Viral Bayi Meninggal Tercekik Diduga karena Ibu Dipaksa Lahir Normal, RSUD Jombang: Tidak Bisa Selamatkan Dua-duanya

Reporter : Nabila Hanum
Selasa, 2 Agustus 2022 11:07
Viral Bayi Meninggal Tercekik Diduga karena Ibu Dipaksa Lahir Normal, RSUD Jombang: Tidak Bisa Selamatkan Dua-duanya
Hingga sekitar 10 menit belum membuahkan hasil, anggota tubuh masih di dalam kandungan ibu, hingga kemudian bayi meninggal dunia.

Dream - Viral di media sosial bayi meninggal dunia usai persalinan normal di RSUD Jombang, Jawa Timur. Pihak rumah sakit menuai kecaman dan dianggap ceroboh karena mengabaikan rujukan puskesmas agar persalinan dilakukan secara caesar.

Kisah ini diceritakan Desi dalam thread akun Twitter @MinDesiyaa. Ia mengatakan, kejadian tersebut berawal dari kontraksi yang dialami istri adik sepupunya pada Kamis, 28 Juli 2022.

" Haloo aku akan bikin thread pengalaman istri adik sepupuku yg melahirkan di RSUD KABUPATEN JOMBANG karena, aku berbagi di sini agar tidak ada lagi yang mengalami kejadian yang dialami adikku," ujar Desi.

" Sebut saja adikku Feri dan istrinya Ria. Ria yang saat itu ditemani ibunya datang ke pukesmas terdekat karena mengalami kontraksi yang tidak berhenti dari hari Rabu malam," ungkapnya.

1 dari 5 halaman

Menurut dia, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter di Puskesmas setempat, maka diputuskan untuk merujuk Ria ke rumah sakit dengan diantar salah satu perawat.

" Sesampainya di rumah sakit, perawat puskesmas sudah memberikan surat rujukan tersebut agar Ria segera ditangani operasi," kata Desi.

Sayangnya, RSUD Jombang justru menolak tindakan tersebut dan menyarankan agar Ria tetap lahiran normal.

" Ria yang saat itu memang sudah tidak kuat menolak saran lahiran normal dari rumah sakit, tapi pihak rumah sakit tetap memaksa dan pada akhirnya Ria mau tidak mau mengikuti prosedur rumah sakit," kata Desi.

2 dari 5 halaman

Desi menceritakan, saat proses persalinan, Ria mengejan hanya sampai kepala bayi yang keluar dan benar-benar sudah tidak kuat. Berat bayi yang besar dan pundak lebar membuat Ria kesusahan mengejan. Dokter bahkan harus menggunakan alat sedot untuk mengeluarkan bayi.

" Namun semua itu gagal dan pada akhirnya dokter mengambil jalan untuk memotong kepala bayi karena bayi sudah meninggal karena terlalu lama terjepit lehernya. Setelah dipotong leher kembali dijahit dan bayi dikebumikan dengan layak oleh ayahnya," kata Desi.

Dia mengaku, thread tersebut dibuat karena keluarganya hanya bisa pasrah. Mau menuntut RSUD Jombang pun tidak tahu jalurnya dan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

" Sang bayi diberi (nama) Cahaya Rembulan dipanggil Bulan.. Sedangkan Ria masih proses pemulihan di rumah sakit dan lagi lagi dapat omongan pedas dari perawat karena dari faskes kelas tiga. Minta doanya agar Bulan ditempatkan di surga Allah, dan Ria segera pulih," tutup Desi.

3 dari 5 halaman

Kematian tragis dengan pemisahan kepala dan tubuh bayi dalam proses kelahiran seorang ibu di Jombang itu seketika menjadi sorotan.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Jombang, M Vidya Buana mengatakan, pasien bernama Rohmah merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Sumobito, Jombang. Pasien itu dibawa ke rumah sakit pada Kamis, 28 Juli 2022 dengan indikasi keracunan kehamilan.

" Sesuai SOP, kami melakukan pemeriksaan awal dan didapatkan kondisi ibu baik dan sudah masuk fase aktif, artinya sudah ada pembukaan. Kemudian, posisi kepala janin juga sudah masuk ke dasar panggul," katanya, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 2 Agustus 2022.

Tim medis juga memutuskan untuk proses persalinan normal tanpa operasi sesar. Proses pembukaan ibu bayi sudah tujuh, sehingga terus dilakukan observasi.

4 dari 5 halaman

" Setelah diobservasi, karena sudah pembukaan tujuh, persalinan harus pembukaan lengkap. Jadi, kami lakukan observasi sambil melihat proses kemajuan janin, dan ternyata bisa sampai pembukaan lengkap. Tim kami melakukan pertolongan persalinan," ujarnya.

Menurutnya, proses persalinan berhasil hingga kepala janin keluar. Namun, setelah itu terjadi kemacetan saat proses kelahiran. " Macet di pundak," ucapnya.

Petugas medis, kata dia, terus berupaya memberikan pertolongan dengan berbagai cara. Hingga sekitar 10 menit belum membuahkan hasil, anggota tubuh masih di dalam kandungan ibu, hingga kemudian bayi meninggal dunia.

" Ini tidak bisa diselamatkan bayinya, kami selamatkan ibunya. Bisa saja dipaksakan, namun ibunya akan berisiko. Bisa jadi nanti kondisi ibu terjadi perdarahan, tidak bisa selamat dua-duanya," kata dia.

5 dari 5 halaman

Ia menambahkan ada beberapa opsi yang diambil tim medis saat menyelamatkan pasien, namun akhirnya dipilih untuk melakukan tindakan dekapitasi (pemutusan atau pemenggalan leher bayi).

" Kondisi bayi tidak bisa diselamatkan, sehingga prioritas petugas kami fokus menyelamatkan kondisi ibu. Kalau ini kemudian dipaksakan, bisa jadi ibu akan mengalami robek jalan lahir dan kondisi lainnya, sehingga mau tidak mau dilakukan operasi untuk mengangkat janin. Tapi, karena kondisi separuh sudah keluar, kepala sudah lahir, maka diputuskan dilakukan proses dekapitasi," ujar dia.

Pihak rumah sakit sudah memberikan informasi terkait dengan hal itu kepada keluarga korban, sehingga dilakukan operasi.

Pihak rumah sakit juga memastikan kondisi pasien Rohmah saat ini sudah membaik, namun masih perlu dilakukan perawatan. Jika dari hasil pemeriksaan laboratorium ada kemajuan, pasien diizinkan untuk pulang.

Sementara itu, terkait dengan permintaan operasi sesar, dr Vidya menjelaskan saat dibawa ke rumah sakit dari Puskesmas Sumobito, Jombang tidak menyebutkan bahwa harus dilakukan Pro-SC (operasi Cesar) terhadap pasien Rohmah. Dari Puskesmas hanya menjelaskan terkait dengan preeklamsia.

Beri Komentar