Virus MERS di Tanah Suci, Jamaah Umroh Diminta Waspada

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 29 April 2014 11:51
Virus MERS di Tanah Suci, Jamaah Umroh Diminta Waspada
Peringatan tegas ini dikeluarkan untuk mencegah penularan virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS Cov) di Timur Tengah.

Kementerian Kesehatan menginstruksikan agar jamaah umroh segera berobat bila mengalami keluhan demam dan gangguan pernapasan. Peringatan tegas ini dikeluarkan untuk mencegah penularan virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS Cov) di Timur Tengah.

" Baik ketika masih di Arab Saudi maupun dalam kurun waktu dua minggu sesudah kembali ke Tanah Air," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, saat berincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.

Kemenkes berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama‎ terkait meningkatkan penyebaran virus 'spesialisasi' Timur Tengah ini. Kedutaan Besar untuk Arab Saudi di Riyadh mengingatkan jamaah umroh dan haji Indonesia mewaspadai merebaknya penyakit yang memiliki gejala awal demam, batuk dan sesak nafas akut ini.

Dilaporkan, penularan virus sudah terjadi di Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Bahkan sudah menyebar ke Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Tunisia, Filipina, dan Malaysia.

Kemenkes terus melakukan sosialisasi dan mengirimkan informasi tentang virus MERS melalui Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Pelabuhan ke seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 April 2014 terdapat 254 kasus MERS Cov dengan 93 kematian.

" Kasus ini juga dilaporkan terdapat di Mekah dan Madinah yang merupakan kota-kota utama ibadah Umroh. Juga sudah ke hingga Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina," tambah Tjandra Yoga.

Kemenkes juga merilis Surat Edaran Kewaspadaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, Rumah Sakit rujukan, dan pengurus asosiasi perjalanan umroh. " Kami terus berkoordinasi dengan WHO untuk mengetahui perkembangan situasi epidemiologis dari hari ke hari," kata Tjandra.

Beri Komentar