Foto: Instagram @medanheadlines.news
Dream - Sebuah peristiwa di Medan menjadi sorotan publik. Aksi pemuda melakukan pemalakan terhadap pedagang kaki lima sontak membuat warganet geram.
Kejadian di KM 12 Binjai, tepatnya di Jl. Pembangunan Komplek Palem Kencana, Sunggal, Medan itu diunggah di akun Instagram @medanheadlines.news.
Dalam video tersebut, seorang preman tampak sedang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pedang sate di pinggir jalan. Ia bahkan membentak sang pedangang untuk memberikannya uang.
" Bukan begitu bang, kalau enggak gitu (tidak punya uang) enggak makan aku," kata sang pedangang.
" Aku enggak peduli kau mau makan atau enggak. Bukan urusan aku itu. Mau m*mpus kau enggak peduli aku. Terserah kubilang sama kau, yang penting kalian bayar di sini," balas preman tersebut.
Preman itu terus memeras sang pedangang hingga mengancam untuk tidak lagi berjualan di area tersebut.
" Nanti tiap hari aku ributi (ganggu) jualan kau ini. Enggak percaya kau? Tiap hari! Gini aja lah, aku malas banyak cakap besok jangan kau jualan di sini," kata preman itu.
Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 15,762 kali dan menuai berbagai komentar dari netizen.
" Di tunggu video klarifikasi minta maafnya sambil pasang muka sedih," kata @heriprasetya95
" Menunggu di ciduk pasti nangis..." sahut @iruelanwarr
" Uda lah bang, gak usah di ganggu usaha orang, kalau mau minta sate tinggal minta aja sama mas itu, pasti dikasih, ini malah mau malak mas jualan sate pulak lagi, enggak setuju aku," ujar @samsuriyahbudi_babafarfum
" dia masih sehat,anggota tubuh masih utuh. Gak layak minta-minta,harusnya dia kerja," komentar @heriprasetya95
View this post on Instagram
Dream - Satu persatu dari 12 preman yang mengeroyok anggota Batalyon Infanteri Raider 715/Motuliato, Pratu Miftahul Ikhsan Rambe, diringkus. Total sudah enam orang dibekuk.
Salah satunya adalah sang gembong preman, Rinto Sabua. Penangkapan itu dilakukan oleh polisi dari korps Brimob dan prajurit TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) Merdeka.
Rinto ditangkap di tempat persembunyiannya, Kota Gorontalo. Usai mengeroyok Pratu Miftahul, dia melarikan diri dan bersembunyi di semak-semak lahan perkebunan.
Dalam prosesi penangkapan, preman bertampang sangar dengan tubuh penuh tato itu mendadak menangis. Rinto juga beberapa kali bersandiwara berpura-pura lemas dan menjatuhkan diri serta mengesot di tanah.
Dilansir akun YouTube Upick Alyafie, terdengar suara Rinto Sabua menangis dan ketakutan serta meminta agar dirinya tak dipukuli.
“ Hei, Rinto, Rinto!” hardik aparat dalam video tersebut.
Rinto Sabua pun menangis semakin keras dan memohon-mohon untuk diampuni.
“ Coba angkat, angkat,” sambung suara dalam video itu.
Pengeroyokan anggota TNI ini terjadi di area Parkir Queen Tirta Club, Kota Gorontalo. Peristiwa itu dipicu cekcok antara Pratu MIR dengan Rinto Sabua. Setelahnya, anggota TNI itu lantas dikeroyok oleh 12 orang.
Saat dikeroyok, Rinto Sabua bahkan menantang akan melakukan hal yang sama kepada setiap anggota TNI lainnya. Usai mengeroyok Pratu MIR, Rinto Sabua meninggalkan lokasi.
Sementara Pratu MIR sampai saat ini masih menjalani perawatan di IGD RSUD Aloei Saboe.
Berikut videonya: