gerhana Matahari

USHALLI SUNNATAN-LIKHUSUUFI-SYAMSI IMAAMAN/MAKMUMAN LILLALI TA'ALA

Artinya: Saya niat sholat sunah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata

  1. Niat
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca doa iftitah yang dilanjutkan Al-Fatihah dan surat lain dengan ayat yang panjang dan suara yang keras
  4. Rukuk sambil memanjangkan bacaannya
  5. Bangkit dari ruku (itidal)
  6. Tidak langsung sujud namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat dengan ayat yang lebih pendek
  7. Kembali ruku yang bacaannya tidak sepanjang yang pertama
  8. Itidal
  9. Sujud yang lamanya seperti ruku dilanjutkan duduk di antara dua sujud serta sujud kembali
  10. Bangkit dari sujud dan mengerjakan rakaat kedua dengan bacaan dan gerakan seperti sebelumnya namun lebih singkat
  11. Salam

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jam'ah yang berisi anjuran meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperbanyak amal shaleh dan bersedekah.

Disamping mengerjakan sholat, ketika terjadi dan melihat sholat gerhana matahari disunnahkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar dan doa selama peristiwa gerhana matahari atau bulan.

2 dari 2 halaman

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Ilustrasi© Foto : Shutterstock

Sholat gerhana bulan dalam Bahasa Arab sering disebut dengan khusuf. Waktu sholat gerhana dimulai sejak awak terjadinya gerhana bulan sampai gerhana tersebut berakhir. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,

“ Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai kembali terang.”  (Muttafaqun ‘alaihi).

Niat untuk imam gerhana bulan :

USHOLLI SUNNATAL KHUSUUFI ROKATAINI IMAAMAN LILLAHI TA'ALAA

Artinya: " Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah ta'ala."  

Niat makmum sholat gerhana bulan;

USHOLLI SUNNATAL KHUSUUFI ROK'ATAINI MA'MUUMAN LILLAHI TA'AALAA

Artinya: " Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat sholat gerhana bulan sendirian;

USHOLLI SUNNATAL KHUSUUFI ROK'ATAINI LILLAHI TA'ALAA

Artinya: " Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala."

  1. Niat
  2. Takbiratul Ihram.
  3. Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan surat yang panjang.
  4. Ruku'.
  5. Disunnahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri.
  6. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan lebih pendek daripada sebelumnya.
  7. Ruku' lagi. Disunnahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama.
  8. I'tidal.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua
  11. Berdiri lagi (rakaat kedua), membaca surat Al Fatihah dan lainnya
  12. Ruku'. Disunnahkan waktu ruku' lama, seperti waktu berdiri.
  13. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya.
  14. Ruku' lagi. Disunnahkan waktu ruku' lebih pendek dari ruku' pertama.
  15. I'tidal.
  16. Sujud
  17. Duduk di antara dua sujud.
  18. Sujud kedua.
  19. Duduk Tahiyah akhir.

Begitu salam selesai diucapkan, disunnahkan pula untuk kamu berdoa. Berdoa di waktu setelah sholat gerhana bulan adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa.

 

Beri Komentar