AS Tercengang, China Sukses Uji Rudal Hipersonik yang Desainnya 'Dibuang' NASA

Reporter : Sugiono
Kamis, 16 Desember 2021 09:13
AS Tercengang, China Sukses Uji Rudal Hipersonik yang Desainnya 'Dibuang' NASA
Rudal nuklir hipersonik ini mampu melesat dengan kecepatan 6.000 mil per jam atau 9.656 kilometer per jam.

Dream - Persaingan teknologi canggih rudal nuklir antara China dan Amerika Serikat (AS) semakin sengit saja.

Terbaru, China sedang mengembangkan mesin rudal nuklir yang diklaim lebih cepat dari kecepatan suara.

Mesin rudal nuklir hipersonik ini mampu melesat dengan kecepatan 6.000 mil per jam atau 9.656 kilometer per jam.

1 dari 4 halaman

Yang mengejutkan adalah mesin rudal nuklir hipersonik ini dibuat berdasarkan desain yang dulu pernah ditinggalkan oleh NASA.

Dilansir NYPost.com, tim peneliti China telah membangun dan menguji prototipe mesin rudal nuklir yang desainnya dianggap radikal oleh ilmuwan NASA lebih dari dua dekade yang lalu.

Dianggap radikal karena mesinnya dibuat terpisah dan diletakkan di kedua sisinya. Sementara sebagian besar pesawat hipersonik 'menggendong' mesin di bagian 'perutnya'

Tetapi pesawat percobaan hipersonik X Two-Stage Vehicle (TSV) digerakkan oleh dua mesin rudal terpisah yang diletakkan di samping.

2 dari 4 halaman

Desain mesin rudal ini dibuat oleh Ming Han Tang, seorang warga Amerika keturunan China. Dia adalah kepala insinyur program hipersonik NASA pada akhir 1990-an.

Mesin rudal tersebut mampu beralih ke mode kecepatan tinggi dan berakselerasi hingga lima kali kecepatan suara.

Namun mesin rudal buatan Tang yang diuji menggunakan Boeing Manta X-47C justru ditinggalkan oleh pemerintah AS pada awal 2000-an.

Alasan pemerintah AS membatalkan proyek yang dibuat Tang tersebut karena dinilai biayanya yang sangat mahal.

3 dari 4 halaman

Kini, setelah 20 puluh tahun kemudian, pemerintah China yang justru berminat mengembangkan teknologi tersebut.

Bagi China, biaya mahal yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan dan menguji rudal hipersonik ini bukan masalah saat ini.

Adalah Profesor Tan Huijun dan rekan-rekannya di Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing di Provinsi Jiangsu yang membangun mesin prototipe berdasarkan cetak biru Tang.

" Desainnya telah menarik perhatian karena 'memahami mekanisme kerjanya dapat memberikan panduan penting untuk pengembangan mesin dan pesawat hipersonik," kata Tan dan rekannya dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam Journal of Propulsion Technology.

4 dari 4 halaman

Hasilnya sungguh mengejutkan hingga AS terguncang dengan keberhasilan China meluncurkan roket ke luar angkasa pada Oktober lalu.

Pejabat intelijen dan militer AS dilaporkan tercengang ketika roket yang membawa kendaraan luncur hipersonik itu mengelilingi dunia sebelum melaju menuju sasarannya.

AS sebelumnya juga sempat khawatir setelah China juga meluncurkan misil hipersonik secara rahasia pada bulan Agustus.

Meski targetnya meleset beberapa mil, namun uji coba mengerikan itu sudah cukup membuat para pejabat AS ketar ketir dengan kemajuan militer dan luar angkasa China.

Beri Komentar