Viral Video Lawas Ferdy Sambo Bicara Soal Tanggung Jawab, Sudah Prediksi Nasibnya Sendiri?

Reporter : Nabila Hanum
Rabu, 10 Agustus 2022 16:56
Viral Video Lawas Ferdy Sambo Bicara Soal Tanggung Jawab, Sudah Prediksi Nasibnya Sendiri?
Dalam video, Sambo berbicara soal tanggung jawab pimpinan terhadap pelanggaran anggotanya.

Dream - Nama Irjen Ferdy Sambo menjadi trending di media sosial usai ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Sambo disebut sebagai otak pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya pada 8 Juli lalu. Ia memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Sambo juga memalsukan kejadian tersebut sebagai peristiwa tembak menembak. Dia sengaja menembak dinding berkali-kali menggunakan senjata Brigadir J untuk memalsukan peristiwa baku tembak.

1 dari 7 halaman

Sambo dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, beredar video lawas berisi pernyataan Ferdy Sambo di media sosial. Dalam video, Sambo berbicara soal tanggung jawab pimpinan terhadap pelanggaran anggotanya.

" Makanya kemudian pimpinan menyampaikan, apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota maka 2 tingkat pimpinan di atasnya harus bertanggung jawab," kata Sambo dalam video yang diunggah akun Instagram @duniapunyacerita.

2 dari 7 halaman

Video pernyatan Sambo itupun kemudian banyak dikaitkan dengan penetapan dirinya sebagai tersangka. Banyak warganet menyebut jika pernyataan mantan Kadiv Propam itu seakan melukiskan nasibnya sendiri.

" Nah atasan anda tanggung jwb doong nuntasin kasus ini 🔥🔥🔥🔥🔥🔥."

" kasihan, karir lagi naik2nya malah bikin ulah. padahal jabatan harta tahta sudah di tangan masa masih aneh2...."

" 2 tingkat atasnya dah gbs tidur ini 😮😮😮."

" Jilat Ludah Sendiri... Asikk.. Asikk.. d Tunggu Mkn Mkn ny 😌🤪🤪."

4 dari 7 halaman

Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Apa Motifnya?

Dream - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan menjadi tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Ferdy Sambo diduga memerintah Bharada E melakukan penembakan kepada Brigadir J hingga meninggal dunia.

Polisi pun masih mendalami motif yang memicu Sambo memerintahkan pembunuhan itu.

" Motif penembakan saat ini tentunya masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap saksi termasuk kepada ibu PC," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Selasa 9 Agustus 2022.

5 dari 7 halaman

Sigit melanjutkan, timsus dapat titik terang dengan melakukan proses penanganan dan pemeriksaan spesifik libatkan forensik, olah TKP, Puslabfor untuk uji balistik.

" Termasuk alur tembakan, CCTV dan HP oleh labfor," katanya.

Sebelumnya, Polri telah menetap Irjen Ferdy Sambo tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshu Hutabarat atau Brigadir J.

" Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus telah memutuskan untuk menetapkan sodara FS sebagai tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 9 Agustus 2022.

6 dari 7 halaman

Sigit juga menyangkal narasi sebelumnya yang mengatakan terjadi baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

" Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan," ujarnya.

Ia mengatakan, timsus menemukan peristiwa yang terjadi adalah penembakan terhadap Brigadir J. Penembakan itu dilakukan oleh Bharada E atas perintah Ferdy Sambo.

7 dari 7 halaman

Untuk membuat seolah terjadi tembak menembak, Ferdy Sambo sengaja menembak dinding berkali-kali menggunakan senjata Brigadir J.

" Untuk membuat seolah terjadi tembak menembak, FS melakukan penembakan dengan senjata miliki saudara J ke dinding berkali-kali," ungkapnya.

Meski begitu, Sigit belum menjelaskan terkait apakah Ferdy Sambo menyuruh atau terlihat langsung.

" Saat ini tim terus lakukan pendalaman terhadpa saksi dan pihak terkait," imbuhnya.

Beri Komentar