Teten, Si Manusia Kutil dari Sukabumi

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 Maret 2019 10:00
Teten, Si Manusia Kutil dari Sukabumi
Dari kepala hingga kaki penuh dengan kutil.

Dream - Begitu berat hidup yang dijalani Teten, 40 tahun, warga Kampung Kuta Pamoyaman RT.12 RW.08, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dia terpaksa kehilangan pekerjaan dan juga ditinggal istrinya.

Semua karena kondisi fisiknya yang berbeda dari orang normal. Bukan karena cacat, namun sekujur tubuh Teten penuh dengan kutil.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 29 Maret 2019, kisahnya berawal pada 12 tahun lalu. Mulanya hanya ada satu kutil tumbuh di tubuh Teten, tepatnya di bagian dagu. Teten pun memotong kutil itu dengan silet. Tetapi, peristiwa buruk terjadi kemudian.

Beberapa bulan kemudian, kutil semakin banyak muncul di tubuh Teten. Hingga saat ini, seluruh tubuh Teten penuh kutil. " Dari kepala sampai kaki, kutilnya terus bertambah," ujar Teten.

1 dari 3 halaman

Menarik Diri dan Ditinggalkan Istri

Kondisi tersebut membuat Teten malu bertemu orang lain. Dia sampai berhenti berdagang roti dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Tak hanya kutil, ada benjolan besar tumbuh di punggung Teten. Beratnya mencapai 7 Kilogram.

" Berat, kayak gendong anak kecil," kata dia.

Teten terpaksa kehilangan mata pencahariannya. Dia juga mengandalkan penghidupan dari sang kakak yang bekerja di Jakarta sebagai asisten rumah tangga.

Kepiluan Teten semakin menjadi lantaran istrinya memilih bercerai. Alhasil, Teten harus menanggung beban hidup sendiri.

" Istri saya memilih berpisah dari saya, karena kondisi saya yang semakin hari semakin parah," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Terkendala Biaya

Terbersit keinginan dalam benak Teten untuk bisa sembuh. Sayangnya, kondisi ekonomi yang serba pas-pasan menjadi penghalang bagi Teten untuk berobat.

" Saya malu, pingin cepat sembuh. Pingin kerja lagi biar bisa bahagiakan ibu," kata dia.

Kondisi Teten membuat sejumlah tetangga tergerak. Mereka bersama aparat setempat sampai menggalang donasi agar Teten bisa berobat ke rumah sakit.

Soal biaya perawatan, Teten sudah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. Meski begitu, dia mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan lain selama menjalani pengobatan.

 

3 dari 3 halaman

Pengobatan Dijamin, Tapi...

Relawan BPJS Kesehatan Kecamatan Purabaya, Dede Hermawan, 40 tahun, mengatakan selalu mendampingi Teten setiap kali berobat. Menurut dia, Teten sudah pernah dioperasi untuk menghilangkan kutil namun hanya di area wajah.

" Baru satu kali operasi, kalau enggak salah cuma empat kutil yang dioperasi di bagian wajah. Karena Pak Teten kan mintanya yang di wajah dulu," kata dia.

Menurut Dede, Teten butuh biaya sekitar Rp250 ribu hanya untuk perjalanan dari dan menuju RSUD R Syamsuddin SH Kota Sukabumi. Alasan itulah yang membuat Teten urung berobat lantaran tidak punya uang.

" Jangankan buat ongkos, buat makan saja mereka itu kesulitan," kata dia.

Dede mengatakan, tidak mungkin memenuhi kebutuhan biaya Teten dengan terus-terusan menggalang donasi. Dia berharap ada jalan keluar terbaik bagi Teten.

" Agar Pak Teten bisa dioperasi lagi," kata Dede.

Sumber: Liputan6.com/Mulvi Mohammad

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More