Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kuliah Online. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pandemi Covid-19 “ memaksa” orang-orang untuk lebih mengoptimalkan teknologi. Salah satunya adalah memaksimal layanan video conference untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Saat ini, institusi pendidikan, baik sekolah maupun universitas, menggunakan platform online meeting untuk menggelar KBM. Meski memudahkan, tetap saja ada hal yang kurang bisa maksimal ketika seorang dosen harus mengajar menggunakan layanan tersebut.
Salah satunya dialami oleh Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi yang mengaku harus memiliki kesabaran lebih besar menghadapi mahasiswanya.
“ Jadi dosen di masa pandemi ini berat dan harus sabar,” cuit Achsanul dikutip dari akun Twitter @AchsanulQosasi, Rabu 14 Juli 2021.
Achsanul mengatakan semua dosen sudah mempersiapkan materi kuliah dengan baik untuk para mahasiswa. Harapannya bahan yang telah disusun bisa dimengeri dan diterima dengan baik oleh mahasiswa.
Sayangnya, Achsanul sedikit kecewa karena masih ada mahasiswa tidak menyalakan kamera videonya saat kuliah online berlangsung. Dia tak mengetahui apa alasan anak didiknya sampai tak menyalakan kamera video mereka
“ Tapi, banyak mahasiswa yang ‘close video’. Mungkin sambil tidur” cuit Achsanul.
Kesabaran Achsanul kembali diuji karena mahasiswa lebih banyak yang diam saat sesi tanya jawab. Dia kebingungan dengan kondisi tersebut karena tak bisa memahami alasannya.
“ Entah mengerti atau tidak. Atau mereka mungkin malah nggak ada. Sarjana Pandemi,” cuit dia.

Unggahan Achsanul rupanya turut menarik perhatian dari seniman Sujiwo Tejo. Pria berambut gondrong yang juga aktif menjadi dalang itu juga pernah mengalami hal tersebut.
Sebagai jalan keluarnya, Sujiwi selalu mensyaratkan semua orang yang ingin mengundangnya dalam sesi video conference untuk meminta peserta yang hadir tidak mematikan kamera selama acara berlangsung.
" Saya yg bukan pejabat dan gak punya gelar apa2 aja men-syaratkan ok mau webinar/zoom asal semua open video selama acara. Kalau sampai ada yg close video, aku cabut dari acara. Itu syarat saya ke panitia," ungkapnya.
Usul tersebut ditanggapi Achsanul yang mengaku harus tega dan tegas memberlakukan syarat wajib menyalakan kamera selama video conference berlangsung.
" Engghi Kak Toan, mungkin harus agak tega dan tegas.. Begitu di share materi ppt. Mereka gak keliatan on/off video.. begitu saya stop share, baru ketahuan mayoritas off video. Ampuunn... Next session tak titeni siji-siji.."

(Foto: Twitter @AchsanulQosasi)
Membaca cuitan Achsanul, warganet beramai-ramai memberikan saran. Ada yang menyarankan agar dia lebih tegas kepada mahasiswanya. Atau menggunakan platform lain untuk mengukur pemahaman mahasiswa.
“ Ditegesin dari awal, Pak. Yang ‘close video’, saya anggap bolos,” cuit @EllaVerella.
“ Bisa dengan trik: kalau nggak ada yang nanya. Saya tanya kalian tentang materi ini. Jadi ditunjuk saja, Pak,” cuit @xx_nadialf.
“ Gunakan aplikasi interaktif seperti Mentimeter atau Padlet di beberapa jeda sesi untuk mengukur tingkat penguasaan mahasiswa tentang materi yang dipelajari,” cuit @yogsyg.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya