Wamenag Ingatkan Penceramah Harus Siap Dengan Perubahan

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 September 2020 10:01
Wamenag Ingatkan Penceramah Harus Siap Dengan Perubahan
Dunia berubah begitu cepat, bahkan tanpa bisa diprediksi.

Dream - Wakil Menteri Agama (Wamenag(, Zainut Tauhid Sa'adi, mengingatkan penceramah harus siap dengan perubahan yang datang tanpa diprediksi. Wamenag juga berpesan para penceramah harus responsif terhadap situasi dunia yang cepat berubah.

" Kita harus responsif terhadap apa yang terjadi di dunia agar bangsa ini dapat merumuskan respon terbaik agar menjadi harmoni dalam keberagaman," kata Zainut, dikutip dari Liputan6.com.

Zainut mendorong para penceramah dapat berpikir global namun bertindak lokal. Keberadaan para penceramah dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitarnya.

" Lima tahun ke depan dan mungkin seterusnya kita akan dihadapkan perubahan global yang semakin rumit dan cepat," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Pandemi Buat Perubahan dalam Kehidupan

Zainut memberikan contoh pandemi Covid-19. Menurut dia, pandemi ini muncul tanpa pernah diduga sebelumnya dan menimbulkan banyak perubahan dalam kehidupan.

" Ada banyak sekali perubahan yang mengubah tatanan kehidupan di semua bangsa. Ada banyak kegiatan keagamaan yang harus tertunda dan harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan," ucap dia.

Dampak yang timbul akibat pandemi dirasakan betul oleh umat. Baik dari segi ekonomi maupun sosial.

" Apa yang kita hadapai hari ini adalah realitas yang tak bisa kita pisahkan dari kegiatan keberagaman kita. Kita sadari bahwa kondisi cukup berat namun semua harus berada pada suatu barisan yang kokoh," terang Zainut.

Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori

2 dari 4 halaman

Rilis Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, Wamenag: Bukan Sertifikasi

Dream - Kementerian Agama menggelar program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama untuk meningkatkan kapabilitas para penceramah di bidang keagamaan. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan program ini bukanlah sertifikasi penceramah yang selama ini diperdebatkan masyarakat.  

" Dengan niat baik memberikan penguatan dan pembinaan, kami launching Program Penguatan Kompetensi Penceramah Agama," ujar Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, di Jakarta, Jumat 18 September 2020.

Menurut Zainut program pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis untuk menguatkan kompetensi penceramah.

Selain para dai, yang diberi bimbingan oleh Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag juga menerapkan bimbangan  serupa untuk tokoh agama dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Pusat Pembinaan Konghucu.

" Ini bukan sertifikasi. Tidak ada paksaan untuk mengikuti program ini. Sifatnya sukarela. Karenanya, yang tidak ikut Bimtek juga tidak terhalang haknya untuk terus berdakwah," kata Zainut.

 

3 dari 4 halaman

Dorong Peran Penceramah Lebih Luas

Kemenag, kata Zainut, sangat concern mendorong peran lebih luas dari penceramah dalam pembangunan bidang agama. Ini mengingat tantangan keberagamaan semakin beragam seiring dengan cepatnya perubahan zaman.

" Karena itu, Kemenag terus membuka diri dan juga proaktif menjalin kerjasama dan kemitraan dengan seluruh ormas keagamaan dalam optimalisasi peran para penceramah," ucap dia.

Zainut menilai saat ini banyak penceramah yang eksis mengedukasi masyarakat dengan bahasa ringan. Sehingga masyarakat mudah memahami pesan yang disampaikan.

" Ini adalah bukti betapa kita sangat kaya dengan sosok-sosok berwawasan moderat," terang Zainut.

 

4 dari 4 halaman

Siap Hadapi Tantangan Zaman

Lebih lanjut, Zainut mengatakan tidak semua langkah pembinaan dapat dilakukan seorang diri. Kemenag terus akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun bidang keagamaan, termasuk dengan ormas keagamaan.

" Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi para penceramah agama sehingga dapat memenuhi tuntutan zaman dan sekaligus meneguhkan perannya di tengah modernitas. Tak bisa dipungkiri bahwa ada banyak perubahan zaman yang harus kita jawab dengan perspektif yang moderat," kata dia.

Beri Komentar