WMA (4): Tingkah Lucu 25 Muslimah Cantik Dunia

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 24 November 2014 18:36
WMA (4): Tingkah Lucu 25 Muslimah Cantik Dunia
Saat 25 finalis World Muslimah 2014 berkumpul, ada saja tingkah mereka. Dari yang menangis karena busana terlalu indah, hingga nyaris pingsan melihat jarum.

Dream – Suara klakson panjang dari lokomotif memekik telinga. Wajah-wajah layu para wanita di gerbong kereta wisata tersentak kaget.

Mereka terlihat lelah bersandar di kursi. Perjalanan sembilan jam kereta wisata dari Jakarta itu berakhir di Stasiun Yogyakarta, Jumat 14 November lalu.

Seorang wanita berdiri mengumumkan: " Kita sudah sampai Jogja, ayo rapikan diri kalian!" Suasana mendadak gaduh. Langsung saja, 25 wanita ayu di gerbong itu sibuk merapikan hijab yang kusut dan riasan yang mulai pudar.

Satu per satu mereka melangkah keluar pintu kereta. Keriuhan menyergap mengiringi rintik gerimis. Tiga wanita ayu berbusana batik sudah menyambut, sembari memberikan bunga; Selamat Datang di kota Gudeg!

Ya…, itu semua jadi penanda dimulainya ajang tahunan khusus wanita berhijab, World Muslimah Awards (WMA) 2014. Yogyakarta dipilih menjadi tuang rumah pentas yang diikuti hijabers dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, finalis WMA berjumlah 25 muslimah dari 15 negara dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika.

Ajang tahunan bagi wanita berhijab ini tidak sekadar mencari gadis ayu dan stylish, tapi juga cerdas dan muslimah yang taat. Seluruh prosesi acara berlangsung dua pekan. Hingga akhirnya terpilihlah Fatma Ben, gadis Tunisia sebagai pemenangnya.

Namun mengurus 25 gadis ini bukanlah persoalan mudah. Ada saja peristiwa lucu yang mereka buat. Apa saja? Berikut beberapa kejadian menarik yang direkam reporter Dream, Kusmiyati yang mengikuti seluruh prosesi acara ini:

1 dari 4 halaman

Duo Finalis yang Doyan Menghilang

Duo Finalis yang Doyan Menghilang © Dream

Dream – Prosesi acara dua pekan banyak diisi kunjungan ke tempat wisata dan juga ke panti asuhan dan panti jompo di Yogyakarta.

Ada satu menu yang selalu mewarnai di setiap kunjungan, terutama saat di lokasi wisata. Panitia selalu kehilangan dua finalis dari luar negeri, Dina Torkia wakil Inggris dan wakil Iran, Samaneh.

Salah satunya ketika para finalis mengikuti jalan sehat sepanjang lima kilometer mengelilingi perkampungan sekitar Prambanan. Kedua gadis itu hilang dari rombongan.

" Ini Dina sama Samaneh kemana lagi?” kata salah satu panitia kesal sambil mencari dua gadis itu. Seluruh peserta, panitia, serta pendamping yang berasal dari mahasiswi terbaik kampus Yogyakarta ikut panik.

Saat semua sedang bingung, tiba-tiba kedua gadis itu nongol dengan senyum seolah tak bersalah. Saat ditanya panitia, mereka menghilang kemana ? Dina, finalis dari Inggris menjawab, " Semuanya terihat menarik di mata saya jadi saya penasaran. Tanpa sadar langsung pergi saja, maaf…"

Tak terkecuali Samaneh, mengaku tak habis kekagumannya pada keindahan alam dan budaya Indonesia. Sehingga dia sering terpisah dari rombongan dan mengeksplorasi sendiri. “ Maaf … kalau bikin panik,” katanya dengan senyum beersalah.

Iya deh, dimaafin…

2 dari 4 halaman

Menangis Pakai Baju Glamour

Menangis Pakai Baju Glamour © Dream

Dream - Puluhan desainer dari dalam dan luar negeri terlibat langsung di acara World Muslimah Award 2014. Setiap desainer memamerkan satu sampai dua busana untuk dipakai para finalis.

Semua finalis tentu saja bangga dengan busana indah yang dikenakannya. Tetapi malam itu finalis dari Tunisia, Fatma Ben Guefrache tiba-tiba wajahnya murung kemudian masuk ke toilet.

Lama dia bersembunyi disana. Saat didatangi ternyata Fatma sedang sesenggukan, menangis. Semua kaget. Apa yang terjadi pada dara cantik ini?

" Busana ini terlalu berlebihan untuk saya," jawabnya di balik pintu kamar mandi. Panitia pun tersenyum dan menggandeng dara 25 tahun itu. Mereka pun bertanya, busana apa yang diminta Fatma ?

Mahasiswi jurusan komputer itu meminta busana yang sederhana saja. Tanpa pernak-pernik, dan tak berkesan glamour. Fatma menjawab sambil mengusap air matanya dengan tisu.

Para desainer akhirnya memberi solusi. Sebuah busana dengan desain simpel tanpa ornamen apapun. Pilihan itu langsung memekarkan senyum diwajah cantik Fatma. Setelah dikenakan, terlihat aura percaya dirinya kembali muncul.

Dan, malam itu Fatma terpilih sebagai jawara World Muslimah tahun ini.

3 dari 4 halaman

Nyontek Gaya Hijab

Nyontek Gaya Hijab © Dream

Dream – Indonesia seakan tak pernah habis gaya dan model terbaru dalam mengenakan jilbab. Tapi inovasi ini ternyata mengundang keterkejutan dari Nazreen finalis World Muslimah 2014 dari India.

“ Agak aneh karena sangat variatif,” katanya. Awalnya dia mengaku terkejut. Di negerinya, memakai jilbab hanya dijepit di bawah dagu, kemudian bagian atas dilipat ke arah dalam telinga.

Sementara di Indonesia macam-macam. “ Ada bentuk bunga di atas dan wah, sulitnya…,” kata gadis yang berparas layaknya bintang film India ini sambil tertawa.

Kesempatan bertemu dengan para desainer Indonesia yang kreatif, hampir setiap hari Nazreen minta waktu untuk tutorial hijab. Dia mencontoh segala bentuk dan gaya berhijab yang indah dan tidak membosankan.

Gadis yang suka bernyanyi ini mengaku akan mencontek gaya hijab Indonesia. “ Aku mau aplikasikan disana. Siapa tahu di sana jadi tren, dan aku jadi trendsetter,” kata Nazreen dengan senyum manisnya.

4 dari 4 halaman

Darah dan Jarum Suntik

Darah dan Jarum Suntik © Dream


Dream – Tibalah saat para finalis harus menjalani tes kesehatan. Beberapa peserta tiba-tiba menjadi pucat dan berkeringat dingin. Terutama saat pengambilan sampel darah.

Wajah panik tak bisa disembunyikan oleh Dina Torkia, finalis dari Inggris. Apalagi saat panitia mulai memanggil satu per satu. " Oh my God, i'm so scary," kata wanita yang populer di dunia media social itu dengan nama Dina Toki-O.

Ternyata dara yang satu ini paling takut dengan jarum suntik, apalagi melihat darah. Sepanjang antrian tak henti-hentinya dia bertanya kepada Dream yang mendampinginya.

" Apakah sakit?" dia bertanya gusar.
" Banyak kah darah yang diambil?" kembali dia bertanya.

Saat tiba gilirannya, petugas kesehatan mencoba menenangkan. Petugas menjelaskan darah diambil hanya sedikit dari jari tengah saja.

Perlahan Dina mengulurkan jemarinya yang lentik. Petugas menyambut dan memegang telapak tangan yang halus itu.

" Apakah siap?" tanya petugas.
" Insyaallah, siap," jawabnya dengan senyum malu-malu.

Dan ketika jarum itu mendekat ke ujung jarinya, wajah Dina langsung mengernyit.

Tanpa disadarinya proses pengambilan darah sudah selesai. Mata Dina berbinar dan dia langsung mengambil nafas panjang…." Alhamdulillah."

Beri Komentar