Bertaruh Nyawa Demi Evakuasi Jasad Mahasiswa dari Kawah Merapi

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 18 Mei 2015 19:14
Bertaruh Nyawa Demi Evakuasi Jasad Mahasiswa dari Kawah Merapi
Dari pantuan kemera thermal, suhu di dasar kawah mencapai 35 hingga 70 derajat celcius. Mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta itu ditemukan sudah tidak bernyawa.

Dream - Dua orang dari tim SAR gabungan harus bertaruh nyawa saat mengevakuasi Eri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang jatuh ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu kemarin 16 Mei 2015.

Komandan SAR DIY, Brotoseno mengatakan, dari pantuan kemera thermal, suhu di dasar kawah mencapai 35 hingga 70 derajat celcius.

" Kedua Tim SAR ini tengah mengangkat tubuh Eri dari dasar kawah ke bibir kubah Merapi. Kita doakan agar prosesnya lancar sampai ke atas," kata Brotoseno saat berbincang dengan Dream.co.id lewat sambungan telepon, Senin 18 Mei 2015.

Tim SAR yang diterjunkan ada sekitar 4 regu yang jumlah 40 orang. Namun, hanya dua orang yang turun melakukan evakuasi.

Jejak tubuh Eri sempat terekam drone milik Universitas Gadjah Mada yang digunakan dalam proses pencarian. " Dari titik itu, kedua anggota tim SAR turun ke bawah dan menemukan tubuh Eri," tuturnya.

Tubuh Eri ditemukan dalam kondisi tak bernyawa siang tadi sekitar pukul 13.37 WIB. Korban diketahui berada di sekitar 300 meter dari bibir kawah, sehingga evakuasi dilakukan dengan teknik vertical rescuer.

Eri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri Program Studi Teknik Informatika angkatan 2012, jatuh karena terpeleset ke kawah Merapi. Dia dilaporkan naik ke Merapi bersama lima orang lainnya sekitar pukul 11.00 WIB.  (Ism) 

1 dari 5 halaman

Jasad Mahasiswa Atma Jaya Ditemukan

Jasad Mahasiswa Atma Jaya Ditemukan

Dream - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah Eri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang jatuh ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu kemarin 16 Mei 2015.

" Posisi tim saat ini tengah mengangkat tubuh Eri dari dasar kawah ke bibir kubah Merapi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal," kata Komandan SAR DIY, Brotoseno saat dihubungi Dream.co.id, Senin 18 Mei 2015.

Kata dia, tubuh Eri ditemukan siang tadi sekitar pukul 13.37 WIB. " Kedua tim penyelamat menemukan tubuh Eri setelah turun ke dasar kawah," jelasnya.

Perjuangan Tim SAR bertaruh nyawa lantaran dari pantuan kemera thermal, suhu di dasar kawah mencapai 35 hingga 70 derajat celcius.

Korban diketahui berada di sekitar 300 meter dari bibir kawah, sehingga evakuasi dilakukan dengan teknik vertical rescuer.

Eri Yunanto, mahasiswa Atma Jaya Yogyakarta jurusan Teknologi Industri Program Studi Teknik Informatika angkatan 2012, jatuh karena terpeleset ke kawah Merapi. Dia dilaporkan naik ke Merapi bersama lima orang lainnya sekitar pukul 11.00 WIB. (Ism

2 dari 5 halaman

Foto-foto `Bernyali` Mahasiswa yang Jatuh ke Kawah Merapi

Foto-foto `Bernyali` Mahasiswa yang Jatuh ke Kawah Merapi

 

Dream - Eri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri Program Studi Teknik Informatika, Universitas Atmajaya Yogyakarta jatuh terpeleset ke kawah Merapi pada Sabtu 16 Mei 2015.

Mahasiswa angkatan 2012 ini dilaporkan naik ke Merapi bersama lima orang lainnya sekitar pukul 11.00 WIB. Eri terjatuh usai berfoto di Puncak Garuda sebelum akhirnya tergelincir.

Foto terakhir dari pendaki lain pun beredar. Sebelum akhirnya terjatuh di kedalaman 300 meter dari bibir kawah.

Akun instagram Eri Yunanto @erriyunanto pun panen doa. Dari rekan-rekan kampus, sekolah, juga pendaki lain.

Dari foto-foto yang diunggah terlihat, Erri kerap berfoto di lokasi-lokasi ekstrem. Lokasi-lokasi yang membutuhkan keberanian dan nyali tinggi untuk mengambil gambar di titik itu. Seperti apa lokasi-lokasi itu? Berikut foto-fotonya: Foto-foto 'Bernyali' Erri Yunanto (Ism, Sumber: Instagram @erriyunanto) 

3 dari 5 halaman

Beredar Foto Mahasiswa Atma Jaya Sebelum Jatuh ke Kawah Merapi

Beredar Foto Mahasiswa Atma Jaya Sebelum Jatuh ke Kawah Merapi

Dream - Akun media sosial Instragram milik @bagusdeni sempat mengunggah foto Eri Yunanto, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, yang jatuh ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu kemarin 16 Mei 2015.

Di foto itu Efi yang mengenakan topi hitam tengah duduk di atas batu di pinggir kawah Merapi, sebelum akhirnya jatuh ke dalam kawah.

" Tolong jangan memberitakan kabar yang belum jelas kabarnya, saya meminta tolong kepada semua, yang kita perlukan hanyalah berdoa agar mas Erri bisa cepat di temukan dengan keadaan yang masih selamat dan bisa kembali lagi dengan keluarga sekaligus rekan rekan Nya,"  tulis @bagusdeni dalam akun Instagramnya yang mengunggah foto tersebut Sabtu malam.

Ia juga meninta jangan membuat hoax dan berita yang tidak perlu dan tidak penting." Mohon pengertiannya dan mohon maaf apabila caption saya terlalu berlebihan, terimakasih banyak. Salam lestari."

Bagus yang kebetulan berada di lokasi kejadian yang dikenal dengan sebutan 'Puncak Tusuk Gigi' Gunung Merapi mengingatkan kepada para pecinta alam lainnya untuk selalu waspada ketika melakukan kegiatan pendakian.

'Puncak Tusuk Gigi' memang terkenal sebagai lokasi ekstrem bagi kalangan pendaki karena puncak itu berada tepat di pinggir bibir kawah Merapi.

Proses evakuasi masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Faktor cuaca menjadi halangan bagi tim gabungan untuk mencapai lokasi jatuhnya Eri.

Eri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri Program Studi Teknik Informatika angkatan 2012, jatuh karena terpeleset ke kawah Merapi. Dia dilaporkan naik ke Merapi bersama lima orang lainnya sekitar pukul 11.00 WIB. (Ism) 

4 dari 5 halaman

`Salam Aqidah` Mahasiswa Atmajaya yang Jatuh ke Kawah Merapi

`Salam Aqidah` Mahasiswa Atmajaya yang Jatuh ke Kawah Merapi

 

Dream - Kabar jatuhnya Mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta, Eri Yunanto ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu, 16 Mei 2015 menghebohkan media sosial. Menurut kabar beredar Eri terpeleset saat berfoto selfie di Puncak Garuda atau 'Puncak Tusuk Gigi'.

'Puncak Tusuk Gigi' memang terkenal sebagai lokasi ekstrem bagi kalangan pendaki, karena puncak itu berada tepat di pinggir bibir kawah Merapi.

Sebelum kabar jatuhnya Erri, pria ini sempat memposting foto dengan caption salam Aqidah di akun instagram miliknya @erriyunanto.

Dalam foto semi siluet itu Eri menengadahkan tangannya ke atas dengan latar belakang senja yang begitu indah. Doa para netizen pun membanjiri foto ini, " Semoga kakak selalu bersama lindunganNya. Amin Ya Allah,"  tulis akun @estaaprylia.

" Kak, lo tadi masuk tivi , mamah lo juga masuk tivi , kita semua disini berdoa buat lo kak , semoga ada mukzizat, ayo kak lo bisa kan nungguin tim penyelamat? Tungguin mereka ya kak, pasti dateng kok :'," tulis akun @pinkroseapp.

Seperti diketahui sebanyak 150 personil SAR gabungan dari TRC Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, SAR Boyolali, SAR Klaten, SAR DIY, Mapala, Taman Nasional Gunung Merapi serta relawan dikerahkan untuk mencari Erri. Semoga segera ditemukan... (Ism) 

5 dari 5 halaman

Mahasiswa Atmajaya Hilang Usai Foto di Bibir Kawah Merapi

Mahasiswa Atmajaya Hilang Usai Foto di Bibir Kawah Merapi

Dream - Mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta, Eri Yunanti, 21 tahun, dilaporkan jatuh ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu, 16 Mei 2015. Saat itu, Eri sedang berfoto selfie di Puncak Garuda kemudian terpeleset.

Sebanyak 150 personil SAR gabungan dari TRC Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, SAR Boyolali, SAR Klaten, SAR DIY, Mapala, Taman Nasional Gunung Merapi serta relawan dikerahkan untuk mencari mahasiswa tersebut.

" Tiga tim Searc Rescue Unit (SRU) sudah berada di bibir kawah Gunung Merapi sejak Minggu pagi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis diterima Dream.co.id, Senin, 18 Mei 2015.

Sutopo mengatakan tim SRU bertugas merintis jalur dan memasang tali ke bawah. Menurut dia, korban berada di kedalaman 300 meter dari bibir kawah, sehingga evakuasi dijalankan dengan teknik vertical rescuer.

" Tim SRU saat ini sudah berada pada kedalaman 50 meter dari bibir kawah. Kondisi medan berat," katanya.

Sebanyak 12 orang telah melakukan evakuasi. Mereka dibagi menjadi dua kelompok dengan tugas enam orang berada di bibir kawah untuk memegang tali, sedangkan enam orang lainnya berada di sepanjang jalur tali.

" Pergantian personil di bagian atas dikoordinir dari poskodal Selo," ungkap dia.

Evakuasi tersebut tidak bisa berjalan cepat. Ini lantaran kondisi angin yang bertiup kencang, sehingga tim evakuator harus menginap di jarak 200 meter dari bibir kawah.

" Tim SAR menginap 200 meter dari puncak Merapi ke arah Pasar Bubrah, BPBD Boyolali memenuhi kebutuhan bagi tim SAR," terang Sutopo.

Lebih lanjut, Sutopo mengatakan tim SAR mendapat rekomendasi dari Badan Geologi untuk menjalankan evakuasi dan pemasangan alat sebelum pukul 12.00 WIB. Ini lantaran sinar matahari dapat berpengaruh terhadap gas beracun di sekitar kawah.

" Suhu di kawah sekitar 160-420 derajat celsius," kata Sutopo. (Ism) 

Beri Komentar