Curhat Anggota BPK Diuji Kesabaran Saat Mengajar Kuliah Online

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 14 Juli 2021 07:12
Curhat Anggota BPK Diuji Kesabaran Saat Mengajar Kuliah Online
Dia menyebut materi sudah dipersiapkan dengan baik, tetapi mahasiswanya…

Dream – Pandemi Covid-19 “ memaksa” orang-orang untuk lebih mengoptimalkan teknologi. Salah satunya adalah memaksimal layanan video conference untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Saat ini, institusi pendidikan, baik sekolah maupun universitas, menggunakan platform online meeting untuk menggelar KBM. Meski memudahkan, tetap saja ada hal yang kurang bisa maksimal ketika seorang dosen harus mengajar menggunakan layanan tersebut.

Salah satunya dialami oleh Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi yang mengaku harus memiliki kesabaran lebih besar menghadapi mahasiswanya.

“ Jadi dosen di masa pandemi ini berat dan harus sabar,” cuit Achsanul dikutip dari akun Twitter @AchsanulQosasi, Rabu 14 Juli 2021.

 

1 dari 3 halaman

Padahal, Sudah Disiapkan Baik-baik

Achsanul mengatakan semua dosen sudah mempersiapkan materi kuliah dengan baik untuk para mahasiswa. Harapannya bahan yang telah disusun bisa dimengeri dan diterima dengan baik oleh mahasiswa.

Sayangnya, Achsanul sedikit kecewa karena masih ada mahasiswa tidak menyalakan kamera videonya saat kuliah online berlangsung. Dia tak mengetahui apa alasan anak didiknya sampai tak menyalakan kamera video mereka

“ Tapi, banyak mahasiswa yang ‘close video’. Mungkin sambil tidur” cuit Achsanul.

Kesabaran Achsanul kembali diuji karena mahasiswa lebih banyak yang diam saat sesi tanya jawab. Dia kebingungan dengan kondisi tersebut karena tak bisa memahami alasannya.

“ Entah mengerti atau tidak. Atau mereka mungkin malah nggak ada. Sarjana Pandemi,” cuit dia.

Achsanul Qosasih bercerita suka dukanya ketika mengajar kuliah online.© Akun Twitter @AchsanulQosasi

2 dari 3 halaman

Unggahan Achsanul rupanya turut menarik perhatian dari seniman Sujiwo Tejo. Pria berambut gondrong yang juga aktif menjadi dalang itu juga pernah mengalami hal tersebut. 

Sebagai jalan keluarnya, Sujiwi selalu mensyaratkan semua orang yang ingin mengundangnya dalam sesi video conference untuk meminta peserta yang hadir tidak mematikan kamera selama acara berlangsung.   

" Saya yg bukan pejabat dan gak punya gelar apa2 aja men-syaratkan ok mau webinar/zoom asal semua open video selama acara. Kalau sampai ada yg close video, aku cabut dari acara. Itu syarat saya ke panitia," ungkapnya.

Usul tersebut ditanggapi Achsanul yang mengaku harus tega dan tegas memberlakukan syarat wajib menyalakan kamera selama video conference berlangsung. 

" Engghi Kak Toan, mungkin harus agak tega dan tegas.. Begitu di share materi ppt. Mereka gak keliatan on/off video.. begitu saya stop share, baru ketahuan mayoritas off video. Ampuunn... Next session tak titeni siji-siji.."  

Achsanul Qosasi© Twitter

(Foto: Twitter @AchsanulQosasi)

3 dari 3 halaman

Cara Ini Bisa Dicoba

Membaca cuitan Achsanul, warganet beramai-ramai memberikan saran. Ada yang menyarankan agar dia lebih tegas kepada mahasiswanya. Atau menggunakan platform lain untuk mengukur pemahaman mahasiswa.

“ Ditegesin dari awal, Pak. Yang ‘close video’, saya anggap bolos,” cuit @EllaVerella.

“ Bisa dengan trik: kalau nggak ada yang nanya. Saya tanya kalian tentang materi ini. Jadi ditunjuk saja, Pak,” cuit @xx_nadialf.

“ Gunakan aplikasi interaktif seperti Mentimeter atau Padlet di beberapa jeda sesi untuk mengukur tingkat penguasaan mahasiswa tentang materi yang dipelajari,” cuit @yogsyg.

Beri Komentar