Advertisement
Foto kain kafan untuk ibu menjadi kenangan terakhir yang tak akan dilupakan.
Keluarganya tidak ada yang datang di hari pernikahannya, kecuali kakak dan ibunya.
Jika mengingat kejadian itu, dia berharap tidak pernah melempar batu ke selokan yang akhirnya membuat ayahnya terbunuh.
Amirah melihat sendiri calon suami bekerja keras, kumpulkan uang untuk menikah.
Bahkan seminggu sebelum meninggal, bermimpi dikubur di tempat lain.
Korban meninggal saat dalam rakaat dua atau tiga sholat Isyak.
Kini suami hanya bisa rayakan hari perkawinan bersama anak mereka yang sudah berusia 8 bulan di pusara istri.
Dia tak ingin kisah jenazah sang ayah yang terbujur di bangku kayu yang hanya berselimut tikar terulang.
"Di Google Maps mama terlihat sangat sehat."
Sedih, tak tahu kalau salah satu tamunya terjangkit Covid-19 tapi tak menunjukkan gejala.
Sehari sebelum kecelakaan, mereka sempat bergurau jika mati bersama.
Seorang netizen sampai terenyuh dan ingin membelikan bocah itu sebuah televisi.
Status terakhir pengantin pria di media sosial seolah tahu dia akan meninggal.
Hanif terharu dan bangga bocah yang sejak kecil sudah terbiasa menabung untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Yang menyedihkan, jasad Ammar diselimuti sajadah yang dia pakai untuk sholat di masjid.
Uang hanya cukup untuk isi bensin sepeda motor dan beli masker di perjalanan.
Belag keluarga besar dan istrinya terbongkar dalam grup WhatsApp tersebut.
Dia baru sadar setelah ada wanita yang selalu ucap ulang tahun di akun Facebooknya.
Dia mengutuk presiden dan gubernur serta mereka yang tak mau memakai masker.
Bagi yang berduit mungkin tak masalah dengan membeli masker sekali pakai, tapi yang hidup serba kekurangan?
Ingin Rutin Ikut Turnamen Padel Jakarta Tapi Masih Main Sendiri? Prio Padel Club Bisa Jadi Jawabannya
Upgrade Gaya Hidup Digitalmu dengan eSIM XL PRIORITAS, Pilihan Premium Masa Kini
Ibadah Lancar, Komunikasi Aman: Tips Itinerary Umroh & Internet Hemat
Liburan Akhir Tahun Keliling Dunia Tanpa Ribet? Nikmati Internet Unlimited Luar Negeri dengan XL PRIORITAS
Bencana di Sumatera Sebabkan Krisis Air Bersih bagi Warga Terdampak